Beberapa hari ini saya merasakan dekat dengan Tuhan. Baik lewat Saat Teduh maupun momen ‘tiba – tiba’ diingatkan ataupun juga saat berjalan dan merasakan Ia berbicara lewat ciptaanNya. Entahlah, bagaimana menjelaskan hal ini namun saya merasa Ia begitu dekat dengan hidup saya akhir – akhir ini. Saya lah yang masih berusaha membatasinya saja dalam hidup saya, khususnya dengan kebiasaan buruk yang memaki. Entahlah, saya hanya takut ia menunjukan lagi “hal – hal” seperti visi tentang apa yang akan terjadi. Saya melihat bila saya terlalu sering marah dan memaki, maka saya tak lagi melihat apa yang dulu kerap saya lihat.
Saya lupa hari apa, tapi sepertinya di minggu lalu, kala saya diingatkan subuh – subuh untuk berdoa untuk Manokwari dan Papua. Tak hanya berdoa tetapi juga menangis. Benar – benar mengalir. Beberapa hari lalu di subuh kala saya begadang menulis, tiba – tiba saya mendengar diri saya ngomong sendiri kalau saya ingin memuji Bapa di Surga. Voila … saya menyanyi lagu yang saya tak mengerti mengapa nada dan liriknya ada, dan saya bahkan tak punya ide darimana datangnya lirik itu, seperti sedang berkaraoke jadi tiap baris katanya terpampang di depan mata saya dan tugas saya hanya membunyikannya. Setelah itu, saya lega sekali dan akhirnya memutuskan mengirim SMS pada beberapa teman perempuan saya yang isinya menyemangati mereka. Subuh jam 3 tepatnya. Saya lupa isi tepatnya, tapi seperti ini.
“Morning, sizta. Thanx for being such a wingless angel to me. You are lovely and one of the tough women I knew. You are beautiful. Pagi ini saya menemukan Tuhan. I just finish pray and it makes me think of you. Tetap semangat dan menjadi berkat. JBU”
Anyway, beberapa hari ini saya bertemu banyak orang, baik terkait wawancara maupun berbagi informasi dan mimpi. Saya juga menajamkan telinga saya untuk orang – orang terdekat saya. Saya juga baru sadar kalau saya punya bakat menjadi konsultan ataupun motivator hehehe. Karena beberapa hari lalu ternyata saya bisa juga sabar ya mendengarkan curhat seorang sahabat, trus merancang cara menenangkannya plus menganalisa masalah pribadinya dan ketakutan serta fobianya. Kayaknya memang saya wajib suatu hari nanti punya Women centre sebagai rumah singgah bagi kaum perempuan yang punya masalah hehehe. That’s one of my dreams.
Tentang cinta, mmmmh saya bisa bilang kalau hubungan saya dan Q membaik lagi sebagai teman tentu saja walaupun teman sekamarnya yang sempat datang ke Manokwari dan merekam gambar saya dan sahabat saya bilang via SMS, “May, Q bilang ko cantik sekali”. HAHAHA. Akhirnya ada pengakuan juga dari si mulut babisa itu. Saya harus akui 2 hari terakhir ia tiba – tiba baik sekali pada saya, karena dua hari lalu dari jam 1 – 3 subuh kami berkirim SMS dan ia membahas tentang mimpinya mempunyai sebuah museum di kota kami. Berdiskusi, berbagi mimpi dan berdebat. Ah sudah lama sekali saya dan Q tak seperti ini. Ngobrol yang sehat dan bukannya acara ‘baku maki’. Itu saja.
Bob juga dalam posisi aman sebagai teman, itu saja. Sepertinya saya memang lagi tidak berniat untuk mencari pacar akhir – akhir ini walau saya akui masih sering bercanda dengan teman – teman untuk mencarikan saya pacar HAHAHA
Ah saya hanya bisa bilang saya cinta hidup saya. Itu saja.
Sesimpel itu.
(Manokwari, 091211)
0 comments:
Post a Comment