Search This Blog

Loading...

Wednesday, 7 September 2011

Hujan,Kopi dan Cinta

‘Where love goes, I don’t know’, itu kesan yang kutangkap dalam sebuah pagi hingga sore. Hari ini langit tampaknya masih senang menggantung warna – warna kelabu. Sedari pagi ini aku merindukan cinta, entah kepada siapa. Entahlah … pagi yang sendu dengan sesapan kopi pahit di mulutku. Ini gelas ke dua pagi ini, dari mochacino ke kopi hitam. Lengket, pahit dan menggetarkan. Apalagi beberapa sendok bubuk kopi murni sedari tadi sudah kucampurkan ke lulur minggu ini (FYI, I make my own scrub, tema minggu ini KOPI.). Entahlah … pagi ini aku merasakan getir di hati bercampur rindu dan sesekali cinta yang pecah di hati. Salahkan pada hujan, kopi dan musik!

Cinta mungkin perasaan yang sangat sulit kujabarkan. Tiap kali rasa ini bersirobok dengan akal sehatku, entahlah .. aku jadi begitu bodoh. Jadi ingat sebuah ungkapan di artikelnya Cosmopolitan di bulan ini, “I was smart until I fell in love.”. Ya itu ungkapan yang tepat saat ini. Sangat tepat!!!

Tentu saja Q sudah tak lagi hadir di hidupku, baik lewat SMS maupun telpon, hanya komentarnya minggu lalu di foto di jejaring sosialku. Itu saja. Beberapa minggu terakhir malam intensitas persinggunganku dengan si Arc yang lebih banyak. Dia ‘lucu’, bukan dalam artian negatif tapi sikapnya kadang bikin kutersenyum mengingatnya. Kadang kupikir sikapku padanya memang kurang respek, entahlah. Lebaran hari ke dua kemarin karna si miss Oxygen, aku dan El singgah dan nongkrong di pondok, dan menjadikannya sebagai sanctuary untuk memaki miss Oxygen keras – keras dengan kata – kata dari ‘percuma pi rajin facial oxygen tapi trada perubahan yang signifikan di muka’ hingga ‘tukang bapinjam barang tra tau kas kembali sampe berabad – abad.’ Belum lagi acara makian kami ditemani dengan irisan mangga hutan yang direndam campuran gula rica garam cair. FYI, aku yang memanjat tangga 4 meter itu lengkap dengan pakaian jalan – jalanku hari itu (baju seksi hitam, celana ketat, lengkap dengan aksesoris dan syal rambut panjang a la cewek gipsi). Jangan tanya bunyi seng pondok bro A dihajar bunyi jatuhan mangga. Tak sadar kalo si Arc lagi tidur manis di dalam pondok. *otak nangka banget.

Tapi … tetap saja ia kakak yang manis, buktinya seperti biasa, aku ditawarin gorengan dan bukannya orang lain. Bahkan yang lucu beberapa hari lalu saat itu sudah malam, sambil diskusi tentang miss Oxygen, ada El, bro A dan Arc. Nah saking gemasnya sama cewek ini, tak henti – hentinya aku ngomel – ngomel tentang kelakuan para cewek ini. Heran saja deh kenapa cewek pada suka ngomong yang kayak gini, di hari lebaran pula. Macam tra bisa hargai maknanya berlebaran ka!!! Macam trada bahan pembicaraan lain saja ka!!! *gemas

Nah saat itu aku iseng bilang sama bro A, ‘Baru kak tra berburu minuman kaleng ka? Kan lumayan hehehe’. Tiba – tiba si kakak merespon dengan bertanya padaku, ‘mau minuman kaleng ka?’, sambil memandang dan menunggu jawabanku. Seperti biasa, aku tak mau bersemangat menjawab, takutnya dikira cewek matre dan oportunis karena toh aku juga sanggup membeli. Jadi kujawab saja, ‘kalo ada ya mau saja.’ cuma nadaku biasa saja, datar. E tak dinyana, si kakak bilang, ‘kam tunggu e sa ke kos ambil akan.’ Damainya, sa dan El berpandangan dan pikir kakak hanya bawa beberapa kaleng, maksudnya kan ya de cuma tawarkan, pastilah sekedarnya. Gosh, aku dan El terperanjat dan berpandangan, sampai – sampai El berujar, ‘Pujiiiiiiiiiii’ dengan suara kaget. Bagaimana tidak, kakak datang dengan sekarton Calpico Soda rasa Melon. Full of surprise tentu saja!!!! Lucu banget lihat reaksiku dan El. We don’t expect it!!!

Anyway, seperti hari yang kelabu hari ini. Aku percaya untuk urusan cinta atau perasaan ke depannya aku pasti akan baik – baik saja. Toh langit pasti akan cerah, pelangi akan muncul dan aku bisa kembali membaca awan, menerjemahkan hujan dan menginterpretasikan angin. Hidup cuma satu kali, kenapa harus bermuram durja?

Seperti bacaan kitab tadi malam, di Yosua 1. Aku harus ‘be determined and confident.’ Ya pasti, karena hidup cuma satu kali dan Yesus masih jadi juru selamat dan kekasih jiwaku.

Selamat datang hidup!!!

(Manokwari, 030911; di sela – sela mengerjakan esainya Echy)

2 comments:

Anonymous said...

Izin share

meimosaki said...

silahkan ... yang penting jangan lupa cantumkan nama pseudonym saya hehehe