Search This Blog

Loading...

Sunday, 9 October 2011

Keping Surga

Sepotong gurita tumis, secangkir kopi susu, selarik lagu gospel R&B plus hujan pagi, dan aku menyebutnya sekeping surga di pagi hari. Hari ini indah, walau kemarin malam masih ada kejutan lain yang datang terkait pekerjaanku. Iya, seorang klien kecelakaan dalam survey dan terpaksa kembali ke luar negeri, yang artinya pembayaran jasaku akan tertunda hingga beberapa bulan kemudian. Sedangkan setiap bulan ada beberapa tagihan wajib yang harus kubayarkan. Seorang freelancer sepertiku memang selalu punya kendala dalam masalah penagihan walau kalau dihitung – hitung pembayaran dari berbagai pos pembayaran memang lumayan cukup tapi ya resikonya begitulah … bisa cepat, bisa lambat pembayarannya. Entahlah … tapi malam tadi, saat berdoa, Tuhan bilang padaku dalam saat tedduhku, ‘Relax, May. It’s My turn. I’ll take care of your problem. Don’t worry!’ Jadi ya, aku memilih berserah dan tidak memikirkannya. Much better isn’t it?

Minggu ini banyak sekali kejutan yang terjadi. Di hari ke tujuh ini, saatnya merefleksikan apa saja yang telah Bapa, Yesus dan Roh Kudus lakukan untukku

Hari Senin aku belajar bahwa Allah memeliharaku dengan memberikanku pekerjaan baru selama seminggu ini lewat seorang teman. Mengajar dan berbagi ilmu dengan beberapa anak muda Papua, berkenalan dengan banyak orang baru. Di hari itu, aku juga belajar tentang arti persahabatan di malam hari, bahwa sahabat adalah orang – orang yang peduli padamu.

Hari Selasa sore saat bermain pasir, berjalan sendirian di muara Pami, menikmati melihat dan merenung dari atas jembatan dan melihat bunga kuning yang hanyut perlahan, menikmati pendar mentari keemasan di pasir benar – benar menenangkan. Menjelang senja itu adalah saat di mana aku jatuh cinta pada hidupku, pada alam dan pada Tuhan. Aku belajar tentang melihat sesuatu dari cara yang berbeda, menghargai hal – hal kecil di sekitarku. Aku juga belajar merasakan yang namanya ‘kebebasan dan kelegaan’.

Hari Selasa sore itu membuatku mengingat catatanku sebelumnya tentang sore itu, seperti ini: Bermain dengan diri sendiri bersama alam di pinggir pantai itu, entahlah … tiba – tiba aku merindukan seseorang yag entah berada di mana, entah siapa dirinya, yang kelak dan semoga menjadi pasangan hidupku. Sore itu, aku bilang sama Tuhan, “Sa ingin dapat cowok yang bisa menghargai apa yang sa lihat sore ini, yang bisa memahami keindahan dari hal – hal kecil seperti ini dan bisa mengerti apa yang sa rasakan saat ini.” Entahlah, perasaan untuk berbagi yang sangat besar yang aku rasakan sore itu. Aku jatuh cinta. Jatuh cinta pada hidupku, pada alam, pada Tuhan .. dan juga mungkin pada lelaki yang akan kelak menjadi suamiku suatu hari nanti. Yang mungkin di saat yang sama itu ia merasakan apa yang kurasakan untuk dirinya. Someday, someway, somehow …. Entahlah, sebuah ketenangan besar. Tentu saja.

Hari Rabu sore aku belajar tentang berbagi dan melihat kegembiraan dari mata keponakan – keponakanku, bermain pasir dan ombak di Pasir Putih, belajar bersama tentang alam dan menikmati celotehan mereka. Kami juga belajar bersama tentang ‘tong tra bole paksa orang melakukan apa yang orang lain tra suka.’ Itu kuajarkan pada Ochil dan Echi saat Ochil bersikeras kalau Echi harus berani pergi ke tempat yang dalam. Kadang aku melihat ‘mini-me’ dalam diri Ochil. Si kribo yang cerewet dan selalu bertanya plus selalu berinisiatif. Suka pada tantangan!

Hari Kamis, aku belajar bahwa Yesus memelihara dan menjawab doaku tentang pekerjaan. Di hari itu, aku belajar tentang bagaimana Tuhan bekerja dengan cara yang sangat ajaib dan selalu penuh kejutan. Ya, kejutan. Saat usai mengajar, e tiba – tiba ada telepon dan SMS dari seorang ibu di Jakarta. Sebuah tawaran kerja dan pengaturan wawancara dari sebuah lembaga nirlaba resmi internasional milik sebuah negara untuk bekerja di bagian proyeknya dengan tawaran kontrak 3 tahun. Guess what? Ternyata seorang teman lama sewaktu di Australia merekomendasikanku untuk bekerja di sana. Jadi, aku hanya perlu mengirimkan CV-ku dan menunggu wawancara. Bila lulus, langsung penempatan di Jayapura. Aku bahkan tidak pernah bermimpi untuk pekerjaan ini. Terlalu ajaib, dan membuatku harus terus mensugesti diriku kalau ini ‘real’. Padahal, selama sebulan lebih ini aku malah menunggu sebuah wawancara dari sebuah LSM Internasional untuk pekerjaan di Jayapura. Ternyata, jalan Tuhan beda ya? Hehehe

Hari Jumat, aku sedikit demam dan kondisiku sangat drop. Tapi hari itu aku belajar banyak tentang artinya bersosialisasi dengan banyak teman perempuan di RC ELTC Unipa, tentang berbagi. Kami belajar tentang konsep ‘cantik’. Tentu saja acara menggosip dan cerita plus tertawa berlangsung seru. Apalagi ditambah dengan acara googling foto – foto korban operasi plastik. Mulai dari Donatella Versace hingga Ashley Tisdale, dari Krisdayanti hingga ‘cat woman’. Berdiskusi dan tertawa, bercerita dan berbagi tentang konsep cantik. Ramai sekali. Mulai dari pembesaran payudara, utak – atik wajah hingga resiko – resiko implan silikon. Sangat ramai. Gosh, kalau sampai jadi pindah kerja ke kota lain, I’m gonna miss these women. Incredible women indeed!!! My female RC Crews are the best women I’ve ever had, tak pernah ragu mendiskusikan isu perempuan. Mulai dari kecantikan hingga ‘naughty bitchy issue’ HAHAHA. Hari itu, kami pada tahap pencerahan bahwa ‘no matter of your size is, whether it’s your body or face, bersyukurlah. Yang penting berfungsi baik’. Hari itu, aku bersyukur melihat Tara Lynn, seorang model dari Perancis yang tetap cantik dengan tubuh plus size-nya. Hari ini kusebut ‘women’s day’.

Hari Sabtu, hari terakhir mengajarku dan aku merasakan sangat berat berpisah dengan para kenalan baru ini. Mereka selalu membuatku tertawa dan tertantang selama seminggu ini. Apalagi mayoritas dari mereka adalah para perempuan muda Papua. Tapi setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Setidaknya, aku sudah mencoba melakukan yang terbaik bagi mereka selama seminggu ini. Hari Sabtu ini juga kuisi dengan tidur siang sepuasnya. 3 jam lebih tidur yang bagiku merupakan sekeping surga. Malamnya kulanjutkan dengan pergi ke warnet karena modem-ku bermasalah. Dilanjutkan dengan pergi belanja. Guess what? Malam itu kusebut ‘malam sosialisasi’. Iya, bertemu banyak teman lama, ngobrol dan tertawa – tawa plus menggosip singkat 5 – 15 menit dengan orang – orang yang berbeda. Sangat menarik. Bertemu Lince di Orchid, bergabung dengan kak Asti di sana. Lanjut dengan Grace dan Mei di Hadi. Pulangnya, masih menyapa Icha. Bergosip dan bertukar info dengan Siti dan Zul di depan pintu Hadi. Untung sekali bertemu mereka berdua, jadinya tahu kalau si Alex, klienku kecelakaan di Wasior. Ah ini benar – benar hari untuk bersosialisasi.

Dan hari ini, Minggu? Mmh yang pasti ada hujan pagi, dan sekarang mentari sudah bersinar cerah. Mungkin ke pantai sebentar sore. Pantura tentu saja. Ingin menikmati senja dan merenung tentang hidup dan berbicara dengan Yesus. Entahlah, mungkin sebentar malam pergi ibadah. Yang pasti sekarang hanya ingin mencicil menulis dulu. Selebihnya, semuanya masih rencana, bukan? Bisa dijalankan, bisa tidak. Yang pasti, aku bersyukur untuk hari ini, bangun dengan rasa syukur apalagi sekarang cedera bahuku sudah mulai berkurang. Ini benar – benar hari yang menyenangkan.

After all, seminggu ini aku sebut ‘reconciliation and happiness’ week. Aku bersyukur untuk hidupku. Sangat bersyukur.

Aku jatuh cinta lagi pada hidupku, pada alam, dan pada Tuhan.

Thanx Father, Jesus & Holy Spirit. Amen

(Manokwari, 091011; in love? Tentu saja. Always …)

0 comments: