Entahlah …
Aku bertemu dia kembali
Masih tak bisa menepis pesonanya
Jutaan maaf meluncur dari bibirnya dan kembali aku luluh
Larut dalam maafnya
Larut semua benci
Larut semua amarah
Dan terhanyut dalam perasaan yang sama; cinta
Entahlah ...
Aku tak pernah berhasil membencinya
Aku bertemu dia kembali
Dan kembali hanyut dan larut
Dalam emosi jiwa bernama rindu
Dalam emosi jiwa berbentuk cinta
Dan terhanyut lagi dalam rasa bersalah
Entahlah ...
Mungkin beberapa temanku benar
Ia lelaki yang sangat kucinta
Sangat kupuja
Sangat kuinginkan
Hingga pembicaraanku selalu tentang dia
Kapanpun kami bertemu, tiap hujan turun
Aku cukup kuat kala jauh darinya
Aku cukup kuat kala tak melihatnya
Cukup kuat bila tak menatap wajahnya
Dan sekarang ....
Aku larut lagi, terhanyut lagi
Dan inginkan dia
Sebagai milikku!!!
Rasioku melemah ...
Emosiku menguat
Benci pun hilang
Amarah melebur
Dan cinta pun bersemi kembali!
Aku jatuh cinta padanya … lagi!!!!
Larut dalamnya, hilang bersamanya.
Kali ini entahlah ...
Apa aku cukup kuat menentang arus ataukah memilih diam kembali ...
Aku masih sangat mencintainya .... (ternyata)!!!
Masih tetap menginginkannya!!!
Entahlah ....
Dua tahun bukan waktu yang cepat ...
Dua tahun bukan waktu yang mudah ...
Kala air mata dan rindu bercampur aduk
Sakit hati dan kecewa berpadu erat
Benci dan cinta begitu tipis
Dan air mata menjadi penghubung kami
Aku mencintai lelaki ini
Sangat mencintainya
Dia yang menorehkan luka di hatiku
Yang paling banyak membuatku menangis dan kecewa
Yang membuatku paling banyak bersedih tapi juga tertawa
Aku mencintainya!
Sangat mencintainya ...
Lelaki Hujan-ku ...
(four-seasons’s room, 290810)
0 comments:
Post a Comment