Dinding empat musimku menorehkan wajahmu
Kala daun Maple tak lagi ada
Dan kicau Magpie berganti bising deru sepeda motor
Memaksaku tidur
Ketika langkah kakiku tak lagi menyentuh frost yang mencair,
Pun langit biru tak lagi nyata dan terasa dekat.
Oak dan Poplar pun menyingkir, berganti nangka dan Mangga,
Dan aku menunggumu.
Aku jatuh cinta,
Kala hujan turun.
Aku merindukanmu
Seiring tetesan hujan yang turun.
Tak peduli kata orang
Jatuh cinta hanya butuh kesiapan diri
Tak peduli penjelasan
Tak ada perlu mendapat penjelasan
Tak ada lagi semburat jingga merobek langit pagi
Tak ada lagi uap air yang membeku
Tak ada lagi terpaan angin dingin dan pemanas rungan
Tak ada lagi derak sepatu boot berkejaran
Hidup cuma sekali
dan maafkan aku
karena
terlanjur menitipkan hatiku
untuk seseorang sepertimu!!!
Cinta bukan sekedar jalinan kulit dan rasa
Cinta bukan sekedar ungkapan ’I love You’
Cinta bukan sekedar pelukan dan kecupan
Aku merindukanmu!!!
Bukan kehadiran fisikmu, bukan fisik pun finansial.
Merindukan diskusi impian kita
Berbagi mimpi, menjadi pemimpi, pengejar mimpi!!!
Diskusi – diskusi terdalam yang pernah kubuat.
Aku belajar banyak darimu.
Kau ajarkan aku banyak hal yang tak perlu diungkapkan banyak kata; action speak louder than words.
Kau tahu,
Kau membuatku percaya bahwa di luar sana ada lelaki yang dapat menghargai perempuan dan memberikan sayap pada perempuan untuk terbang dan melayang;
Lelaki yang menghargai dirinya dan percaya bahwa impian dapat diraih dengan kerja keras dan semangat hidup.
Kau tahu,
Aku mencintai semangat dan mimpi – mimpimu.
Kau tahu,
Aku mencintai dirimu yang mencintai petualangan dan menjadikan hidup begitu indah.
Maafkan aku karena menemukan seseorang yang kucari di dalam dirimu,
Maafkan aku karena menemukan pribadi yang kuinginkan di dalammu,
Maafkan aku karena menemukan kehangatan seorang sahabat pun saudara di dalam pelukanmu,
Maafkan aku karena menemukan sikapmu yang tegas.
Maafkan aku karena mengagumi semangatmu akan tanah kelahiranku..
Kau tahu,
Aku mencintai pribadi dan semangatmu.
Aku tak akan menunggu pun berharap lebih.
Tak akan juga bermimpi kau kan jadi milikku.
Aku hanya ingin mencintaimu dengan cara ini,
Memandangmu dari jauh dan mendoakanmu
Untuk impian – impianmu, untuk semangatmu,
Untuk kehidupanmu.
Terima kasih untuk percaya padaku,
Menyemangatiku bahwa aku bisa,
Untuk percaya dan bilang,
”You are bold and strong woman and full of visions”
Aku akan tetap hidup untuk impian – impianku seperti yang pernah kukatakan.
Akan tetap bertahan.
Aku akan tetap menunggu ....
Untuk seseorang sepertimu ...
Ya, untuk seseorang sepertimu ...
The bottom line is ”I love You”
(Tanah Papua, 18 Agustus 2010)
0 comments:
Post a Comment