Ah saya begitu bodoh berpikir ada orang yang benar – benar peduli pada saya, pada perasaan saya. May, kan saya sudah bilang ‘detoksifikasi’ saja rasa cinta di hati itu. Tidak usah dibagikan kepada lelaki manapun. Pada akhirnya ini hanya ego mereka yang mereka pertahankan, bukan? Tampaknya saya tak usah lagi membahas tentang dirinya lagi, bukan? Kau terlalu bodoh, selalu mau percaya. Itu saja.
Sudah, lupakan saja dia. Kau tahu mulutnya kan memang begitu, pilihan katanya sama, tak berperasaan. Lupakan saja, dia. Apa sih yang kau cari sebenarnya. Kau hanya butuh Tuhan, hanya butuh orang yang benar – benar mencintaimu, menerimamu apa adanya, yang mengerti bahwa kau keras kepala, yang mengerti profesionalismemu, yang mengerti bahwa tidak semua kata dapat dikeluarkan, dapat dikatakan, dapat diucapkan. Ada kata – kata yang hanya dapat kau katakan di hati, yang hanya dapat kau tuliskan dalam diam dan penuh air mata, yang hanya bisa dibaca oleh segelintir orang. Tak perlu kau masukan ia dalam daftar orang yang perlu kau pedulikan, daripada kau semakin terluka.
Kau tahu, lagunya the Corrs malam ini benar – benar harus kau nyanyikan, May. Iya, nyanyikan “everybody hurts” besar - besar dan mari menangisi diri. Iya, menangisi ketololan untuk percaya lagi pada orang lain, walau secuil. Hilangkan Oksitosinmu untuk orang itu, May.
Damn, kenapa juga SMSnya Q bisa bikin sa emosi berat naik tingkat tinggi. Dasar mulut lau – lau nih, ember bocor trada saringan, tra bisa jaga perasaan orang lain, tra bisa lihat topik mana yang sensitif atau tidak. Kepala laki – laki suntung mulai sukses mengaduk – aduk emosiku lagi. Damn!!!
Ah rasanya ingin segera menenggelamkan kepalaku malam ini dalam bak mandi. Biar dingin dan air mata ini hilang dengan cepat. Ya … damn Q. Benar – benar Qmai seh. Dasar, pasti de lagi tertawa senang nih lihat sa jadi sensitif begini, lagi marah – marah. Lau – lau seh.
Andai sa bisa ketemu de face-to-face malam ini, sa pasti su maki – maki dia sampe puas seperti dulu. Ya andai saja, biar bisa meledak kas keluar emosi tumpah ruah. Mangkali karna begini jadi sa jatuh cinta sama dia kapa eee HAHAHA. Iya, karna sa tra perlu jaga emosi, tra perlu jaga citra, tra perlu tahan – tahan barang yang ada di hati juga. Perasaan lau – lau seh.
Sial, de pu SMS trakhir yang baru masuk ini, dammmmmmn… sa emosi naik langsung tabrak tiang dan kabel putus langsung seh. Dasar nyong parlente mulut bocor seh, bikin pastiu skali ooo. Adoh nih kena kutukan dari sebelah mana sampe tinggal talingkar deng laki – laki Ambon trus seh. Mana sa sejak kecil su tra suka dong baru, biar sapu mama dibesarkan sebagai orang ‘Maluku’, biar ada fam ‘Ambon’ pica di sapu surat lahir, biar sa pu tampang lebih Maluku. Damn dobol – dobol seh. Adoooooooooooh kenapa sejak kaka di Jayapura, sa harus talingkar deng nyong – nyong dong trus ka . Anggrek bulan seh, sa emosi skali ooo. Bikin sa pu kerjaan terjemahan langsung kena badai tahambur di mana – mana. Qmai seh, persis seperti de nama suda. Dasar laki – laki nama kota di Jepang seh. Bikin pastiu skali. Macam rasa gargatang ko kaku tahan marah seh. Nyong ee, ale beking beta pung hati hancor panggal – panggal seh. Kakarlak lapis deng anjing air baku talingkar deng anjing santan seh *Sh** kenapa sa su maki – maki lagi.
Damn, laki – laki ini de ‘KUTUK’ atau ‘BERKAT’ sebenarnya sih. Macam trada romantis2nya ka ooo, bikin sa meledak trus oooo. Sebentar lagi mercon pica – pica di atas sa pu kepala kapa eee. PASTIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIUUUUUUUUUUUUUUUUUU skali seh.
Gosh, benar – benar butuh terapi *HIKS.
(Manokwari, 201011; gara – gara Q seh, adooh de ini ‘kutukan’ ka ‘berkat’ eee)
0 comments:
Post a Comment