Bagian terberat dari masa patah hati adalah saat bangun pagi dan mau tidur. Serasa berat, enggan membuka mata, ataupun menutup mata. Itu saat terberat yang kucatat. Rasanya seakan ada bongkahanbatu berkati – kati yang menggantung memberati mata. Rasa yang sangat enggan kujalani sebenarnya. Proses detoksifikasi hati tepatnya.
Sebenarnya proses ini bisa saja kulewati, kuacuhkan atau entahlah … ditiadakan. Caranya? Terus berpura – pura dan menikmati permainan pesan, tanpa perlu terbeban. Tapi toh I am a sentimental fool. Hanya tak suka sesuatu yang terlalu berlarut – larut. That’s my bad side. Jadi, memilih untuk jujur pada akhirnya dan it’s over. Kembali lagi dengan proses detoksifikasi dari candu cinta. Rasanya seperti terapi internet dulu. Sakit dan sakaw … Setahun lalu, 1 bulan sebelum pulang ke Indonesia, yang kulakukan adalah berhenti dari semua akses internet. Bayangkan sakawnya diriku, yang biasanya 20 jam sehari di depan internet, apalagi Facebook tiba – tiba berhenti. Kayak mau mati, bingung, kehilangan orientasi. TAPI … efeknya sekarang? Aku hanya tahan 1 – 2 jam di depan koneksi internet dan punya banyak waktu untuk hobiku, bersosialisasi, menikmati alam, berpetualangan dan tentu saja mataku kemampuannya lebih baik. Not the Internet freak anymore!!!
Hari ini proses detoksifikasi masuk hari ke 2 dan rasanya …. Mmh masih seperti ikan poro bibi yang dipaksa keluar dari air dalam jangka waktu lama, masih megap – megap sih sebenarnya. Toh lama – lama akan terbiasa dan berevolusi. Apa iya? Mungkin saja toh kali ini bukan putus cinta dari sebuah hubungan. Hanya sejenis cinta bertepuk sebelah tangan lah …. Itu interpretasiku terlepas dari SMS – SMS Q selama ini. Intinya, selama tak ada konfirmasi langsung secara eksplisit, bagiku itu CINTA SEPIHAK dari diriku dan it’s OVER!!!! Hidup harus terus berlanjut, bukan?
Saat seperti ini sebenarnya paling nikmat dinikmati bersama teman – teman dekat. Sayangnya, beberapa temanku telah menemukan lingkungan mereka yang baru, kesibukan yang baru dan mungkin rasanya seperti mereka juga sibuk dengan kegiatan mereka masing – masing dan tampaknya aku hanya akan jadi beban kalau mau curhat pada mereka , untuk urusan yang mungkin bagi mereka hanya perlu kulupakan dan kujalani. Jadi ya, tak ada cara yang lebih baik selain menulis dan beberapa jam lagi pergi ke pantai, berenang ataupun merenung. Ingin sekali balapan ke Pantai Utara Manokwari seperti biasa, ingin sekali pergi ke teluk di Asai sana, seperti biasanya saat lagi stress … Tapi kayaknya untuk cuaca semendung ini plus harus kerja malam sebagai editor tamu sebuah surat kabar lokal, rasanya tak mungkin. Mana besok pagi harus ada wawancara untuk feature tokoh yang sudah dipesan redaksi media lokal dan juga mengecek pembimbingan tulisan seorang klienku yang hendak ikut pertukaran pelajar ke Kanada. Rasanya padat sedang di satu sisi, proses detoksifikasi perasaan ketergantungan pada Q harus kulalui sendiri. Tapi bukankah ini yang disebut sebagai ‘hidup’?
Aku pikir Q pasti baik – baik saja. Ia kukenal cuek dan cenderung mematikan emosinya untuk hal – hal sentimental seperti ini, tergambar betul dengan pilihan musiknya. Iya, dia penggemar L’arc en ciel … Kadang bila mendengar ia menggambarkan ia menyukai band Jepang bernama ‘Pelangi’ ini, kadang sedikit merasa aneh antara kami berdua. Aku suka sesuatu yang berbau hujan termasuk penyanyi Korea bernama ‘Rain’ *Gosh, Ninja Assasin-nya bikin kapala sakit stress pikir gantengnya wkwkwkwkwkkw. Sedang Q pecinta band ‘pelangi’ ini. tapi toh, anggap saja ini pendapat orang yang sedang menjalani proses detoksifikasi perasaan, jadi kerap membuat asosiasi untuk hal – hal yang sebenarnya tak ada hubungannya. Walau memang aku dan Q punya beberapa kesamaan. Sama – sama berdarah A, tempat favorit kami ternyata sama; sebuah teluk di Asai sana, daerah Pantura Manokwari, beberapa lagu dari Greenday ternyata sama esp. “Wake me up when September ends”.
Entahlah …. Proses detoksifikasi ini berat tapi aku percaya bisa melaluinya. Apalagi masih ada beberapa teman anana pondok yang setidaknya bisa menerimaku. What a life!!
(Manokwari, 170811; detox hari ke 2)
0 comments:
Post a Comment