Untuk lelaki yang BUKAN ‘lelaki hujan’ pun ‘lelaki yang mencium tengkorak wallabie’
Entahlah …
Aku mengingatmu subuh ini!!!
Mengingat pembicaraan kita yang kadang tak nyambung, kadang sangat nyambung hingga berjam – jam, berdebat hingga cadangan argumentasi hampir habis dan selalu diakhiri dengan kata – kata yang ambigu.
Entahlah ..
Aku mengingatmu subuh ini!!!
Mengingat pesan – pesan tak penting yang kau kirimkan. Pesan – pesan yang sering membuatku bertanya, “pesan basa – basi banget, kan sapu status su jelas kok, lah status tinggal sa update hampir tiap jam ^_^”
Entahlah …
Aku mengingatmu subuh ini!!!
Mengingat diskusi terakhir kita yang tidak jelas, yang penuh simbol dan sedikit membuatku merasa ada yang aneh dan membuatku sedikit bertanya, “sebenarnya ko mo ngomong apa ka? Sa bingung!!!” Just say something, kalo memang ada yang mo dibicarakan.
Entahlah …
Aku mengingatmu subuh ini!!!
Mengingat gayamu yang suka menghilang tiba – tiba bila diskusi atau isi pesannya mulai ‘berat’. Mengingat gayamu yang suka muncul tak diundang di catatan ataupun statusku. Mengingat gayamu yang mengajak berdiskusi tentang bidangmu ^_^
Maafkan aku kalo selama ini kesannya cuek, tak peduli.
Maafkan aku yang sering berlagak tidak mengerti pembicaraanmu khususnya pembicaran terakhir kita.
Maafkan aku yang seakan “pura – pura mati”.
Aku mungkin masih perlu waktu.
Perlu waktu untuk bertanya pada diri sendiri.
Tentang diriku, apa dan siapa yang kuinginkan dalam hidup.
Takut salah?
Pasti
Takut kecewa?
Tentu saja.
Takut mencoba?
Tidak juga.
TAPI
Aku tahu, aku butuh waktu.
Butuh waktu untuk meyakinkan diriku kalau aku memang butuh orang lain.
Butuh waktu untuk meyakinkan diriku kalau aku tak akan ‘bosan’ lagi.
Butuh waktu untuk meyakinkan diriku kalau aku sedang tak ‘bermain’;
Antara ‘bermain’ atau sedang ‘dipermainkan’ *sigh
Entahlah …
Aku mengingatmu subuh ini.
Mengingat kejadian beberapa tahun lalu dimana aku terpapar dengan eksistensimu. Kau tahu, demi menonton karyamu waktu itu, aku sampai tersesat hingga pulang kemalaman dan ketakutan setengah mati terdampar di tempat yang ku tak tahu hanya karena salah naik bis dan pulangnya kuakhiri dengan menangis Bombay sungguh mati karena campuran antara kecewa tak nonton dan SMS pemberitahuan pernikahan ‘lelaki hujan’.
Kau mungkin tak sadar bahwa kita pernah bertemu. Kita pernah berpapasan dan hanya saling membuang senyum tipis di luar gedung pementasan karyamu. Hari dimana dengan mata bengkakku dan kekecewaan dan kesedihan, aku berhasil mencapai pementasan karyamu. Aku mengingar benar bagaimana pementasanmu membuat beban sedihku kala itu sedikit ringan, menghiburku dan membuatku menahan napas menikmatinya dari sudut gelap gedung itu. Hingga kepulanganku ke kamarku tak terlalu penuh luapan air mata seperti malam sebelumnya. Yang ada adalah ekspresi girang dan tertawa berbagi berita dengan para sahabatku tentang ‘kisah ikan’ itu lewat jaringan telpon.
Mengingatmu, membuatku ku tertawa kecil dan tersenyum menikmati pujianmu dalam beberapa percakapan kita. Walau kau tetap saja menunjukan sisi misterimu, sesuatu yang tampaknya sulit kutebak. Sangat sulit! Tipe lelaki yang harus kuhindari, terlalu banyak rahasia. Terlalu banyak dikelilingi perempuan. Lelaki yang harus kuhindari sebisa mungkin. Lelaki yang sisi maskulinmu terlalu menonjol, ego yang tidak bisa terjangkau. Tipe yang sebaiknya dilepaskan sendiri, karena aku pemburu. Tipe sepertimu hanya akan membuatku ‘berburu’ dan terus ‘berburu’, membuatku larut dalam duniamu dan terus ‘berburu’ hingga saat kau berhasil ‘terkapar’ … di saat itulah aku harus meninggalkanmu! Dan aku sudah tak ingin menjadi ‘pemburu’. Tak ingin lagi!!!
Entahlah …
Aku mengingatmu subuh ini!!!
Mengunjungi ‘beranda’mu tiap kali membuka ‘berandaku’ di dunia maya, melihat perkembanganmu yang jarang menampakan diri. Menilaimu dari koleksi foto – fotomu dan siapa yang dekat denganmu, menerka dan menganalisa seperti apa dirimu lewat perbincangan, catatan, ataupun komentar – komentarmu. Menilaimu dari laporan – laporan teman – temanku sejak beberapa bulan terakhir ini, menebarkan informasi tentang dirimu sejak aliran pesan tak pentingmu yang sering masuk.
Entahlah …
Aku tak tahu.
Tak tahu apa yang kulakukan saat ini.
Entahlah …
Tak tahu.
Tak tahu mengapa harus mengingatmu subuh ini dan juga di malam – malam lain sebelum aku tidur.
Entahlah …
Apakah kau pernah memikirkan aku juga, perempuan di dunia maya ini?
Aku tak tahu dan tak terlalu berharap juga kau mau mengingatku.
Maafkan aku kalau aku masih tak bisa bersikap ‘santai’ sebagaimana yang kau harapkan. Mungkin kau benar, aku ‘terlalu serius’ tapi itu demi kebaikan kita. Jangan pernah percaya pada seseorang yang tak kau kenal, “don’t talk to the stranger!’, pesan yang pernah kudapat.
Hanya takut salah, itu saja.
Andai saja kau tahu kalau aku mengagumimu sejak lama!!!
Andai saja kau tahu bahwa beberapa catatan yang kubuat tahun ini karena kau.
Entahlah …
Kenapa aku mengingatmu subuh ini!!!
Maafkan aku yang tidak bilang secara langsung bahwa aku menikmati diskusi – diskusi dan percakapan kita yang sering berbelit – belit penuh simbol.
Maafkan aku yang sempat menempatkan rasa “kagum bercampur suka”.
Entahlah …
Kenapa aku mengingatmu subuh ini dan membuat dadaku terasa sesak lagi!!!
Lelaki subuh seh …!!!
(Canberra, 26 June 2010)
0 comments:
Post a Comment