Search This Blog

Loading...

Wednesday, 28 September 2011

Catatan Kecil untuk Lelaki Hujan

Ini saatnya berdamai, bukan?
Saat kau dan aku memilih jalan yang berbeda. Saat kita tak lagi sepaham. Saat nasib memainkan langkah kita.
Aku hanya ingin ikhlas, Al. Hanya ingin bisa melepaskanmu dari kenangan, dari hati, dari semua yang pernah terjadi.
Aku tak membencimu. Aku hanya tak suka kala kau memandangku lagi dengan pandangan cinta itu.
Kau tahu, rasanya seperti dadaku sesak dan ada yang hendak pecah…
Dan itu membuatku terluka (karena tak bisa memilikimu).

Entahlah … apa kata orang – orang
Aku tak akan menunggumu lagi.
Aku mungkin akan merindukanmu kadang – kadang.
Maafkan aku!

Aku ingin terbang lagi, Al.
Dengan sayap – sayapku yang menguat.
Aku tak ingin lagi menampakan wajah kuatku kala bertemu.
Aku ingin kau tahu bahwa aku masih tetap kehilanganmu.
Karena kau pernah menjadi yang terindah di hatiku.

Tapi, aku ingin mengikhlaskanmu di tahun ini. Selamanya pergi. Selamanya terkubur.

Kau tahu,
Aku hanya ingin menyapa cinta yang baru yang mungkin kelak kan tumbuh di hatiku. Hingga aku tak takut lagi untuk terluka, tak takut lagi untuk mencintai orang lain dengan dalam, tak takut lagi untuk melangkah ke depan.

Aku ingin mengikhlaskanmu pergi, itu saja.

Selamat tinggal, Lelaki Hujanku.

(Manokwari, 280911)

0 comments: