Search This Blog

Loading...

Tuesday, 23 August 2011

Pagi, Kopi dan Sepotong Firman

Pagi yang panas. Bangun terlambat, sekitar pukul 8.30 a.m. Kelelahan sekali, sisa dari jogging dua hari lalu putar satu gunung, kerja, bajalan sana – sini plus kejar orderan terjemahan. Satu kata untuk semua; LELAH!!!!

Mood pagi ini jujur sedikit mellow. Mungkin lagi masuk masa transisi kembali. Tapi aku tahu jelas alasannya. Bukan karena cinta. Bukan sama sekali. Itulah sebabnya aku memilih ngopi pagi – pagi, dengan kopi jenis Arabica. Mereka bilang ‘kopi Toraja’. Entahlah … aku butuh penyemangat. Setidaknya kopi bisa membantuku. Tak lupa aku memilih membaca Firman pagi ini. Mungkin pendeta jemaatku dalam khotbah minggu kemarin memang benar, kadang orang Kristen hanya menganggap Tuhan sebagai ‘Apotik’ dan Alkitab sebagai konkordansi pecari resep obat. Entahlah … pagi ini, yang aku tahu aku butuh Tuhan. Untuk menjawab kegundahan hatiku, mencoba menelikung semangat yang mulai redup ini.

Kopi kusesap perlahan, mulus melewati tenggorokan. Tak peduli dengan asam lambung yang mungkin menggelegak. Semalam … ah semalam, pembicaraan kami seperti biasa, ada fakta – fakta kecil yang selalu membuatku sedikit kaget. Ya, masalah bagaimana sikap orang tua melihat pembagian “hak” kami sebagai anak, apalagi yang berkaitan dengan nilai nominal Rupiah. Lagi – lagi karena aku perempuan. Bukan masalah besaran Rupiahnya yang kupermasalahkan, tapi karena masalahnya cara pembagiannya hanyalah karena aku lajang dan perempuan. As simple as that. Gender-based keputusannya. Miris!!!

Pagi ini jujur tak terlalu menyenangkan moodku, tapi karna di dalam hatiku diingatkan untuk baca Firman, e ketemu Yosua 1: 10 – 18. Ternyata akubelajar tentang janji Tuhan di sana, belajar tentang sikap yang benar menyingkapi apa yang menjadi hakku. Aku belajar banyak dari Firman ini. Belajar bahwa selama ini Tuhan tak ingin aku menerima sesuatu for granted dari siapapun, tapi Ia ingin aku bekerja keras untuk memperolehnya, merebutnya untuk diriku sendiri dan tidak menjadi pemalas yang berharap pada orang lain. Jadi hanya aku dan Dia yang berperkara. Aku berusaha dan Ia yang melihat usahaku dan memberikan sesuai dengan kemurahan-Nya.

Ada 3 pokok yang kudapatkan tentang sikap yang harus kubuat sesuai dengan kitab Yosua ini, apalagi terkait dengan pemikiranku akhir – akhir ini untuk kabur atau pergi menerima kerjaan di tempat lain di luar Manokwari, ya pokoknya kabur dari Manokwari dengan alasan jelas.

#1. Harus berani CROSS OVER alias menyeberang ke tempat yang penuh tantangan (Yosua 1: 14)

Cerita tentang tentara Israel yang melengkapi diri mereka untuk pergi menyeberang Yordan guna menaklukan daerah baru itu sama seperti hidup ini. Masalah, tantangan pasti ada. Sudah saatnya aku keluar dari zona nyaman perlindungan selama ini, melengkapi diriku dan pergi. Bukan untuk kalah, tapi untuk menjadi pemenang, menjalani panggilan dan tantanganku. Menjadi apa yang diminta Tuhan. Jadi saatnya mulai berpikir dan memberanikan diri untuk CROSS OVER batasan.

Pagi ini aku teringat pada beberapa tawaran kerja di luar Manokwari, dan aku tahu kalau aku sudha harus mulai memikirkannya. Aku juga diingatkan dengan mood mellow dan kondisi moody-ku, sudah saatnya cross over it. Aku tak mau sia – sia depresi karna barang bodok ini. setidaknya aku memilih berdoa dan ngopi ‘n forget about it. That’s all.

Yang pasti, saat ini aku sedang mencari second opinion tentang tempat yang ingin kutuju termasuk dari Q. Ya, mungkin sementara itu dulu.

#2. DO & GO (Yosua 1: 16)

Ini tentu saja bukan iklan plesetan dari Dolce and Gabanna alias D & G, tapi sikap bangsa Israel sewaktu di-briefing sama Yosua. Mereka bilang begini (versi Good News Bible), “We will DO everything you have told us and will GO wherever you send us.”

Itu sikap yang ingin kuadopsi saat ini. Kerelaan menerima sebuah keputusan dan perintah dan kesediaan untuk melaksanakannya termasuk PERGI kemanapun kita ditempatkan.

Aku hanya merasa ayat ini menjadi penguatku yang esok hari akan mengunjungi tempat baru demi kerjaanku dan akan balik ke Manokwari, padahal ada tes penting yang harus kulakukan. Entahlah, tapi aku merasa aku harus pergi. Plus ada juga tawaran untuk pergi ke tempat lain. Aku akan melakukannya. We’ll wait and see. Yang pasti, I will do and go!!!

#3. Be DETERMINED & CONFIDENT (Yosua 1: 18)

Ini sikap lain yang harus kuadopsi. Dalam bacaan Firmanku pagi ini, aku belajar bahwa keteguhan hati dan kepercayaan diri adalah hal yang penting. Jadi lebih merujuk pada kesiapan pribadi dan mental. Kalo Do & Go merujuk pada aksi atau tindakan secara fisik yang bisa dilihat, maka Keteguhan hati dan kepercayaan diri adalah sikap mental.

Dari pembacaan pagi ini aku belajar banyak tentang hidupku. Jadi sewaktu dihadapkan dengan sebuah tantangan, aku harus CROSS OVER it dilengkapi dengan kerelaan untuk DO atau melakukan perintah dan kesediaan untuk GO atau pergi ke tempat – tempat yang harus kukunjungi guna meraih kemenanganm yang tentu saja dengan sikap penuh keteguhan hati alias DETERMINED dan percaya diri atau CONFIDENCE.

Thanx Bapa, Yesus, Roh Kudus untuk pelajaran di pagi yang panas ini. Amen.

(Manokwari, 230811; learn a lot)




0 comments: