Tadi pagi, saat hendak mandi, tiba – tiba di kepalaku berkelebat beberapa potong gambar di kepalaku, seperti seakan sedang berada di tempat lain dan menatap sebuah dinding, atau kubikel kerja yang lumayan besar dan di dindingnya ada beberapa potret gambar yang ditempel. Semua potret itu yang kutahu menampilkan aura ceria, optimis dan bahagia. Saat seakan sedang menatap potret – potret itu, aku seakan merasa ada seorang lelaki yang kukenal, ya aku tampaknya mengenal lelaki itu, di dalam hatiku aku tahu Dia Yesus. He’s just so nice. Ia tak berbicara langsung tapi ada suara di kepalaku yang menjelaskan tentang apa yang kulihat dan membuatku tertawa di kamar mandi.
Tahu apa yang dibicarakan suara di kepalaku? Suaranya seakan bilang begini,”May … tahu tidak, itu gambar mimpi – mimpi orang – orang yang kutampung, Aku memotret mimpi kalian yang berisi kebaikan. Aku menyimpannya. Lalu kupajang, dan kulihat bila ada orang lain yang mempunyai hak yang sama, maka aku akan mengatur agar mimpi kalian bisa terjalin bersama. Ya, seperti mengatur acara ‘mix n match’ foto lah. Kau tahu, aku menikmati impian kalian yang terpancar dan aku menyimpannya. Aku tak membuangnya, May. Aku menempelkannya di dindingku agar dapat terus kukerjakan dalam rencana-Ku.” Ya Tuhan memotret impian manusia, sama seperti istilah yang kugagas ‘dream catcher’.
Usai acara ‘pencerahan’ di kamar mandi itu, entahlah … aku merasa sangat bahagia karena aku tahu Yesus di sana tak menyia – nyiakan mimpi – mimpiku. Ia memotret impianku. Itu yang kutahu.
Saatnya bermimpi yang baik demi kebaikan sesama dan tentu saja bagi Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Amen.
0 comments:
Post a Comment