Entahlah, apa yang kupikirkan malam ini. Ingin menuliskan rasa yang menggumpal dalam hati dengan lancar dalam urutan kata, dalam tuturan namun semuanya mentah. Entahlah. Apakah memang ada yang salah padaku bila harus begini? Rasa yang entah tak bisa kutuliskan. Entahlah. Aku tak tahu.
Malam ini hatiku terasa sangat penuh dan bahkan tak bisa fokus menulis sesuatu yang terarah. Mungkin karena seharian sudah menulis dan mengedit beberapa catatan yang terstruktur sehingga pikiranku terasa penuh. Juga terpikir kejadian alam bawah sadarku. Belum lagi sore tadi, entah angin apa yang melandaku sehingga usai mengetik pukul 3:30 sore, aku langsung ke halaman samping kamar dan menyapu, mengatur bunga – bunga dan menyiraminya. Tak lupa membakar sampah. Tiba – tiba mendapat sebuah momen kalau ternyata bagian samping kamarku yang ada pohon nangka ternyata indah bila memposisikan diriku dari sana dan memandang kamarku. Tiba – tiba ada ide membuat para – para di bawah pohon Nangka karena sangat sejuk bila siang hari yang panas.
Entahlah, tiba – tiba berpikir malam ini, mengapa manusia harus tetap hidup dan bertahan untuk hidup? Entahlah … ada perasaan aneh yang masuk di benakku dan membuatku tak bisa fokus menulis dan hanya bisa merangkai kata kosong seperti ini. Jadinya aku memilih mengirimkan pertanyaan itu pada Q, Miss Gaul dan seorang sahabat cewek. Tak peduli dianggap ‘parasit’ malam ini. Hanya ingin dapat konfirmasi tentang jawaban itu. Entahlah …
Ada beban yang membuatku terasa penuh. Sudah harus berdoa dan curhat penuh dan mungkin harus menangis, walau tak tahu apa yang harus ditangisi. Sejak setahun ini sangat jarang menangis dan mungkin itu yang membuatku tak kuat. Menangis dan juga menulis sangat membuatku lega apalagi ditambah sebuah pelukan seperti yang pernah beberapa kali diberikan Jonathan di saat – saat seperti ini.
Entahlah …. Yang aku tahu, saat ini hatiku terasa sangat penuh namun penuh yang membuatku terus bertanya. Ingin sekali malam ini keluar, bawa motor dan menuju tepi laut mendengar bunyi ombak dan bertanya pada Tuhan malam ini, “Mengapa manusia harus hidup dan bertahan hidup?”. Entahlah … tiba – tiba aku merasa sangat lelah secara mental. Aku baik – baik saja namun pertanyaan itu tiba – tiba muncul di benakku malam ini dan mengonsumsi energiku. Entahlah …
Yang aku tahu, aku tak ingin memikirkannya tetapi pertanyaan ini terus saja berlari di otakku malam ini dan membuatku tak bisa tenang. Entahlah ……..
(Manokwari, 301011; galau: mood)
0 comments:
Post a Comment