Search This Blog

Loading...

Thursday, 13 October 2011

Sepotong Kisah Usang

Beberapa hari ini entahlah … aku merindukannya, ia si Q. padahal sebisa mungkin aku tak mau memikirkannya. Tapi seperti biasa, rasa rindu tak tahu diri tanpa nama ini muncul seenaknya. Dimulai sejak Sabtu pagi. Ceritanya kan hari itu hari terakhir aku mengajar. Jadi, dari bangun tidur hingga pergi mengajar dan pulang siangnya, dan memutuskan tidur siang, e rasa rindu ini muncul terus. Jadi saat seorang adek, sebut saja si Chel yang masih bersaudara jauh mengobrol denganku via pesan pendek, e aku spontan bilang, “I miss Q” apalagi saat itu hujan masih turun. Gila, rasa ini seperti membunuhku. Untungnya, usai bangun tidur, rasa itu tak seintens beberapa jam sebelumnya.

E tak dinyana, malam harinya saat sedang berada di warnet, saat sibuk memasukan tulisan dan mengecek e-mail (dua modem portable di rumah benar – benar payah, kalau bukan koneksinya yang parah e karena yang satunya software-nya ogah menerima kartuku. Bikin ‘naik darah’) sebuah pesan singkat masuk dari Chel. Kata Chel, “Kak, si abang Q lagi di Manokwari, beneran status BBMnya bilang getho.” Karna tak percaya, jadinya kukonfirmasi, e si Chel malah bilang, “beneran kak, Chel sudah nanya sama teman sekantor yang istrinya teman Q, mereka lagi makan malam nih semua, makanya fotonya lagi diupload di PP BBM-nya nih. Beneran.” Jadi ya aku hanya mengiyakan. Mana si Chel bilang lagi, “abang sedikit lagi ke Hadi lho, karna sudah kepengen makan Magnum tuh, nih laporan dari teman Chel.”. Spontan saja aku bilang, “Ok, thanx untuk infonya, Kalo getho, sa ubah sa pu rute jalan dulu hehehehe.” Untungnya juga malam itu saya niatnya memang pergi cari majalah dulu hehehehe walau memang akhirnya ke Hadi juga, cari post-it. Untungnya, yang saya temukan cuma adeknya si Q yang adalah juniorku di kampus dulu.

Ah rasa rindu ini memang ‘bikin ganas mo’. Suka tak sadar diri. Muncul di saat tak tepat, mengacaukan perasaan saja. Apalagi pendapat teman – teman cewek lebih parah, pada tak setuju kalau aku sampai naksir atau ‘jalan’ dengan Q. Tra rela kata mereka. Ya sayangnya, perasaan ini masih belum bisa didisiplinkan diri. Benar – benar harus ‘terapi remote-control’ deh …..

Yang pasti, aku hanya ingin jujur pada perasaanku kalau aku masih merindukan Q, masih butuh waktu untuk melupakan rasa ini, masih harus menormalkan diri. Sayangnya, sementara ini proses detoksifikasi masih tersendat – sendat apalagi saat hujan dan langit kelabu. Bawaannya, rindu candaannya Q yang hancur itu … dijamin marah – marah tapi bikin rindu juga sih. Rasa yang aneh sih sebenarnya.

Intinya, sekarang kalau memang rindunya tak tertahan, ya sudah buruan nyalain notebook atau cari pensil dan kertas gambar. Kalau tak menulis, ya cepat – cepat bikin sketsa. Pokoknya menuangkan perasaan yang terasa sesak di dada. Q seh, bikin hati kimai seh …. HAHAHA

Bagaimana caranya melupakan Q? Ya tra usah lupa dia saja …. Abis tra lupa – lupa de juga jadi HAHAHA

Entahlah, bagaimana perasaannya yang sesungguhnya, karna memang ada lelaki yang tidak bisa bilang ‘Ya’ atau ‘tidak’ saat ditanya, itu saja.

Jadi, ya nikmati saja rasa rindu yang membunuh ini!!! Toh polisi dong tra larang juga mo wkkwkwkwkkw

(Manokwari, 121011; tengah malam)

0 comments: