Search This Blog

Loading...

Monday, 12 September 2011

Mimpi, Ular, Q dan hal tak penting lainnya

Lionel Richie menemaniku siang ini usai hujan yang turun deras. Aku memang sedang jatuh cinta pada hidupku sejak seminggu menjelang ulang tahunku. Tapi saat bangun pagi aku sempat merasa tak nyaman karena mimpi semalam. Untung ada beberapa teman yang menyemangatiku dengan balasan pesan mereka dan tentu saja dua cangkir mochacino. Catatan ini tentang mimpiku semalam dan emosi tersembunyiku beberapa hari ini. Entahlah …

Semalam aku pulang kerja terlalu larut, hampir jam 12 malam berkendara sendiri dari tempat kerja. Manokwari baru saja menari dengan hujan. Tak punya banyak waktu, masih sempat membujuk keponakan yang hendak tidur, meninabobokannya dengan senandung lullaby dalam pelukan. Tangan encok langsung, mana di tempat kerja sambil menunggu editan berita, aku sibuk membuat sketsa.

Nah mungkin karena terlalu lelah, yang ada aku malah mimpi buruk. Bermimpi pergi ke suatu tempat. Intinya, berada di pinggiran pantai, menjaga seorang anak kecil yang entah kenapa setelah beberapa adegan mimpi ia tak ada lagi diganti dengan dua ekor ikat jingga mirip si Nemo yang enggan kukembalikan ke laut. Adegan berganti dan aku menjadi jagoan atau penonton dalam sebuah adegan ‘baku bunuh’ di sebuah tempat dan bertemu seorang lelaki yang kupikir kukenal di sebuah jembatan kayu. Melihat ke bawah jembatan, tepatnya di sebuah kolam pinggir kali. Kala seekor ular seperti kobra menggigit belut dengan tato dan ukiran seperti huruf ‘U’. Sayangnya, lelaki itu mengambil ular yang kuyakin berbisa itu dan melempar ular itu ke tubuhku, menggigitku. Dalam mimpi aku ketakutan setengah mati digigit ular berbisa. Herannya aku tak mati. Bahkan seorang lelaki tua datang padaku, menawarkan agar racun itu dipindahkan ke dirinya. Dalam mimpiku, ia mengambil racun dari tubuhku dan aku melihatnya mati dengan busa di mulutnya. Ia mati bagiku.

Aku tak ingat apapun lagi hingga bangun. Hanya mengingat ada ular yang menggigitku dan seorang lelaki tua yang menolongku, mengambil racunnya yang ada di dalam diriku. Entahlah …

Mungkin hujan sejak semalam membuat alam bawah sadarku kacau balau. Ditambah lagi pesan – pesan singkat dari miss Gaul yang bilang kalau ia ketemu Q dalam resepsi nikah akhir pekan (yang dikirimnya tengah malam tapi baru kebaca di Minggu pagi). Pesan – pesan singkat miss Gaul membuatku hampir ketawa, entahlah disebut rasa apa ini. Aku hanya tak mau percaya atas interpretasi miss Gaul. That’s all. Apalagi aku sedang jatuh cinta pada warna jingga dan hidupku dan merasa sudah sangat siap. Hanya sedikit terkesiap dan seperti ekspresi wajah ‘really?’ *HAHAHA. Ya, ini pesan – pesan miss Gaul yang membuatku ketawa. Abis, aku membantah semua pendapatnya miss Gaul dan menganggap itu hanya ‘pembakaran’nya Q saja, as usual maksudnya. Tapi memang sangat sulit membantah miss Gaul, abis de lebih expert dan biasanya selalu benar HAHAHA. Jadi nih SMSnya miss Gaul:

“Sist, su tidur? I met Q this afternoon n we chatted a lil bit. He’s kinda frustrated ou ur changing ;-)”
“Hahaha de serius. Sa lupa pertama de bilang apa tapi akhirnya sa yang panggil dia baru tong baku ganggu. Sa bilang ‘aeh bicara di mulut saja.’ Baru da bilang ‘da (ko)yang takut. Sa ada ini.’ Sa bilang, ‘woi da tuh cewe, ko yang cari dia to ..’ Ana ko langsung bikin muka bodok … hahahaha”
“C’mon! We’re not being 28 4 nothing! I’m now a people person … I can tell from the way he started the conversation with me n his expression … hahaha”

Membaca pesan – pesan ini, Ya anggap saja aku berada dalam motion “really?” tentu saja kembali ketawa bokar – bokar. It’s like a joke di akhir pekan. Ah tampaknya hati saya sudah benar- benar siap being single di umur 28 HAHAHA. Ini pasti pengaruh sepatu oranye baru jadinya tak kepikiran banget dengan isu Q. Walau memang masih ada ‘rasa’ yang tersisa untuk dia. Tapi toh, I’m turn 28th this weekend.

Intinya, mo mimpi digigit ular kek, mo ada isu Q kek, aku lagi jatuh cinta pada sepatu baru, pada jingga dan tentu saja pada hidupku. Ingin merayakan ulang tahunku dengan duduk merenung dan melihat pencapaianku selama 28 tahun ini; masih tetap hidup sebagai bipolar aktif HAHAHA.

Hidup akan berlanjut dan aku ingin selalu seperti jingga di langit. Tetap cantik walau ada hujan, ada kabut atau apapun. Menjadi refleksi, highlight kasih Tuhan tentag sesuatu yang bernama ‘determination’.

Aku, pengidap bipolar, yang (sedang) jatuh cinta (atau dalam mood Mania??) !!!

(Manokwari, 120911)

0 comments: