Search This Blog

Loading...

Saturday, 20 August 2011

Detox 'n mas Ganteng

Hari ini proses detox tampaknya berjalan baik. Q tak selalu hadir dalam ingatanku. Bahkan aku masih bisa sukses ‘ngecenging’ lelaki manis yang kutemui di kantor pos Kota. Ya iyalah, bagaimana tak melihatnya, lelaki amber ganteng dan keren itu dengan tinggi di atas 175 cm dan berbadan tegap dengan rambut cepak menjadi ‘penyegar’ di sore yang panas, sekitar pukul 3 sore, selama 30 menit lebih. Dengan dandanan etnik dengan baju berbahan kain ‘bali’ berwarna kuning kari dan berpotongan V, aku masuk lengkap dengan aksesoris kalung oranye, anting manik oranye panjang dan tentu saja noken rajut oranye kenang - kenangan dari almarhum tete di Masni. Dan si mas ganteng terus memandangku takjub. Entah apa yang ada di pikirannya. Mungkin karena tampang anehku (mudah – mudahan BUKAN karena ia menganggapku ‘ada campuran bule’ seperti TUDUHAN beberapa orang yang baru mengenalku sebulan terakhir, ya iyalah rambutku sudah aneh e ditambah dengan mataku yang sangat coklat bila ditimpa cahaya, warisan nenekku yang Sunda dengan keturunan Cina di beberapa generasi di atasnya). Apalagi aku sibuk bertanya tentang koleksi kartu pos ‘endemik’ untuk oleh – oleh beberapa teman yang hendak berangkat ke luar negeri, dengan nada suara yang sangat non-melayu Papua. *efek spontan kalo berhadapan dengan lawan bicara yang non-Papua; teori akomodasi banget deh =D

Bagaimana aku tak memandang si mas ganteng, lah ia terus mencuri pandang menatapku. Mungkin karena dandananku yang terlalu bermain dengan warna kuat plus rambutku yang sekarang sedang berwarna coklat-pirang-toska-biri tua-putih-hitam (lagi gado – gado). Belum lagi ada acara gosip dengan tante (atau mamade-nya) Q. iya dunia itu kecil, aku juga baru tahu fakta itu. Fakta bahwa tantenya Q tuh ternyata yang menjadi ‘pacar’ apa pasangannya oom kandungnya sepupu kandungku. Jadi ya, aku cukup mengenal tantenya Q, apalagi ia pernah curhat dengan mata berkaca – kaca tentang sikap oom-nya sepupuku. Bagaimana tak curhat, hubungan mereka terkatung – katung sepuluh tahun tanpa kejelasan, bukan TTM, bukan istri. Tak jelas. Padahal tantenya Q lumayan cantik.

Nah saat tantenya Q, sebut saja Usken (I used to call her like that), sedang menanyakan kapan aku nikah, dengan cueknya aku bilang, “adooh pacar saja trada ka tra jelas nih mo” hehehe. E si mas ganteng terus memantau dan malah tak melihat si mas penerima berkas resi listrik yang tepat di depannya. Toh si mas ganteng berdiri hanya 1,5 meter di sebelahku. Iya, kami berdiri berderet di depan gerai tanpa pembatas kantor pos. Aku menikmati pandangan si mas ganteng. Lumayanlah menatap pandangan matanya yang bersirobok beberapa kali dengan mataku, tapi jangan tanya tampang cuekku, I’m the best liar kalo lagi serius ngecengin cowok, kecuali kalo lagi clubbing HAHAHA. Tahu kan rasanya siang – siang panas, belum makan siang, baru abis memaki layanan jaringan internet yang rada macet, verifikasi PIN yang kacau eeeeee tiba – tiba muncullah mas ganteng di depan mata. Cewek normal mana juga sih yang tidak merasa ‘segar’? Anggap saja blessing in disguise. Iya, karna tadi aku ke bank lain untuk membayar listrik dan loketnya tutup. Padahal itu kunjunganku yang kedua hari ini. E ternyata, di kantor pos, ada mas ganteng.

Heran juga kenapa mas ganteng ini masih kepikiran, walau sempat mencatat bahwa rambut belakangnya yang dicepaki sedikit tak rapi potongannya, mungkin ia pakai alat cukur elektrik yang bisa dilakukan sendiri tapi hasilnya malah tak rapi. Pengamatan kilatku, tak ada cincin manis yang melingkar di tangannya. Mungkin si mas ganteng dengan tampang manis ini terekam dengan baik karena otakku sekarang mencatat pandangan baru di luar Q. Ini bukan tentang rasa tapi lebih ke fokus. Walau memang hatiku sedang kutata ulang. Terlanjur jatuh cinta sih HAHAHA.

Ngomong – ngomong, sejak pulang kampung, aku biasanya tidak pernah naksir atau terpesona lelaki non-Melanesia atau non-Indonesia Timur ataupun lelaki berkulit ‘terang’. Tapi entahlah … si mas ganteng berbodi tegap ini pengecualian HAHAHA. Benar – benar tipeku banget. Tinggi, tegap, berbobot proposional dan berkulit sawo matang, iya kulitnya tak ‘putih’ tapi lebih tanning getho. Tapi yang kusuka adalah pandangannya, benar – benar WOW …. Entahlah, matanya bagus HAHAHA. *Iyalah … kami berpandangan terus =D *itchy bitchy? HAHAHA

Mungkin detox hari ini berhasil dengan baik karena efek jadwal kerja yang padat, cuaca yang panas dan juga tentu saja peluncuran self-project blog baruku (KISAH MANOKWARI – Manokwari Ujung Pukul Ujung; http://kisahmanokwari.wordpress.com); bukti cintaku untuk kotaku, bagian perlawananku untuk stigma negatif tanah dan kotaku, dan juga mungkin upaya melupakan hati yang remuk dihajar cinta bertepuk sebelah tangan.

Entahlah, mungkin karena aku manusia musim gugur. Aku lebih produktif kala patah hati, kala putus cinta dan kala sedih. Anyway, that’s me.

Mungkin memang aku manusia bipolar yang tak bisa setia pada perasaanku, pada fokus dan perhatianku. Toh aku bersyukur karena aku masih bisa menikmati acara ‘ngeceng’ dengan mas ganteng tadi. Mungkin juga efek dari tiap malam ketemu dan nongkrong kerja relawan jadi editor tamu dengan teman – teman wartawan yang notabene lelaki semua di ruang redaksi sebuah koran lokal di kotaku. Apalagi tadi sore dalam sebuah kesempatan mengajar sepupuku dan seorang anak kerabatnya di asrama Polisi, aku sempat bercanda dengan tanta pemilik rumah (yang juga adalah pangkat nenek sepupuku; sepupuku ini yang oom kandung dari pihak mamanya adalah ‘pasangan’nya si Usken). Ya apa lagi kalau bukan ‘tolong carikan sa pacar ka?”. Bagaimana tanta tra semangat, dulu kan si lelaki hujan yang jelas – jelas anak angkatnya sempat curhat – curhatan tentang diriku dan sering ke rumah itu dan dulu ia berharap aku yang menikah dengan si lelaki hujan. Jadi operasi ‘pacar 2011’ is activated. HAHAHA *ketawa Rahwana

Dasar BIPOLAR … tapi mo bagaimana lagi, hidupkan harus terus berlanjut. Masa mo tapaku dengan Q yang jelas – jelas cuma anggap sa TEMAN saja, bisa – bisa nan sa nasib sama deng Usken. Usken saja curhat tadi kalo de su ambil sikap mo pindah ka mutasi ke Wamena sana demi menenangkan pikiran dan melanjutkan hidup. Masa sa trada? Anyway, semoga mas ganteng tadi bisa dikecengin lagi someday, plus ‘sorokan’ calon dari tanta asrama polisi.

Ah hidup itu indah, seindah tampang mas ganteng. Ada facebooknya gak ya? HAHAHA!!! *mata keranjang mode:ON

(Manokwari, 190811; mengenang kisah hari ini)

0 comments: