Search This Blog

Loading...

Saturday, 6 August 2011

Q mellow

Suara India.Arie dengan ‘Ready for Love’nya mencabik jiwaku malam ini. Entahlah … malam ini aku merasa sangat melankolis skali, sangat mellow. Entahlah … ini untuk perasaanku beberapa minggu terakhir, khususnya kedekatanku dengan Q. Entahlah … ada ragu yang tiba – tiba muncul di hati, is he real? Atau hanya sebaris semu yang hadir.

Entahlah … bayang lelaki hujan masih basah dalam ingatan, menggurat luka yang enggan kering. Bukan cinta untuknya, tentu saja. Tapi lebih ke luka yang masih menganga dan kadang masih berdarah. Luka pengkhianatan dan kecewa plus sakit hati masih ada, dan mungkin jadi penghalang untuk percaya adanya cinta yang akan datang. Pesimis, tepatnya!

Keceriaan yang dibawa Q, kekaguman yang ditimbulkan Arc, malam ini semuanya terasa semu. Ah mungkin aku yang terbawa suasana hati terkagum – kagum dan suka dengan kehadiran mereka. Tapi toh …. Ada galau yang masih ada dan sekarang muncul menganga di hadapanku malam ini, memaksaku bangun dari sebuah tidur suri, memaksaku untuk melihat bahwa semuanya semu. Sebuah euforia sesaat!

Entahlah, malam ini aku merasa aku harus menjaga jarak dan mengontrol perasaanku khususnya dengan Q. Memang akan terasa berat karna aku telah kecanduan dengannya, dengan perhatiannya mendengar curhatku, menjadikannya teman yang bisa saling memaki, teman baku gara tetapi juga berdiskusi dalam dari pilihan hidup hingga ketololan. Lelaki yang sangat lengkap sebenarnya.

Entahlah, tapi smuanya membuatku takut salah saja. Takut s’muanya hanya khayalan semu plus juga minder berat dekat dengannya. Entahlah ,selalu dalam diriku ada rasa marjinal yang tidak akan pernah tersingkirkan. Rasa tidak akan pernah bisa bersaing dengan perempuan lain bila seandainya target yang kudekati ternyata mempunyai fans yang lain juga. Ataupun bila target terlalu shining. Rasa minder dalam urusan perasaan memang jadi masalah sejak dulu, tak pernah merasa pede.

Tapi malam ini, rasa keraguan itu mengonsumsiku. Mengonsumsi akal sehatku lagi. Mengonsumsi kepercayaan diriku dalam urusan perasaan, dan kembali lagi melankolis. Jatuh pada titik terendah. Entahlah …. Jadi teringat pada kutipan kata – katanya Eliza V. Handayani dalam novelnya ‘Area X’ beberapa tahun lalu.
“Aku merasakan segala hal indah bersamamu. Tapi kurasa, aku takut untuk percaya bahwa semua ini nyata. Aku takut jika ternyata aku hanya sedang berkhayal. Aku takut untuk percaya kau nyata, padahal sebenarnya tidak. (P.299)“

Mungkin itu kutipan yang tepat menggambarkan emosiku malam ini. Entahlah ...

(Manokwari, 030811; cinta-ini-membunuhku???)

0 comments: