Tanggal 7 November 2011, pukul 12 siang lewat, di siang yang panas, saya menjadi pemateri dalam sebuah workshop menulis yang diselenggarakan oleh jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Sastra UNIPA. Dalam materi ‘pengantar penulisan kreatif’, saya memberikan sebuah tugas 10 menit terkait ‘strategi tiga kata’ yaitu upaya mendobrak kebuntuan ide. Saya membagi peserta menjadi beberapa kelompok dan tiap anggota kelompok harus menulis entah satu paragraph ataupun lebih. Ternyata para peserta berhasil menjawab tantangan saya. Kesimpulan yang saya dapatkan adalah tiap orang punya imajinasi dan sudut pandang yang berbeda dan menggambarkan keajaiban otak manusia di dalam mengasosiasikan ketiga kata tersebut.
Tiap kelompok saya beri tiga kata yang berbeda. Pada kelompok yang tulisan saya muat dalam tulisan ini mendapat tugas mengembangkan tiga kata: MAHASISWA, FACEBOOK dan KASKADO. Saya cukup bangga dengan para penulis pemula ini. Dari tulisan mereka, saya melihat bagaimana mereka mencoba menarik kesimpulan hubungan ketiga kata ini terkait kehidupan mahasiswa.
Beberapa dari mereka mencoba merefleksikan kehidupan mereka sendiri sebagai mahasiswa dan sebuah upaya membangun identitas kekinian mereka sebagai anak muda dengan menempatkan hubungan Facebook sebagai gaya hidup dan ciri khas sebagaimana diangkat oleh Ateta dan Handoyo. Bila Ateta lebih menciptakan opini terkait FB, maka Handoyo sukses menggambarkan dampak ketergantungan pada FB yang berakibat pada kebiasaan malas di dunia nyata lewat timbulnya penyakit kulit akibat malas mandi karena kecanduan FB.
Paririe dan Mote berhasil secara singkat menggambarkan peran jejaring sosial Facebook atau yang biasanya disingkat FB sebagai sebuah solusi masalah ataupun sebagai ajang kampanye. Secara singkat, mereka menggunakan FB sebagai ‘alat’ untuk sebuah tujuan. Paririe menggambarkan seorang bernama Robi yang mengalami masalah pergaulan di dunia nyata sebagai akibat dari kondisi kulitnya yang ‘kaskado’ namun berhasil mencari solusi lewat FB. Sedangkan Mote, secara gamblang menggambarkan pentingnya perhatian pada hewan khususnya anjing Kaskado lewat karakter tokoh dalam ceritanya yang sengaja memasang gambar anjing Kaskado di profil FB demi mendapat respon dan ‘berkampanye’.
Bame bersaudara (Yulianus dan Fransina) tak lupa memotret masalah ‘kecanduan’ jejaring sosial FB dalam catatan mereka secara singkat. Apalagi Fransina tak ragu mengatakan bahwa FB bisa menjadi sarana ‘baku tipu’ ataupun mencari ‘cinta’. Yulianus bahkan mengangkat karakter yang dijuluki ‘si kaskado’ dalam ceritanya karena tampaknya tak bisa hidup tanpa FB. Mungkin karakternya dijuluki ‘si kaskado’ karena badannya yang berpenyakit kulit ataukah karena memang bila tak membuka FB rasanya ada yang ‘gatal ibarat kaskado’ di hati sehingga mau tak mau harus dilakukan.
Ada juga peserta yang mencoba merangkai kejadian sehari – hari terkait tiga kata ini lewat karakter mereka. Seperti pengalaman karakter yang digigit anjing Kaskado yang diangkat oleh Ramar. Jitmau sendiri lebih mencoba merangkai singkat bagaimana hubungan antara ketiga kata ini. Ada juga Philips yang menggambarkan karakternya yang sedang memperbaharui status FB di dekat seekor anjing Kaskado. Pada satu sisi, tulisan Philips ini cukup membuat saya terkejut dengan gayanya yang cukup deskriptif dan naratif menjelaskan sebuah situasi dan, secara pribadi, saya percaya ia punya potensi di dalam bercerita karena ia membuat saya bisa membayangkan sebuah situasi dengan sempurna, sayangnya ia segera mengakhiri tulisannya hanya dalam satu paragraf, sedangkan ada satu tanda tanya besar yang masih menggantung di benak saya, “Terus …??”.
Dari tulisan para peserta di kelompok ini saya juga melihat bagaimana mereka berjuang keras untuk menulis dalam bahasa Indonesia resmi namun tetap saja adanya pola berbahasa Melayu Papua (MP) yang muncul dalam struktur kalimat, antara lain seperti dalam kalimat berikut ini: “Mahasiswa ini dia menampilkan seekor anjing Kaskado ….(Mote)”, dimana ciri khas MP yang khas dengan kata ganti ganda ‘double-pronoun’. Selain itu munculnya sejumlah kata dan frasa seperti ‘baku tipu’ dan ‘tra gaul’. Saya percaya saat mereka bisa menjadikan adanya pola ataupun infiltrasi MP dalam tulisan mereka, kelak ciri khas mereka ini pun sendiri akan menjadi kekuatan mereka sendiri.
Anyway, usai pengantar saya ini, saya juga menampilkan tulisan para peserta kelompok ini tanpa editan besar (hanya membetulkan tanda baca saja) karena saya ingin mereka melihat perkembangan catatan mereka sendiri. Akhirnya catatan ini pun harus saya tutup pula dengan pujian untuk mereka: MANTOTEP alias mantapz skali !!!!
Tabea,
D.M.
(tukang bantu – bantu kas masuk dan edit tulisan di blog ini)
***
THERES F. ATETA
Dewasa ini dunia semakin modern, kita sebagai mahasiswa pun dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan jaman yang ada. Oleh karena itu, akhir – akhir ini timbul tren baru di kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa Papua yang mengatakan bahwa jika ada kaum muda yang tidak bisa Facebook, maka ia dijuluki Kaskado alias tra gaul. Facebook sudah menjadi tren anak muda sekarang yang mana mereka dapat berteman dengan orang lain di berbagai belahan dunia dengan bantuan jaringan ini.
***
MOCHAMAD HANDOYO
Seorang mahasiswa hobinya membuka dunia maya seperti Facebook. Setiap hari dia Online sehingga dia lupa untuk mandi. Hampir setiap hari dia lupa untuk mandi sehingga penyakit kulit seperti Kaskado, panu, dan gatal – gatal menyerang pria tersebut. Pria itu akhirnya menjadi tidak percaya diri akibat penyakit yang dialaminya sekarang.
***
LAURINA PARIRIE
Ada seorang mahasiswa Fakultas Sastra yang selalu dijauhi oleh teman – temannya karena ia memiliki Kaskado di kulitnya. Ia adalah Robi. Karena Kaskado itulah Robi pun malu untuk bergaul sehingga Robi lebih sering meluangkan waktunya untuk membuka Facebook. Meski dilihat di dunia nyata Robi tidak memiliki banyak teman, tetapi di dunia maya ia memiliki teman yang sangat banyak.
***
YULIANA MOTE
Seorang mahasiswa yang kegiatan setiap harinya selalu membuka facebook di warnet. Waktu bermain di warnet saat selesai. Aktivitas kuliah selesai. Mahasiswa ini dia menampilkan seekor anjing Kaskado di depan profil sehingga banyak sekali komentar kepadanya mahasiswa ini. Namun, dia tidak mempedulikan hal itu. Dia tidak mau menampilkan fotonya. Alasannya untuk menampilkan anjing Kaskado itu untuk agar ada perhatian kesehatan bagi hewan. Karena untuk dokter hewan memang sangat sedikit menaruh perhatian secara khusus di Papua untuk masalah ini.
***
YULIANUS BAME
Ada seorang mahasiswa yang setiap harinya atau ia lebih (sering) menghabiskan waktunya dengan membuka Facebook. Sehingga ia banyak memiliki teman. Tidak hanya itu, hampir semua warnet sudah dikunjunginya sehingga ia dikenal dengan julukan ‘si kaskado’ oleh para penjaga warnet.
***
FRANSINA BAME
“Siapa dia?” Itu yang dipikirkan Desy. Desy adalah seorang mahasiswi. Dia berkenalan dengan seorang lelaki. Namanya Aldo. Tapi sayangnya Desy tidak tahu kalau lelaki itu kena penyakit kulit yaitu badannya Kaskado. Desy berkenalan dengan Aldo melalui Facebook. Biasanya Desy sering mengirim e-mail ke Aldo dan bercerita tentang bagaimana perjalanannya, sering bercanda. Aldo juga biasanya mengirim e-mail ke Desy. Aldo menulis tentang isi hatinya kepada Desy, Desy pun berteman dengan Aldo meskipun tidak secara langsung bertatapan muka. Facebook bisa digunakan untuk ‘baku tipu atau pun mencari ‘teman bermain’.
***
IMELDA RAMAR
Pada hari Senin siang, seorang mahasiswa sedang berjalan pulang menuju kos – kosannya. Pada saat itu ia sedang berjalan. Tiba – tiba handfon-nya berdering. Mengapa? Ternyata ia menerima pesan Facebook dari temannya. Karena kos – kosannya masih jauh, ia mulai malas untuk berjalan. Ia istirahat sejenak di tempat sombar. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya pada saat melewati depan rumah orang, ia dikejar oleh seekor anjing yang badannya Kaskado. Apa yang terjadi? Kakinya terluka, ternyata ia digigit oleh anjing Kaskado itu. Pada saat itu, ia tiba di kos – kosannya dan teman – temannya bertanya dimana ia dikejar dan ia pun menceritakan bagaimana kejadian itu terjadi.
***
JOHN PHILIPS
Malam minggu kemarin ketika saya sedang berjalan di samping UPT Komputer, terlihat seorang mahasiswa berbadan kekar, berambut kribo, berkulit hitam dan menggunakan kaca mata duduk dengan sebuah laptop bermerek Toshiba sambil meng-update status di Facebook. Tak jauh dari tempatnya, ternyata ada seekor anjing Kaskado yang sedang membongkar tempat sampah.
***
KALVIN JITMAU
Ada seorang mahasiswa yang sedang membuka Facebook. Dia memulai persahabatannya melalui Facebook, dia meminta penambahan teman ke Facebook. Ternyata temannya seorang Kaskado.
***
(Manokwari, 081211)
0 comments:
Post a Comment