Entah malam ini malam ke berapa aku melakukan proses detoksifikasi perasaan. Entahlah, mungkin karena dikejar pekerjaan plus sudah ada rutinitas, pikiran ke Q sudah tak seintens biasanya WALAU memang kadang masih kepikiran tapi bebannya tak seperti biasa.
Guess what? Malam minggu kemarin, usai pulang menggosip di rumah sahabatku, sudah jam 12 malam kurang, si Q mengirimiku SMS. Entahlah de takena apa begitu … padahal sejak acara ungkap bin ungkap, suasana pun sunyi. Aman, terkendali …. Tertib!! Jadi SMS si Q di tengah malam benar – benar mengubah mood-ku. Jujur malam itu aku mo ketawa. Kena apa si nih anak? SMSnya standar banget, “Selamat malam minggu buat kuli pena”. Kayak mo ketawa beneran … Mudah – mudahan ini bukan karena status FBku yang memang lagi terkena euforia ‘mas ganteng’, ya iyalah … dengan jelas kutulis, “Ah hidup ini indah, seindah tampang mas ganteng ….”.
Entah apa yang dipikirkan Q malam itu. Awalnya hanya dari selamat malam, e menjalar ke jenis SMS pedenya yang kadang bikin ‘ganas’ seperti malam itu dengan pedenya ia bilang, “sa tahu dirimu pasti sedang memikirkanku hehehe”. Kepedean banget deh … padahal malam itu salah satu malam free-ku dan malam itu yang kupikirkan malah kejadian insiden SMA Oik karena tawurannya terjadi di depan mataku, kala melihat orang digebukin seperti anjing yang digigit ramai – ramai. Jadi masih kepikiran.
Malam itu si Q terang – terangan bilang ia tak percaya aku mengidap bipolar, ia bilang sikapku terlalu dibuat – buat dan juga ia bilang sikapku yang aneh karena terlalu banyak membaca. Ketika aku menyindirnya tentang sikapnya tentang bipolarku, karena kurang baca tetapi lebih suka nonton bokep … e ia bilang nonton bokep lebih bijak dan nyata dibandingkan imajinasiku dan dunia khayalanku yang aneh. Terang saja ada yang menggelegak di dada dan langsung saja, kuberi nasehat satu bab, termasuk dengan perkataan andalanku, “hahaha setidaknya sa lebih tahu sapu diri lebih baik dari ko. Itu saja. Lagian kalo sa bipolar, kenapa juga? Setidaknya sa masih bisa kontrol diri tra bunuh diri saat fase depresinya.” Dan pembicaraan kami pun SUNYI!!! Trada balasan. De tra tau ka kalo sa suka debat, apalagi kalo su tra pake perasaan. Pasti jadinya sinis!!!
Besok paginya, niat isengku kumat. Balasan nih, karna ulahnya semalam yang mengubah moodku. Jadi paginya sebelum ibadah, iseng – iseng kukirimkan SMS yang dikirim juniorku, “Cintailah seseorang cukup dengan HATI, tidak dengan JIWA. Supaya suatu saat nanti jika kita kehilangan dia, cukup SAKIT HATI, dan tidak SAKIT JIWA hahaha *pagi ini baru z pikir ko =D”. Rupanya ia terpancing juga. Ia penasaran kenapa aku memikirkannya. Yang kujawab hanya dengan ‘hahaha’ di balasan pesanku. Mungkin tak mau ketinggalan momen, ia membalas dengan pesan, “besok kayaknya kita berdua harus punya foto – foto pribadi ne ..”. yang kujawab dengan tandas, “No comment. Sa lagi mo siap pi ibadah. Happy Sunday”. Masih tak menyerah ia melanjutkan dengan informasi kalau ia juga mau pergi ibadah, tetapi dengan embel – embel, “kalau saya ke Manokwari, ajak sa jalan2 eee hehehe”. Ah dasar si anak mama nih. Pulang ibadah memang kami masih saling berkirim pesan, cuma jawabku rada cuek dengan penuh “hahahaha” atau “whatever” plus mengganggunya “si anak mama dan manja” jadi jangan merepotkan acara jalan – jalanku. Ya iyalah, aku sudah mengabsen kegiatanku.
Satu yang pasti, semua perkataan sahabatku si M benar tentang lelaki bertipe seperti Q. Susah dihilangin dari hidup, plin – plan, biar dikasi clue sampe bagaimanapun, masih peragu. Sialnya … sulit banget lepas dari mereka. Apalagi si M penggemar acara baca zodiak, diabsen banget sikapnya Q yang konon berasi Libra. Timbangan, rutuk si M yang fansnya juga berkelakuan sama dengan Q dan sialnya lebih muda 3 tahun juga dari M. Nasib banget!!! Semakin kita menjauh, e mereka mendekat. Semakin kita mendekat, e mereka cuek. Capek deh …!!!
Intinya, beberapa hari ini aku bahkan tak punya pikiran selain kerja, kerja dan kerja. Mana ada pekerjaan ke luar kota beberapa hari mendatang, plus ada tes TOEFL lagi. Ditambah lagi sepupu jauhku mau menikah. Lengkaplah sudah!!!! Bukannya apa, karna si lelaki hujan juga sobatan mati dengan calon iparku dan sepupuku … saatnya balas dendam dengan memakai a dress to kill … dandan secantik – cantiknya ka ini sambil bawa cowok baru. Sayangnya, karna tak ada cowok, ya miss M yang kubawa, apalagi ia kerap menjadi teman jalan untuk kondangan. Kalo tidak ya si El, adik lelakinya yang makin kerap disangka sebagai pacarku, padahal si El itu benar – benar gossiper sepertiku HAHAHA. Bisa kena maki tuh orang – orang!!!
Anyway, aku mau menikmati ‘kencan berbayar’ beberapa hari ini dengan Alex, si bule Amrik ganteng ini. Lumayanlah dibayar sebagai penerjemah (walau rate-nya tak sebesar klienku yang lain) ke sebuah kota pemekaran ngurusin urusan sosialisasi program perdagangan karbon, menikmati suasana baru dan bepergian … at least, dengar – dengar si Q lo datang liburan untuk wisuda adiknya plus liburan lebaran di Manokwari. Jadi di tanggal momen itu aku sedang tak di Manokwari. Benar – benar proses bajalan ukur jalan forever.
Ah hidup itu indah. Thanx Bapa, Yesus, Roh Kudus. Amen
(Manokwari, 220811; hidup itu indah? Iyo too)
0 comments:
Post a Comment