Search This Blog

Loading...

Tuesday, 3 January 2012

Pray, Sleep, Write

Apa ketakutan terbesarmu? Pertanyaan yang tiba – tiba muncul di kepala saya. Beberapa jam lalu saya dihadapkan pada situasi seperti ini dan harus menghadapi perasaan ini lagi. Bagi saya, saya paling tidak suka yang namanya ‘ketidakpastian’ dan membuat saya harus merasa ‘tergantung’ dan tidak pasti. Hal yang membuat saya selalu berusaha mencari jalan keluar sesegera mungkin dan tidak suka berlarut – larut dalam hal ini. Bila belum bisa mengatasinya maka saya akan berusaha secepat mungkin mengontrol rasa ini agar tidak berlarut – larut dan membuat saya depresi. Malam ini, saya belajar ada dua hal yang bisa membuat atau setidaknya menepis rasa kurang ajar ini: Tidur dan berdoa. Voila, usai 3 jam tidur dan berdoa dan curhat pada Tuhan, hati terasa nyaman sekali.

Saya mulai sadar hari ini bahwa saya tidak boleh terlalu marah ataupun terlalu senang. Karena efek ‘unexpected sweet revenge’ ke Bob dan juga ikut ‘bakalai’ di Kampung Ambon kemarin emosi saya benar – benar terkuras dan saya baru sadar kalau saya juga merasakan yang namanya ‘break down’ tanpa saya sadari. Saya akui apa yang saya lakukan dengan bergabung di Kampung Ambon juga salah karena saya ikutan memaki ancur sungguh mati untuk iparnya sahabat saya karena sudah memukul mama sahabat saya dengan helm hingga muntah –muntah dan pingsan dua hari lalu di pinggir jalan sebuah pantai Rekreasi dan dinonton banyak orang.

Entahlah, yang saya tahu usai ditegur beberapa jam lalu usai pulang dari acara ulang tahun sahabat saya di daerah Kapling Amban, dalam doa malam saya dan disuruh baca Yesaya 30: 1 – 33, saya belajar banyak. Ya menyadari bahwa saya manusia berdosa dan benar – benar butuh Tuhan. Ya, saya benar – benar butuh Tuhan.

Malam ini yang pasti saya belajar banyak dan saya mengerti bahwa hanya doa, membaca Firman dan Tidur serta menulis bisa menenangkan saya. Sesimpel itu.

(Manokwari, 291211)

0 comments: