Search This Blog

Loading...

Tuesday, 27 September 2011

someone like you

Entahlah … suara Adele yang membelah malam dengan “someone like you”nya sukses menemaniku. Entahlah, aku lagi suka pada lagu ini minggu ini, tergila – gila tepatnya usai mendengar lagunya di sebuah saluran musik. Entahlah … lagu ini benar – benar ‘me-song’. Liriknya pas – pas tulang. Entahlah … why I can’t just let go this feeling? As some friends told me, that’s I’ve never completely reconcile with my past. Just don’t know.

Mungkin itu sebabnya aku sering sulit tidur, selelap apapun itu, pasti selalu terbangun tanpa sebab. Entahlah ….

Entahlah, lagu patah hati selalu sukses menjadi pengiring hari – hari di sela – sela teriakan lagu penyemangat. Semoga ini bukan karena fase depresi yang kumat. Please, I just want to have sort of ‘normal’ state for a while, Bippie. Yet, my bippie tends to make me feel ‘moodless’.

Aku suka kata – katanya Adele:
Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best
For you, too
Don't forget me
I begged
I remember you said
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead

Entahlah … mengapa malam ini aku ingin menangis untuk lirik lagu ini, ya untuk lagu ini. entahlah … lies deep within me, there is such an unfinished business; a question with a big question mark before my eyes. Why you never chose me? You know, nobody wants to be left behind.

Ah mungkin aku sudah harus bilang pada alam bawah sadarku, “Never mind. I’ll find someone better than you.” Ya mungkin seperti itu.

Ini minggu rekonsiliasi dan entahlah … sekali lagi aku bertanya pada hidupku, for the better or worse, for the black and white … entahlah, beban ini terasa berat, saat dada terasa sesak dan malam – malam panjang yang lembab mengisi paru – paruku, .. Never mind. Entahlah ….

Adele sekali lagi mengiris hatiku dengan suaranya:
Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
And memories made
Who would have known
How bittersweet
This would taste


Sialnya …. Kau tak akan pernah bisa membaca catatan ini bukan? Ya, aku cukup sadar akan hal itu. Kau tahu, tiap hujan turun, kadang – kadang kenangan denganmu masih basah di ingatanku. Ya masih basah.

Tapi aku ingin bilang, ‘Never mind’. I must finish it, right?

Entahlah …. Apa memang rasa antara benci dan cinta begitu tipis? Entahlah, di tiap hubungan yang ada, di tiap relasi baru, selalu ada kau di tengah – tengah. Sebuah batas antara terjaga dan ilusi. Kau tahu, bahkan beberapa hari lalu, entahlah … I just want to show you that I’m fine, beautiful dan entahlah …. It seemed like I want to impress you. SH**!!!

Entahlah … kau selalu ada menjadi sebuah batasan, for the better or worse, seperti pendulum yang bergerak dan membuatku berpikir, “is it real or unreal?” Entahlah, kau ‘contoh kasus’ terbesar yang kupunya dan selalu akan menjadi my bittersweet man.

Entahlah, apa kau ingat, seminggu setelah ulang tahunku tiga tahun lalu, aku memberimu kesempatan kedua!!! Ya, kesempatan kedua usai kau cabik hatiku dengan sangat manis, ya tanpa undangan, bukan?

Entahlah, mengapa malam ini aku harus mengingatmu, tiap kali mendengar lagu patah hati, pada tiap relasi baru yang kujalin, pada tiap momen bahagiaku. Entahlah .. Never mind, I’ll find someone better than you.

Aku tak tahu dan tak mau tahu kabarmu, kau tahu itu. Jadi, jangan pernah menyapaku, ataupun berusaha menarik perhatianku kala kita berpapasan apalagi menatapku dengan pandangan ‘poker face’mu itu. Entahlah … I have your look, karena di sana masih kulihat cinta yang sama.

Kau tahu, beberapa hari lalu kala melihat pernikahan kerabat jauhku yang suaminya adalah sahabatmu, entahlah … ada perasaan yang pecah di hati. Ya pecah, itulah sebabnya aku memilih mendengar “Someone like you”nya Adele. Entahlah … there’s a big question mark hanging in front of my eyes … Why you never chose me? At least, fight for our love. You know, at that time, I was so ready to leave everything. Yeah, to betray everybody I love … Damn, why this feeling consume me this dawn?

Kau tahu, aku hanya ingin berdamai dengan diriku, berdamai dan berjalan lagi. Siap untuk berjalan, untuk bicara, untuk melepaskan diri dari ketakutan – ketakutanku. Aku ingin minggu ini benar – benar jadi my pacific week, benar – benar bisa rekonsiliasi.

Sialnya, lagu Adele benar – benar membuat hatiku teriris … Entahlah … kau tak akan pernah tahu karena memang kau tak pernah mau tahu, bukan? Sialnya, aku masih berusaha melepaskan diri dari kenanganmu. Aku hanya berharap bulan depan, aku bisa benar – benar menyelesaikan urusan perasaan bodok ini.

Never mind, I’ll find someone BETTER than YOU!!!

Itu janjiku malam ini.

(Manokwari, 250911; 02: 35 a.m. Suddenly thinking about ‘Lelaki Hujan’)

0 comments: