Search This Blog

Loading...

Sunday, 9 October 2011

Catatan Lepas

Entahlah … pagi ini langit begitu kelabu, hujan juga baru saja berhenti turun. Suasana yang tepat untuk melanjutkan tidur. Ya, tidur yang sangat nyenyak. Sayangnya, ada kerjaan pagi ini. Taking over a colleague’s task tepatnya. Yang kutahu, Tuhan lagi baik padaku karena minggu lalu aku baru saja resign dari pekerjaan editor tamu di sebuah koran lokal. Bukan karena tak menyukai kerjaan ini tapi karena alasan keamanan diri. Iya, karena pulangnya jam 11 malam lebih dan karena kejadian minggu lalu di halaman rumah. Tawaran kerja dari teman ini membuatku semakin percaya bahwa Tuhan menjawab doaku karena aku bilang, “God, I need extra money”. Iya, karena rencana mo liburan minggu depan. So, wajib ada uanglah di rekening.

Pagi ini, entahlah, hujan yang turun juga membuatku merasa sangat lemah sebenarnya. Apalagi punggung dan tangan kiriku yang masih terasa sakit karena begadang mengetik berjam – jam selama 2 hari lebih. Rasanya seperti balik cedera otot bahu lagi. Ya, seperti masa – masa di ANU dulu dan harus ‘tamu’ di pusat fisioterapi dan tukang pijat.Begitu ringkih tepatnya. Sangat ringkih.

Ringkih. Kata yang repat juga menggambarkan perasaanku untuk Q. Entahlah, kenapa pagi ini aku mengingatnya. Padahal seminggu lalu kami memang sempat kontak – kontakan tapi pada akhirnya, as usual, sudah ada detoksifikasi yang terjadi. Bahkan, sialnya aku berani jujur bilang kalau aku sempat mengasosiasikan bro J dengannya. Ya, iyalah. Banyak kemiripan. Tapi pada akhirnya, aku sadar bahwa in the end, aku belum bisa melepaskan Lelaki Hujan dari kedekatan dengan lelaki manapun. Iya, karena bahkan usai Q membaca SMS – SMSku yang panjang benar itu tentang alasan aku menghilang, asosiasi dirinya dengan bro J dan juga panatai utara, ia mengirimkanku SMS sampai 3 kali hanya untuk bertanya, “Apa yang ko inginkan sebenarnya dari sa diri, yang mungkin bisa sa penuhi secara realistis dan logika?”. Dan jujur, aku bahkan tidak menginginkan apapun, termasuk hubungan ataupun komitmen apapun. Aku hanya nyaman dekat dengannya pada suatu masa, hanya kadang – kadang ingin dengar suaranya, kadang rindu dia. That’s all. Tapi aku juga sudah bilang kalau aku tak akan sering – sering mengganggunya.

Tau tidak? Aku sempat juga mengirimkan satu pertanyaan untuknya, usai pertanyaan padaku, “Sebenarnya ko suka sa atau tidak selama ini. sa cuma ingin tahu jawabannya. Tapi apapun ko pu jawaban, seperti yang sa bilang tadi, sa tra akan sering ganggu ko hidup lagi.” Dan ia tidak membalas SMSku malam itu. Esoknya ia malah mengirimkan link cerita ‘Perempuan yang dicintai suamiku.’ Ia menyuruhku untuk membaca cerita itu, tepatnya memaksa. Yang kudapatkan dari cerita itu, pesan terakhirnya dengan jelas tertulis,” Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.” Tapi aku tak tahu maksud pesan itu. Pesan ini untuk menyindirku tentang dirinya atau bro J ATAUKAH itu yang dia rasakan padaku? Aku tak tahu. Aku merasa ia belum menjawab pertanyaanku.

Entahlah … jadi minggu ini sudah seminggu lagi aku melakukan detoksifikasi perasaan tahap 2. Ya, setidaknya serangan ‘rindu’nya tidak seperti sebulan lalu. Sudah mendingan dan bisa diatasi. Tahu caranya? Pagi ini aku merasakan panggilan untuk berdoa. Ya, berdoa. Cerita pada Bapa, cerita semuanya. Cerita rasa rindu, cerita tentang perasaan. Ya seperti itu. Akhirnya, aku merasa baikan. Sangat baik! Entahlah, aku mau perasaanku stabil saja. Tak ingin ada rindu – rindu lepas seperti ini. Aku tak peduli dengan informasi dari saudara jauhku yang menginformasikan bahwa si Q bilang sudah punya pacar atau apalah. That’s not my business. Bahkan semakin bagus lah bagi proses detoksifikasi perasaanku. After all, aku sudah sadar bahwa aku belum siap untuk jatuh cinta dalam apalagi membangun hubungan dengan lelaki manapun karena proses penyembuhan dengan Lelaki Hujan masih berlangsung. It’s a long time journey of ‘ikhlas’. Ya, ikhlas adalah proses yang sangat berat. Sangat berat bagiku.

Yang aku tahu, aku mau fokus minggu ini menyelesaikan editing bukuku, menyelesaikan desain sampulku dan juga melanjutkan hidup.

Ya, I love my life … absolutely.

(Manokwari, 031011)

0 comments: