Search This Blog

Loading...

Monday, 29 August 2011

Mimpi 28

Setiap orang pasti pernah bermimpi. Aku lupa di mana letak mimpi, apa di tahap REM (rapid eye movement) atau Non-REM? Bagiku itu tak penting. Yang kerap aku pikirkan adalah mimpiku bila menyinggung 3 tema (mimpi terkait dengan bayi, pakaian, ML ataupun digigit/ular atau anjing hitam). Bukan karena aku percaya ramalan mimpi, entahlah …. Tapi biasanya karena bila mimpi dengan tema tertentu, maka selalu saja ada kejadian – kejadian tertentu yang terjadi beberapa hari kemudian. Apalagi tadi subuh, aku bermimpi tentang sebuah tema yang sudah lama tak kumimpikan. Ya mimpi bila mendapat atau membeli atau diberi pakaian baru (baca: baju). Subuh tadi, aku bermimpi lagi.

Mimpiku subuh tadi, aku berada di sebuah pusat perbelanjaan dan di sana banyak perempuan yang membeli pakaian baru. Suasananya seperti di dalam Big W atau Target di Canberra atau di Liverpool dulu. Aku ingat baju yang mereka pakai berjenis terusan. Seperti terusan A-Line sewaktu di OZ yang biasa kupakai dengan legging dan dipadupadankan dengan boot kala musim gugur. Seperti yang dijahitkan mama Ipa untuk acara menyanyi. Aku lihat warna – warna terusan ini berwarna hijau tosca, ungu, putih dan abu – abu, krem. Warna – warna pastel. Aku ingat betul bagaimana memandang takjub pakaian – pakaian ini.

Saking tergodanya, kuputuskan untuk membeli pakaian juga. Pakaian baru, terusan berwarna pastel. Sayangnya di rak tak ada yang berwarna ungu muda, tapi aku tetap membeli 3 pasang terusan baru; warna hijau, krem dan aku lupa yang satunya, apa warna mauve atau pink ya? Yang pasti tak ada warna gelap.

Mudah – mudahan mimpi tadi hanya bunga tidur dan hanyalah ekstraksi alam bawah sadarku. Walau aku tahu selama beberapa tahun ini, bila bermimpi mendapat pakaian, membeli atau diberi pakaian, artinya aku akan mendapat seorang kekasih, pacar. Biasanya, bila pakaiannya baru, berarti orangnya sama sekali baru bagiku. Sedangkan kalau pakaian lama atau pakaian bekas, biasanya mantan pacar, mantan fans yang kembali lagi dalam hidupku. Dulu seperti kala bertemu lelaki hujan usai istrinya kabur ke kota lain, aku diberi pakaian lama oleh seorang teman. E tahunya ketemu si lelaki hujan di pantai dan akhirnya tatongkah lagi.

Mudah – mudahan mimpi kali ini artinya baik, toh hanya mimpi. Dan bila benar artinya pula, semoga bukan tentang si adek cowok manis kecil yang bekerja untuk aku dan klienku di Wasior sana, adek cowok yang fam mamanya sama dengan fam omaku … abis adek cowok berusia awal 20an tahun ini terlalu ‘rajin’ mengirimkan pesan padaku usai kepulanganku ke Manokwari HAHAHA. Mana Ia jelaskan kalo ia belum bertemu seseorang yang cocok dengannya, apalagi yang sempat membuatku kaget, ia bilang kalau ia mendapatkan seseorang yang bisa terima dirinya apa adanya, ia akan menjadikan perempuan itu istrinya. Gosh, anak muda sekarang sudah lebih siap menikah ya? *terheran – heran (membandingkan dengan. diri sendiri yang masih RAGU apa memang mo menikah). SMS terakhirnya cukup lucu bila dibaca, ia bertanya padaku apa aku sudah punya pacar atau belum segala dan dijawabnya sendiri , ‘pasti sudah toh’. Sayangnya usai kukatakan bahwa aku single and very happy plus baru beberapa bulan ‘memecat’ tunanganku, plus mengabsen sifat cepat bosanku, eeee si adek cowok ini pun langsung SUNYI tak ada kabar HAHAHA. Benar – benar adek cowok yang lucu. Sayang masih muda HAHAHA padahal tampangnya manis banget wkwkwkwkwkwkkw. Yet, he’s not my type =D

Entah cinta apa yang kan muncul, yang aku tahu, beberapa minggu ke depan, sudah saatnya buckle up dan merenung apa yang kuinginkan dalam hidup. Masih tetap berdoa untuk pekerjaan tetapku, semoga tawaran kerja di Jayapura ini benar – benar for real, kata temanku sih semuanya akan dibahas usai lebaran dan ia bilang ya 75% ia yakin. Aku sih karna sudah pernah 4 kali ketahan2 dengan tawaran kerja ini ya sudah cuek sebenarnya. Tapi kalo memang Tuhan mo kasi ini sebagai hadiah ultahku yang ke 28, ya sa tra tolak juga. Nothing to lose ya sebenarnya.

Masih tetap berdoa untuk tawaran ini, rencananya sih kerja di bagian communication and public outreach di sebuah lembaga lingkungan. Ya mudah – mudahan benar saja. Kalo tidak ya aku sedang memikirkan untuk menerima tawaran kembali ke Teluk Wondama untuk persiapan menjadi penerjemah survey biomassa untuk program hutan karbonnya pemerintah provinsi. Ya itung – itung menghemat biaya ekspedisi dan dibayar pula, cuma masih pikir – pikir, apa fisikku masih sekuat dulu trekking sana – sini. Karna seingatku, Oktober 2010 kemarin saja, baru jalan 15 menit di Mokwan untuk ngecek si Echidna ‘Babi duri’ itu saja aku sudah hampir pingsan naik gunung dengan lereng 45 derajat. Jadi kayaknya tak sanggup banget 2 minggu jalan naik turun gunung, takutnya malah menyusahkan anggota tim yang lain.

Btw, hidup terus berlanjut dan mungkin sudah saatnya mengesampingkan pikiran – pikiran yang tidak nyata walau tak ada ruginya sih bila jatuh cinta lagi HAHAHA. Saatnya buckle up dan mematangkan rencana untuk menyambut ulang tahunku bulan September ini. Ada sederet rencana yang sedang kugagas akhir – akhir ini seperti mo beli gitar untuk belajar main musik, mo sewa perahu dan panggayuh menyusuri kali Pami ke kepala air, mo pinjam tendanya teman untuk bermalam di pantai Mandopi sambil tungguin matahari terbit di hari ulang tahunku. Umur 28 kan tanda kedewasaan matang ka ini, umur yang tepat untuk menikah pula (katanya, karna sudah stabil HAHAHA)

Entahlah … yang pasti, satu yang kutahu … I love every inch of my life!!! Saatnya keluar dari zona nyaman. Buckle up, beibeh HAHAHA

(Manokwari, 290811; feel so much relieved)


0 comments: