Search This Blog

Loading...

Wednesday, 7 September 2011

Q, Rindu dan Mimpi

Rindu ini mencuri akal sehatku. Entahlah …. Kelemahan jadi makhluk sentimental mungkin seperti ini. Rasionalisasi sudah berjalan baik, aku sudah tenang, sudah baik dan hujan deras hari ini membuatku mengingat tawanya, candanya, suaranya. Entahlah … hari ini sejak siang aku rindu Q. Entahlah …

Pasti karena lagi PMS. Pasti karena hujan. Aku paham benar bagaimana hujan selalu sukses membuatku melankolis, setegang apapun situasinya, sesibuk apapun deadline-nya. Selalu saja ada ruang hati tempat rindu terkubur pecah dan menghamburkan rasa – rasa manis yang pernah tersimpan. Sial!

Bahkan di sela – sela kerja ‘bantu – bantuku’ kala menunggu tulisan beberapa teman untuk kulihat susunan bahasanya, entahlah … rasa rindu itu pecah kembali. Berita pembunuhan seorang nenek yang diperkosa dan ditebas kepalanya di Prafi minggu lalu bahkan belum sanggup mengenyahkan rasa rindu ini. Setali tiga uang, remaja muda yang tewas saat terjun di bendungan pun beritanya hanya singgah sebentar di benakku kala mataku mengedit beritanya. Semuanya karena Q. Ya, hujan malam dan aku mengingat SMS candaan kami lebih dari minggu lalu, hari yang malamnya aku salah mengirimkan SMS curhatku. Entahlah … bayang Q lekat di dinding ruang itu, di layar – layar komputer PC, di kipas angin tinggi yang berputar berderak dan kepulan asap – asap rokok yang kerap membuatku perih di mata. Entahlah … merindukan candaan ‘gila’ lelaki ini.

Aku harus mulai kembali merasionalisasikan perasaanku. Harus bisa! Tak ingin hatiku kembali kacau balau karena menahan rasa tak jelas ini. Lagipula semuanya kan sudah selesai. I told him what I have felt for him. It’s over! Tak ada lagi kepalsuan. Semuanya tamat! Jadi … be realistic and get real saja lah, May! After all, dia juga cuma menganggapku teman. Tak lebih! Jadi … harus selalu mengingatkan diri untuk jangan merindukannya lagi. Entahlah … rasa ini membuatku tak nyaman. Yang pasti, aku selalu bilang pada diriku untuk jangan lagi mengirimkannya SMS apapun, karena toh aku harus bisa realistis. Get real dan melanjutkan hidup. Jangan pernah menabur harapan apalagi sampai ba’rinso seperti ungkapan teman lamaku si Ola dari Ambon; ‘rindu sombar’.

Entahlah … aku tahu Q pasti tak memikirkanku apalagi merasakan apa yang kurasa untuknya. Aku bukan tipenya. Aku tahu itu! Cukup sadar diri. Aku hanya tak suka rasa ini, telanjur jatuh cinta. Itu saja. Entahlah, ini bukan penyesalan sebenarnya. Hanya entahlah … tak nyaman dengan rasa seperti ini.

Rasa seperti ini sebenarnya sudah mulai kurasakan sejak kemarin, hingga terbawa mimpi. Rasa tidak nyaman tentang perasaanku. Entahlah …!!! Mungkin juga karna PMS ini. *satu poin tak enaknya jadi cewek?

Semalam aku bermimpi seorang lelaki mengirimkan pesan lewat temannya beserta titipan kaos oblong berwarna merah muda dengan pesan kalau ia ingin aku memakai kaos itu kala aku berkunjung padanya di sore hari sekalian kaos itu menjadi ungkapan perasaannya dan menanti jawabanku. Lengkap dengan sejumlah ‘DOs’ and “DON’Ts”. Di label bungkusan itu, kubaca pengirimnya bernama ‘Lou’. Toh kuingat lagi kala aku bertemu di sore hari, namanya bukan lagi ‘Lou’ tapi ‘Ferdy’. Entahlah mimpi yang kacau sebenarnya. Toh aku ingat benar dalam mimpi itu aku bertemu dia dan mengembalikan kaos pemberiannya dan bilang kalau aku tak ada perasaan apapun untuk dirinya. Entahlah ..

Mimpi tentang pakaian mulai kembali lagi. Selama beberapa tahun, dimulai sejak tahun 2003, tiap kali bermimpi tentang pakaian akan berhubungan dengan cinta. Entah ‘ditembak’ cowok, dilamar, patah hati hingga dikhianati. Seperti dulu waktu pacaran dengan pacar pertamaku, si EQ. Aku ingat waktu itu tahun 2005, aku bermimpi kemeja terbaikku dicuri seorang perempuan. Benar, tak sampai beberapa minggu, EQ ketahuan berselingkuh. Itu rasa patah hatiku yang pertama dan entah kenapa hingga kini, pengalaman seperti itu SELALU menjadi bumbu dalam hubungan yang kupunyai. Entahlah … dan mimpi seperti ini selalu membuatku bertanya … tapi toh saat ini aku lagi lajang. So, what the future will bring? Je ne sais paz.

Malam ini yang kutahu, aku ingin semuanya NORMAL besok pagi. Apalagi aku dan El berencana besok pergi hunting pakaian di butik, mencari kosmetik wajah, berburu bahan ajar untuk les dan tugas relawanku dan tentu saja berburu musik yang sayangnya bajakan plus cuci mata memantau beberapa furnitur. Tentu saja kami akan berdandan sangat cantik.

Entahlah …. Aku mungkin sedang berbohong pada perasaanku kalau aku memang kangen berat sama Q, sangat kangen … TAPI akhirnya semua itu hanya perasaan dan minggu – minggu penantian wawancara kerja benar – benar butuh emosi yang harus lebih banyak disalurkan pada pekerjaan. Apalagi semua kerjaan kursus privatku wajib kulanjutkan. Tak boleh melankolis!

Akhirnya, hidup hanya perlu berlanjut. TAPI tak ingin kapok jatuh cinta. Entahlah apa yang akan menanti esok hari. Masih tak paham. Yang pasti malam ini, aku rindu Q. Titik!

Damn, I was smart until I fell in love!!!

(Manokwari, 040911; 11.31 p.m.)

0 comments: