Search This Blog

Loading...

Saturday, 10 July 2010

Akhirnya ...

Malam ini tanggal 8 Juli 2010, aku baru kembali menjadi diriku sendiri. Lega campur tenang. Semuanya telah beres. Aku akan wisuda 8 hari lagi. Semuanya bukan karna kekuatan dan kehebatanku tapi karena campur tangan Tuhan dalam hidupku dan juga bantuan banyak orang; convernor programku, dosen sejarah mata kuliah politik dan tentu saja para Liaison officer yang begitu baik dan peduli padaku.

Hari ini mungkin layak disebut hari minta maafku.

Kemarin aku telah membuat semua pihak panik. Jujur kemarin aku melihat campur tangan Tuhan dan betapa pedulinya orang lain padaku. Pagi kemarin memang aku usai mengantar barang – barang kirimanku ke Griffith di saat suhu masih -1 derajat bersama Uchak dan tentu saja diakhiri dengan acara makan di KFC bersama Uchak dan kaka Yana, aku langsung ke kampus dan mulai mengerjakan tugas dan terima kasih Tuhan, semuanya selesai hanya dalam waktu beberapa jam saja padahal aku berbulan – bulan tak bisa menyelesaikannya, terlalu tertekan. Aku percaya ini semua karena saat pagi hari, entah apa yang membuatku semangat, aku memilih mengambil buku nyanyian rohaniku dan menyanyi beberapa lagu dan aku lega dan merasa kuat saat menyambut fajar pagi.

Singkat kata, aku mulai bisa mengatasi fobiaku membuka situs ANU dan bisa menikmati membaca e-mail dari dosenku tanpa ketakutan dan panik karna beberapa minggu lalu saking terlalu panik aku sampai sesak napas dan terpaksa panik mencari semprotan asma milik teman serumah dan untungnya berhasil dan sesak napas itu bisa ditekan dan berangsur – angsur hilang.

Hari ini, usai bertemu liaison officerku dan curhat cukup lama, aku pun diantar ke kantor yang mengurusi wisuda dan mengecek status wisudaku dan puji Tuhan. Semuanya baik – baik saja.

Pulang dari kampus, aku sempat singgah ke Menzies Library dan ternyata sudah tak boleh meminjam buku. Sedihnya!!!

Senja tadi bersamaan dengan waktu buka puasaku (selama 21 hari sejak tanggal 5 aku membuat puasa pribadiku, kemarin aku sempat batal). Aku memilih merayakan pencapaianku dalam tahap ini dan menolak undangan perpisahan dengan teman – teman PPIA Canberra sejak 3 minggu lalu yang sedianya dibuat memang untuk para calon wisudawan/ti. Walau para teman sudah membujukku berulang kali tapi aku memang memilih untuk tidak merayakannya bersama mereka. Aku ingin menikmati momen ini sendiri apalagi sore tadi aku baru menerima pemberitahuan resmi bahwa aku LAYAK diwisuda. Aku memilihnya dengan makan malam lengkap sampai kekenyangan di sebuah restoran Thailand bernama Alice di West Row, Civic. Menikmati makan malam perayaanku sendiri. Menikmati momen seperti ini; reward myself.

Hari ini percaya dan akan terus percaya dan akan tetap bilang bahwa aku hanya manusia biasa yang sering gagal tetapi Tuhan selalu ada bersamaku dan menolongku. Segala pencapaianku hari ini karena Tuhan mengijinkan karna aku secara pribadi sudah menyerah dengan hidupku, dengan pencapaian akademikku dan sudah patah semangat. Tapi ternyata memang benar bahwa Tuhan ada untuk orang – orang yang remuk hatinya sepertiku dan Ia memberi kekuatan dan penghiburan. Selama 1,5 bulan aku berada dalam masa depresi dimana rasionalitasku dan ketahananku runtuh sebagai manusia hingga mengurung diri berhari – hari di kamar, tak ingin kontak dengan siapapun kecuali yang sangat kupercaya dan tak bisa mengendalikan kekhawatiranku. Tapi pada akhirnya, Tuhan tak pernah meninggalkanku. Pencapaianku hari ini karena Dia yang mengasihi-ku. Aku hanya bisa bilang, “segala hormat, kemuliaan dan pujian bagi Bapa, Yesus, dan Roh Kudus.” Amen.

(Canberra, 8 Juli 2010)

0 comments: