Kemarin malam adalah salah satu malam gelap yang kupunya, malam dimana musuh terbesar adalah pikiran – pikiran dalam benakku, pikiran – pikiran yang harus kukalengkan dan kukirim jauh – jauh keluar dari konstelasi galaksi ini. Pikiran – pikiran yang membuatku lelah selama ini, membuatku lelah hati. Aku belum menang tapi setidaknya aku masih sanggup menahan rasa tadi malam.
Sekaleng Sprite sudah kusiapkan, begitu juga dengan 30 butir pil obat Malaria. Semuanya seperti biasa, selalu jadi pilihanku. Tadi malam aku kembali lagi berada di titik dimana aku bertanya apakah aku memang harus bertahan atau tidak. Pertanyaan yang aku sendiri mulai lelah menanyakannnya. Pertanyaan basi, karna jauh di dalam hati aku merasa sudah tak sanggup, terlalu lelah menjadi bayangan dalam rumah, menjadi eksistensi tanpa nama. Lelah menjadi malaikat padahal di dalam diri ada denyut iblis yang bergetar ingin keluar, lelah berperan jadi anak penurut padahal jiwa pemberontak ada dalam darah. Tak sanggup sebenarnya melakukan banyak kompromi.
Malam kemarin, Beberapa pesan pendek kukirimkan pada beberapa teman dekat, menjaring opini mereka, guna membuat tulisan nanti dengan judul “JALAN TIKUS MENUJU ‘SURGA’” walau di dalamnya ada getir pertanyaan yang tertuju pada diri sendiri apakah aku masih bertahan hingga esok pagi. Entahlah … tadi malam ada galau diam yang menyelimutiku, membuatku sebenarnya ingin mengakhirinya dengan cepat, toh bukan barang baru bagi diriku, usai beberapa kali usaha percobaan yang hanya membutuhkan tahap eksekusi saja. Semuanya tersedia di depan mata.
Entahlah … aku tak tahu apa sanggup nanti bila keputusan instan itu muncul lagi. Entahlah … hanya merasa lelah hati sejak sangat lama. Lebih memilih dikhianati pacar, kekasih atau apalah, rasa sakitnya BEDA. Lebih memilih sakit gigi seperti beberapa tahun lalu dibanding luka karena orang – orang terdekat. Aku berhutang kromosom – kromosomku pada mereka. Aku tahu …
Entahlah … aku masih merasa getir yang jauh merayap dalam dada dan pecah.
Mungkin perlu waktu lama dan kesadaran walak tak yakin 100%.
Yang aku tahu, aku hanya ingin tidur panjang dan lama. Sangat lama hingga tak perlu bangun lagi dan mungkin sekaleng Sprite dan butir – butir Malaria bisa membantunya *sigh
(Manokwari, 070811, 12: 01 p.m.; in the junction of such broken dreams)
0 comments:
Post a Comment