Search This Blog

Loading...

Wednesday, 25 August 2010

Picked by God's hands

Malam ini usai browsing internet dan mendapatkan banyak kabar baik yang penuh gelak tawa via e-mail hingga berita tentang tawaran pekerjaan, aku memutuskan menulis kembali.

Hari ini pada sebuah subuh menjelang tanggal 25 Agustus 2010, satu hari usai ulang tahun seseorang di masa lalu yang masih kukenang, aku memutuskan menulis kembali sebagai sebuah bentuk terapi bagi jiwa.

Malam ini sambil nongkrong di sebuah warnet berfasilitas wi-fi di sudut kota kelahiranku, aku memerhatikan perubahan emosiku. Awalnya sempat agak tak nyaman karena sadar bahwa jam onlineku bersamaan dengan waktu pemutaran serial ‘True Blood’ di HBO yang tentu saja pada season 3 ini mulai tegang ^_^ Tapi akhirnya dengan meleburkan diriku di dunia maya, aku pun mulai menikmati ‘peradaban’ 

Kegiatan pengunduhan data berjalan dengan lancar, begitupun dengan acara buka – buka e-mail walau sempat kuisi dengan tertawa terbahak – bahak selama 20 menitan hingga menjadi bahan tontonan beberapa orang yang juga sedang online di luar areal warnet. Tak bisa menahan ketawa saat membaca e-mail lucu yang dikirimkan seorang teman tentang Indonesia dan hal – hal ajaib yang ada di negara ini. Benar – benar ajaib!!!

Malam ini ada hal penting lainnya yang terjadi selain melihat para bintara polisi muda sibuk online di dekat tempat dudukku sambil sibuk membahas berita yang tak penting. Ternyata mereka aktif di dunia maya bukan untuk mencari informasi yang mungkin dapat membantu pekerjaan pelayanan mereka pada masyarakat tetapi sibuk berjudi online lewat acara bermain poker dan juga sejenis permainan lainnya. Mulai dari sibuk berbicara tentang teknik mencuri poin dan juga trik sejenis, tak lupa dari gerak – gerik mereka seperti membuka situs – situs berbau syahwat. Lagi – lagi aku gagal mengerem pikiranku untuk tidak menghakimi. Tentu saja masih juga membaurkan aroma rokok kemana – mama hingga seseorang yang duduk berdekatan denganku kutegur secara halus dengan batukku akibat aku mulai merasa sedikit sesak nafas diterpa aroma kereta api. Mereka tentu saja bukan lagi para bintara polisi yang bermodal cekak karena 3 atau 4 orang anggota itu datang dengan membawa mobil pribadi berpelat hitam. Aku bahkan mengetahui nama mereka semua karena akun Facebook mereka terlalu mudah dibuka bahkan untuk yang tak bisa menghack sekalipun; wajah – wajah mereka cukup familiar bagiku.

Aku mulai mengalami kemunduran ingatan; terbukti dari tulisanku yang mulai melompat lintas topik :D

Hal penting yang sebenarnya hendak kubahas adalah tulisan di blognya Joel Osteen Ministry. Di salah satu catatannya di bulan ini ia membahas tentang Daud dan bagaimana Daud memegang janji Tuhan. Judulnya kalau tak salah ”picked by God’s hands” alias dipilih secara langsung oleh Tuhan. Aku sempat terkesima saat membaca renungan ini karna menjadi pergumulanku selama sebulan tinggal di kota kelahiranku. Salah satu perkataan yang kudapat adalah apabila Tuhanlah yang memilih maka tak ada yang mustahil plus kita harus percaya bahwa Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita dan tak bisa ditawar. Aku sampai merasa bahwa ini yang kubutuhkan. Sangat kubutuhkan.

Sebulan ini usai kembali ke kota kelahiranku, aku merasa terjadi kemunduran rohani yang kupunya. Jam doaku berkurang, roh kemalasan seakan memegangku dengan erat, belum lagi fisikku yang sering melemah. Belum lagi kecenderungan untuk marah dan memaki yang masih sulit kukontrol. Aku merasa sewaktu masih kuliah kemarin, aku masih bisa mengontrol diriku tapi akhir – akhir ini, aku kerap menghakimi dan memaki serta melontarkan sampah emosiku kemana – mana dan juga bergosip yang gencar. Benar – benar membuat sedih hati Tuhan; ini pemikiran pribadiku. Jujur, sedikit malu untuk datang dan bicara pada Yesus.

Aku merindukan masa – masa tinggal jauh dari rumah dan menjadikan Tuhan sebagai teman curhat dan sandaran cerita. Benar – benar rindu masa itu 

Pulang dari warnet pun disambut dua berita pekerjaan. Mulai dari pembicaraan kursus untuk sepupuku yang ternyata dimulai besok dari rencana semula yang akan diadakan minggu depan. Hingga sebuah berita yang cukup membuatku sedikit tak sejahtera dan sempat membuat nada bicaraku naik. Sebuah tawaran pekerjaan yang mungkin bagi banyak orang sebagai ’one ticket to heaven’ tapi bagiku bukan pilihan hidup dan juga bukan sesuatu yang ’wah’. Bagiku semua pekerjaan sama saja dan bagiku label PNS bukan sebuah benda mewah. Aku mungkin idealis tapi itu pilihanku. Aku cukup pragmatis untuk masalah ini, maksudku tawaran ini. Aku akan melobi dan bertanya seberapa besar kemampuan mereka membayarku plus juga aturan pekerjaannya seperti apa. Bagiku, mereka yang membutuhkan tenagaku dan bukan sebaliknya. Aku mau berjalan dengan caraku dan bukan cara mereka. Aku sudah menyiapkan bentuk penawaran dan negosiasi termasuk ancar – ancar harga ^___^ Untuk urusan kerjaan yang tak perlu pakai hati, aku cukup kejam :D Tapi karena ini masih melibatkan urusan kekeluargaan, aku akan berusaha sebaik mungkin bermain ’halus’ dan tak menyakiti siapapun, jadi tawaran yang kutawarkan adalah sebisa mungkin ”win – win solutions”.

Satu yang pasti, besok aku mau mencoba untuk mengerem amarahku karena hari ini aku sempat meledak beberapa kali. Mulai dari menegur mahasiswa yang berisik di luar kelas yang kuajar, menegur dan hampir terlibat ’baku pukul’ dengan beberapa cowok di pinggiran jalan dekat pertandingan basket hingga menegur dengan setengah membentak pada 2 remaja perempuan yang bercanda dengan melempar sendal jepit yang hampir mendarat di tubuhku saat lagi duduk nongkrong online dan memangku notebookku di areal lesehan. Benar – benar butuh pengelolaan amarah!!!

Aku berharap aku baik – baik saja dalam minggu ini dan tidak menjadi ’Ebenhaezer Scrooge’. Aku tahu aku sedang mendukakan hati Tuhan dengan kelakuanku yang lepas kontrol selama sebulan. Aku hanya berharap bisa menjadi manusia yang lebih baik besok. Semoga ....

(Tanah Papua, 250810)

0 comments: