Tadi pagi, sekitar pukul 1 a.m, aku baru saja menyelesaikan rangkuman catatan kerja tahap 1 untuk pekerjaan penerjemah proyek perdagangan karbon selama 2 hari di Wasior agar dapat kukirimkan sebentar malam. Karna terlampau lelah, aku berpikir untuk ‘reciting small prayer’ dan tidur. Rupanya, apa yang diinginkan Tuhan berbeda tadi pagi. Pas mo berdoa, di dalam hatiku ada yang bilang begini, “Booo, ambil Alkitab n baca May, ada yang mo sa bagikan nih.” Dan saat suara itu datang, semua rasa lelah dan capai pun lenyap, yang ada malah bacaan yang kubaca bukan hanya 1 pasal tapi berlanjut hingga pasal – pasal berikutnya, dan menjadi seakan membaca novel. Sangat menyenangkan!
Tadi pagi, aku diajar tentang apa yang sedang direncanakan Tuhan atas Papua. Tentang sebuah sanksi, sebuah hukuman. Saat membacanya, entahlah … aku merasa Tuhan sudah terlalu menahan hati selama ini melihat hal ini; masalah ketidakjujuran dalam keuangan. Aku merasa tadi pagi itu Tuhan sedang geram dengan korupsi dan perilaku keuangan yang tidak jujur di atas tanah ini. Entahlah … apa Tuhan juga sedang ‘meninjau’ aplikasi dana Otsus dari atas sana? Entahlah … aku tak tahu.
Adapun pasal yang diminta agar kubaca terdapat di Yeremia 6: 9 – 15. Ada beberapa ayat yang dibahas dan diajarkan padaku dalam acara ‘bincang – bincang’ tadi pagi. Intisarinya seperti ini:
#1. Rescue everyone (selagi masih ada waktu) (Yer 6: 9)
Hukuman Allah sudah di depan mata, tak ada waktu menunggu karena saat hukuman itu datang, Allah tak akan menaruh belas kasihan sementara waktu. Yang Allah inginkan saat ini, kita harus berbagi kabar keselamatan dan ajakan bertobat pada siapa saja. Kata yang dipakai adalah ‘rescue’ alias menyelamatkan. Kata ini merujuk pada tindakan pertolongan dari keadaan yang genting, sulit dan penuh bahaya. Bahkan ada keterangan mendasar yang kudapat, yaitu ‘selagi masih ada waktu’. Bila kesempatannya sudah hilang, maka semua upaya akan sia – sia.
#2. Tuhan tidak suka ketidakjujuran keuangan (Yer 6: 13)
Dalam pembacaan ini jelas sekali disinggung tentang sikap Tuhan terhadap orang – orang yang tidak jujur dalam masalah keuangan. Bahkan ayat ini merujuk jelas bahwa bahkan tindakan korupsi tidak hanya dilakukan oleh orang biasa tetapi para rohaniwan. Tadi pagi jujur aku sedikit merasa merinding to some extent saat membaca ayat berikut dari Alkitab Good News-ku.
“I am going to punish the people of this land. Everyone, great and small, tries to make money DISHONESTLY; even prophets and priests cheat the people. They act as if my people’s wounds were only scratches. ‘All is well,’ they say when all is not well.” (Yer 6: 12b – 14)
Pagi tadi yang kutahu, saatnya sudah dekat, sangat dekat. Ada urgensi yang kurasakan untuk membagikan catatan ini di beberapa tempat yang kubisa. Saatnya mulai jujur dengan keuangan dan pendapatan yang kudapatkan.
Saat suara di hatiku menjelaskan bahwa ini tentang Papua, aku sadar bahwa ya memang itulah keadaan Papua saat ini. Saat di tempat – tempat yang masyarakatnya memerlukan bantuan, e dana – dana mereka malah diselewengkan. Ini bukan hanya dari hasil kunjunganku di Wasior beberapa hari silam, tetapi dari pantauanku selama ini. Entahlah … aku selalu bingung melihat bagaimana orang – orang di kotaku, di tanahku, di negara ini terbuai dengan banyaknya digit rupiah mereka. Sebenarnya, berapa banyak yang mereka butuhkan dalam hidup, sebanyak apakah uang yang mereka perlukan?
Program Otsus yang dirancang pemerintah hanya menyuburkan kelahiran orang – orang kaya baru yang entahlah berapa penghasilan sebulan mereka hingga bisa membeli mobil baru apalagi yang keluaran Amerika dalam hitungan bulan saat menjadi PNS, ataupun perpindahan jabatan dan posisi. Belum lagi acara sunat dana sana – sini. Aku semakin heran dan kerap bertanya, sebenarnya, berapa banyak sih uang yang dibutuhkan untuk bertahan hidup? Untuk bisa disebut manusia? Bukankah kebutuhan kita sebenarnya terbatas saja dan tak memerlukan banyak dana? Bukankah yang kita lakukan selama ini hanyalah MEMBELI KENYAMANAN dalam hidup kita? Bukankah apapun yang terjadi, sesederhana apapun yang kita miliki, kehidupan akan terus berlanjut?
Aku tidak memprotes mereka yang punya mobil baru, mobil mewah, rumah baru, rumah mewah, peralatan elektronik baru dan lain – lain. Itu HAK mereka selama mereka mendapatkannya dengan cara yang JUJUR! Semua orang berhak memperjuangkan hak mereka, berhak untuk menikmati hasil kekayaan mereka. toh di Alkitab tokoh – tokoh bangsa Israel BUKANLAH orang yang miskin papa. Lihat saja kekayaan Abraham, Isak, Yakub hingga Yusuf? Mereka bukan orang miskin. Sama sekali bukan. Tapi yang membedakan mereka dengan kebanyakan orang kaya baru yang kutemukan di tanahku adalah para bapa bangsa Israel ini bekerja keras dan tentu saja mewarisi sifat dasar orang Yahudi yang perhitungan dan irit banget dalam berusaha, menciptakan komunitas dan rantai ketergantungan antar diri mereka sendiri, memajukan tak hanya diri mereka sendiri tapi klan, suku dan komunitas mereka. Ya mirip – mirip sifat dagangnya sebuah etnis dari Asia Timur, dan itu tidak salah. Mereka mendapatkan apa yang mereka usahakan sendiri dan bukan dari hasil KORUPSI, KOLUSI apalagi NEPOTISME!
Aku sangat terbeban dengan tanah ini, dengan kota ini, dengan masalah pendidikan perempuan, anak dan keadilan sosial di tanah ini dan aku percaya salah satu masalah mengapa urusan dan permasalahan di bidang ini terus terjadi karena HAK mereka dikorupsi, diambil dan dirampas oleh orang – orang yang tidak berhak dengan sistem yang manis, rapi terjalin tetapi jahat sungguh mati. Karena ada para pencuri – pencuri besar kecil yang berkemeja rapi, memakan dana – dana untuk perempuan,dan anak serta kaum marjinal di tanah ini.
Seandainya saja, para pencuri uang dan orang – orang tidak jujur ini mau berkaca pada pertanyaan sederhana, “Sebenarnya, berapa banyak sih UANG yang anda butuhkan untuk menjalankan hidup?” Bagaimana bila anda berada pada posisi orang yang anda curi uangnya? Entahlah … mungkin seperti kata Tuhan di ayat 15 dari pasal ini, “Were they ashamed because they did these disgusting things? No, they were not at all ashamed; they don’t even know how to blush.”
Pagi ini yang aku tahu, saatnya mengubah cara hidup khususnya mengenai uang, termasuk mengenai persepuluhan pada Tuhan, karena bila tak memberinya sama saja aku sudah mencuri milik Tuhan. Terima kasih Bapa, Yesus dan Roh Kudus, setidaknya bulan ini Kau berbaik hati memberi berkat dobol – dobol yang jumlahnya lebih dari yang kubutuhkan sebagai lajang.
Biarlah apa yang Tuhan pandang baik terjadi atas tanah ini, atas kota ini. Segala yang terjadi biarlah terjadi menurut kehendak Bapa di surga. Saatnya bersiap – siap! Amen.
(Manokwari, 290811; 11 a.m.)
0 comments:
Post a Comment