Search This Blog

Loading...

Monday, 27 June 2011

I'm fine anyway

Subuh ini tak bisa tidur lebih cepat karena hujan sesorean membuatku tidur petang dari sore hingga malam hari. Lebih dari 3 film kunonton dan masih punya energi ekstra untuk bekerja beberapa lembar terjemahan yang nyatanya hanya sebuah kerja relawan untuk sebuah pelayanan Kristen yang bagaimanapun tetap saja kunikmati.

Dihibur beberapa lagu, tiba – tiba aku merasa sedikit bahagia walau beberapa hari ini ada rasa sepi yang menjalar di hati. Rasa sepi yang menyapa dan bertanya: kemana akan melangkah tahun ini? Bagaimana masa depan? Dan secuil ragu TAPI toh bagaimanapun beberapa hari ini yang kudapat kala berdoa hanyalah “JALANI saja”, tak usah terlau banyak dianalisa karena toh aku akan baik – baik saja. Dalam hatiku kalimat afirmasi itu selalu muncul, “Jangan khawatir, May. Ko akan baik – baik saja. Jang khawatir!”.

1 musim lagi aku akan berumur 28 tahun dan aku bahkan belum berpikir untuk melihat jelas ke depan, masih tetap berbagi mimpi, mencari uang sampingan untuk membayar tagihan dan sejumlah hal lainnya. Walau kuakui aku tak sampai berada pada kondisi mengenaskan. Kesehatanku baik – baik saja, kondisi keuanganku masih bisa menunjang apa yang kuinginkan sejauh ini walau memang tak berlimpah seperti teman – temanku yang lain yang tampaknya punya penghasilan tetap yang banyak. Walau demikian, kuakui Bapa Surgawi memeliharaku sejauh ini dan aku bersyukur untuk hal ini.

Hubunganku dengan beberapa teman juga makin membaik walau aku sudah tak ingin memposisikan hubunganku dalam hubungan emosi orang lain. Maksudku melibatkan diri dalam sesuatu yang hanya akan membebaniku.

Bicara tentang beban, entahlah … yang pasti aku sangat terkait pada unsur air dan kelembaban plus udara. Benar seperti yang pernah kubaca tentang geopsikologi atau psikogeography, entahlah aku lupa istilah yang tepat; bagaimana cuaca dan unsur alam mempengaruhi mood seseorang. Yang pasti, dua hari kemarin sempat sedikit moody karena mesin air utama untuk ke tanki air rusak tersumbat lumpur karang jadi bak kamar mandi kosong, mana belum dikuras. Jadi bawaannya sedikit tak nyaman. Perasaan ini jugalah yang dulu sempat kualami kala ada masalah dengan komputer. Walau sekarang urusan komputer sudah tak seperti dulu.
Subuh ini yang pasti aku bersyukur pada Bapa, Yesus dan Roh Kudus kalau aku masih dipelihara dan tak ada banyak masalah berarti. Doa gerbang masih berjalan dengan lancar walau kadang – kadang kalau kondisi tubuhku tak mengijinkan maka kulakukan dari rumah. Aku bersyukur Roh Kudus kerap mengingatkanku untuk juga berdoa untuk kompleks sekitar rumahku dan hal – hal lainnya.

Anyway, bulan depan aku harus membeli sebuah gitar karena panggilan bernyanyi dan menyembah sering muncul walau aku tak pernah PD menyanyi. Mungkin karena bawaan perkataan mama sejak kecil yang membuatku tak pernah PD, ia kerap bilang bahwa “ko pu suara tidak bagus, jadi jang menyanyi”. Mungkin itulah sebabnya hingga kuliah S1, satu hal yang kubenci adalah menyanyi dan didengar orang lain. KELEMAHAN kecilku. Bagiku, menyanyi dengan nada dan lirik baru sejak kecil adalah sebuah peristiwa rahasia antara diriku dan what lies deep inside of me. Seperti sebuah kegiatan spiritual kadang – kadang dan masih sering kurasakan. Apalagi sejak di OZ, tiap kali menyanyi dengan nyanyian baru itu tak pernah bisa menyusun kata tentang cinta dll tetapi hanya bisa menyanyi untuk Tuhan bercerita tentang apa yang kurasakan untuk Bapa, Yesus, dan Roh Kudus.

Akhir – akhir ini aku percaya bahwa mungkin karena sedari kecil aku pemalu tetapi yang akhir – akhir ini sedang mencoba bersembunyi dengan rasa PDku, hingga tak banyak yang tahu bahwa aku tetap masih mengusung sifat gadis kecil pemalu itu. Percayalah … tak sia – sia aku mengambil kelas drama semasa kuliah.

Tentang cinta, mmmmh beberapa hari ini entahlah … rasa kagumku pada si Arc membaik apalagi komunikasi kami ternyata lebih baik dibanding sebelumnya. Perasaanku juga lebih terkontrol, sudah tak mengalami euforia. Jujur, ada perkembangan berarti di mana aku bisa ngobrol dengan lebih terbuka dan mulai bisa menganggapnya teman. Karena aku memang tak bisa melihat cowok yang terlalu diam atau tertutup, ada sisi diriku yang selalu waspada, tapi juga membuatku penasaran setengah mati. TAPI sekarang …. Ah aku bersyukur punya teman baru. That’s all.

Aku mungkin tak akan punya hidup yang lama ataupun banyak TAPI aku ingin hidupku berkualitas dan aku dapat melakukan apa yang Yesus inginkan dari hidupku. Aku hanya orang biasa namun aku berharap jauh sebelum matiku, Yesus ijinkan aku melakukan hal – hal yang Ia inginkan dari hidupku. Sesuatu yang bermanfaat. Aku sedang berpikir tentang apakah di Manokwari sudah ada fasilitas untuk mendonorkan organ – organ tubuhku kala mati nanti. Aku pikir masih banyak organ tubuhku yang berguna kala mati nanti dibanding hanya membusuk di dalam tanah. Bahkan kalau memang ada, ingin sekali kala meninggal nanti, dikremasi biar cepat larut dengan bumi dan tak menyusahkan orang tua untuk ukuran kuburan yang besar ataupu prosesi yang merepotkan banyak orang. Entahlah … mungkin suatu hari nanti.

Subuh ini yang pasti, aku hanya ingin tidur subuh dan bangun di jam 8 guna bersiap pergi ibadah pagi. Subuh ini, yang aku tahu, aku lagi jatuh cinta pada hidupku dan juga pada Bapa, Yesus, dan Roh Kudus.
Thanx Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Amen

(Manokwari, 260611)

0 comments: