Q, demikian kupanggil dia. Lelaki hitam manis dari negeri seribu pulau ini sudah kukenal sejak tahun 2003 tepatnya. Dia juniorku di fakultas lain, dan sahabat seorang juniorku. Di masa kuliah S1 dulu, Kami tak pernah akrab setahuku. Maksudku dalam artian berbincang akrab ataupun bermain bersama. Aku hanya tahu bahwa ia kerap membantu kegiatan organisasi mahasiswa fakultasku terlebih saat aku menjadi ketua himpunan karena ia sahabat seorang teman. Tapi pembicaraan beberapa hari lalu dengan para sahabatku tiba – tiba membuatku melihatnya berbeda: Dia cukup dekat denganku selama 6 bulan ini dan aku bahkan tak menyadari kehadirannya!!!
Mungkin dalam bagian ini aku menjadi sedikit terbuai dengan Arc yang memang kuakui bakat seninya spektakuler. Aku bahkan lupa bahwa aku pernah curhat dengan Q, curhat tentang ketertarikanku, curhat tentang kekagumanku, curhat segala macam urusan cinta dengan si kaka de el el. Aku bahkan sampai melupakan perannya si Q “menyelamatkanku” dari acara pulang lambat. Mungkin benar kalau aku kadang suka ‘amnesia’ dan tidak bisa melihat dengan jelas kalau sedang mengalami kegilaan sesaat.
Kalau dilihat, si Q dan aku memang aneh. Kami tak pernah akrab sejak dulu. Tapi usai kejadian bertemu dengannya di sebuah studio foto di kotaku pertengahan Januari lalu, semuanya berubah. Usai bertukar nomor ponsel dan diakhiri dengan janji mo bertemu dan jalan kalau di Jayapura, eee akhirnya malah keterusan dengan SMS dan telpon.
Karena terbuai dengan pesonanya misteriusnya si Arc, aku lupa bahwa si Q adalah orang yang bisa bikin aku marah besar kalau diganggu atau dijailin. Membuatku emosi tertahan dan ingin memakinya beberapa bulan lalu.
Tapi entahlah … seiring dengan waktu, apalagi usai percakapan kami beberapa bulan lalu, aku sadar bahwa si Q tak lagi seperti biasanya saat ngobrol. Lebih dewasa sedikit, lebih bisa membuka diri tentang siapa dia, dan kadang lebih pake logika dibanding diriku. Ada yang berubah.
Pesona Arc memang membuatku sempat lupa bahwa selama ini, ada Q yang kadang hadir menghiburku. Tapi aku baru menyadari 2 hari lalu usai diberi tahu para sahabat kalau si Q sebenarnya naksir dan bersemangat memburuku karena ia pernah curhat pada sahabatku tentang mengapa aku bisa sampai jadian dengan kaka di Jayapura dll. Aku baru menyadari bahwa si Q sempat mundur sebulan terakhir usai keterusteranganku kalau aku lagi naksir si Arc.
Kalau dipikir, mungkin aku yang bodoh … bodoh untuk tidak melihatnya … Bodoh untuk tidak menyadari hadirnya. Mungkin semuanya sudah berubah. Entahlah … malam ini aku merindukan si hitam manis cerewet ini … walau kata – katanya kadang bikin hati ‘t**’ skali …
Jujur .. malam ini aku baru sadar kalau si Q cowok dalam 6 bulan terakhir yang bisa bikin aku ketawa terus dengan kejailannya ataupun memaki sungguh mati sampai menelponnya dengan kosa kata makian tingkat tinggi yang nyatanya … dengan gampang ia cuekin *wkwkwwkwk.
Mungkin harus ada perubahan dalam sikapku. Seperti SMS kami hari ini tentang ‘bagaimana kalau aku yang mengungkapkan perasaanku duluan pada gebetan?” .. reaksi Q sama dengan beberapa hari lalu, ia bilang “itu tindakan bodoh dan jangan pernah kulakukan”… tapi jawaban – jawaban ambigu ini terjadi lagi usai kuingat acara curhat SMS tentang bagaimana bereaksi terhadap Arc … aku begitu bodoh tak melihat bahwa sebenarnya Q tak ‘rela’ aku berdekatan dengan si Arc. Mulai dari nasehatnya untuk jangan pernah menunjukan perasaan ketertarikanku, untuk bersikap normal dan lain – lain dan jangan pernah melakukan tindakan bodoh dengan menyatakan perasaanku ataupun kekagumanku. Aku begitu bodoh!!!!
Andai si Q paham juga kalau sebenarnya pernah ada perasaan lain tentangnya CUMA dianya juga rada cuek dan mulutnya itu terlalu ‘cerewet’ …
Andai saja dia tahu … kalau sekarang I really miss his voice yang mirip banget dengan suara si Vino G. Sebastian itu … seksi banget!!!
Andai saja dia tahu … kalau sekarang I realize his presence in my life, kalo dia orang yang bisa bikin sa ketawa terus dan mood turun naik marah – marah tapi senang.
Andai saja dia tahu … kalau sekarang .. I miss him badly!!!
Andai saja, dia bisa baca catatan ini!!!
(Manokwari, 040611; mengingat Q yang jauh di sana – andai saja ko tahu -)
0 comments:
Post a Comment