Malam ini aku belajar tentang teguran dari Dia yang sangat kukasihi. Beberapa minggu terakhir kondisi rohaniku mulai gersang dan aku bahkan tidak menyadarinya. Saat hubungan relasiku dengan Yesus berkurang, komunikasi yang buruk dan tentu saja aku yang menjauh. Padahal dalam beberapa minggu terakhir Ia pernah melakukan sesuatu yang sangat spektakuler untukku namun tak kuceritakan pada siapapun. Sekitar 2 minggu lalu, aku tertidur larut sejak sore di kamar dengan beberapa buku bacaan, ketiduran istilahnya. Lampu kamar tentu saja menyala, padahal kebiasaan tidurku atau keluar kamar pasti lampu kupadamkan. Sekitar pukul 11 malam, aku terbangun tiba – tiba dan seperti mendengar bisikan seseorang untuk bangun dan memeriksa jendela. Betapa kagetnya … saat kuangkat wajah memperhatikan jendela kayu 4 bilah ternyata ada sebuah yang tidak terkunci dan itu tepat di atas kepalaku. Pasti terlihat jelas dari luar kamar karena bilah cahayanya menerobos keluar.
Anyway, beberapa minggu ini memang aku merasa sedikit hampa, sedikit kosong dan ada yang hilang. Merasa kehilangan tanpa tahu itu apa. Dan malam ini tersadar kalau aku kehilangan hubungan yang baik dengan Yesus, saat ceritaku berkurang, apalagi kemarin malam … benar – benar menangis rindukan Dia.
Malam ini usai nonton tivi dan mau tidur, ada yang ingatkan di dalam hati untuk berdoa, untuk baca Firman dan tiba – tiba semuanya terasa ringan kala usai doa, baca Firman dan tentu saja mendengar musik rohani yang mengagungkan Yesus. Benar – benar terasa beban lepas sekali, tak lagi uring – uringan, tak lagi rasa sangat hampa seperti tadi dan kemarin – kemarin. Feel much better. Apalagi usai ditegur dengan sebuah ayat Firman dari Daniel 8: 12, sebuah teguran untukku untuk return to Jesus against other interests e.g. nonton tivi kelamaan, bermalas – malasan dan tentu saja baca buku yang bukan untuk menambah asupan pemahaman jiwa.
Ayat 12 dari Daniel 8 bilang gini:
“People sinned there instead of offering the proper daily sacrifices, and true religion was thrown to the ground. The horn was successful in everything it did.”
Benar – benar terasa ditegur oleh Yesus, karena ayat ini berada dalam pembacaan yang menyinggung tentang Bait Allah. Bait Allah benar – benar menyinggung tubuhku sebagai Bait Allah yang hidup dimana aku jarang menaikan pujian syukur dan relasi harian (‘daily sacrifices’) yang sesuai alias ‘tepat’ alias proper.
Benar – benar bersyukur malam ini aku ditegur sama Tuhan lewat cara yang unik.
Aku pendosa, itulah sebabnya aku selalu butuh Yesus dalam hidupku karena kalau tak ada Dia, pasti aku sudah lama mati. Entahlah … bagaimana mo jelaskan, tanpa-Nya, aku kosong dan hampa. Tak mau munafik, aku benar – benar butuh Dia. Ingin teriak ‘Jesus is my drug’ …. Karena kalo tak ada Dia, aku merasa sakit, ada yang kurang ….
Mungkin itulah yang dirasakan seperti ungkapan India.Arie dalam ‘He Heals me’ …
Cuma mo bilang, Thanx Bapa, Yesus dan Roh Kudus, ampuni aku yang masih suka malawan, bandel dan keras kepala … tapi suer …jauh dari Ko, sa stress dan kosong.
Really miss U, God
Xoxo
(Manokwari, 230711; what a relief to find my way out; in Jesus alone)
0 comments:
Post a Comment