Search This Blog

Loading...

Wednesday, 30 June 2010

Bersyukurlah ...

Bersyukurlah …
Bila saat ini, hari ini,
Kau masih dapat mengontrol moodmu,
Masih bisa berpikir positif,
Masih bisa bergerak tanpa rasa nyeri di persendianmu,
Masih bisa berlari dan berjalan tanpa alat bantu.

Bersyukurlah …
Bila saat ini, hari ini,
Kau masih bisa bernafas dengan mudah,
Tanpa alat bantu, tanpa alat semprot
Tanpa pil – pil pereda nyeri,
Tanpa selang – selang berisikan pasokan oksigen.

Bersyukurlah ..
Bila saat ini, hari ini,
Kau masih bisa mengontrol tubuhmu,
Mengontrol jam tidurmu,
Mengontrol selera makanmu,
Mengontrol pikiranmu.

Bersyukurlah …
Bila saat ini, hari ini
Kau masih bisa bersepeda, bermain dan menendang bola,
Berlari kencang, melompat, meloncat,
Menari dengan riang.

Bersyukurlah …
Bila saat ini, hari ini,
Kau masih bisa bekerja dan hidup tanpa pil – pil pereda nyeri,
Masih bisa menikmati makanan dan minuman apapun yang kau inginkan
Tanpa takut sesak nafas, nyeri dada dan ataupun kesakitan.

Bersyukurlah …
Bila saat ini, hari ini,
Kala kau masih bisa tertawa terbahak – bahak tanpa takut moodmu akan berubah terlalu senang, ataupun bisa menangis tersedu – sedu tanpa takut akan mempengaruhimu.
Tak takut pada perubahan alam dan cuaca terhadap moodmu.

Aku kadang iri dengan kalian.
Sangat iri!!!

Tapi …
Bukankah hidup sudah cukup untuk disyukuri dan dijalani?

Dan aku memilih untuk melihat hidup sebagai proses.
Aku mungkin gagal, tapi aku tak ingin menyerah untuk tetap berusaha dan tetap hidup.

Aku bodoh karna beberapa tahun lalu berusaha untuk mengahiri hidupku dan terus berpikir tentang kematian dan bunuh diri sebagai jalan pintas.
Sebuah jalan pintas keluar dari kesakitan dan kehampaan.

Tapi tak lagi, tak mau lagi ….

Sejak aku bertemu Dia, aku merasa mendapatkan tujuan hidupku.

dan aku belajar banyak dari Dia.

Belajar untuk bersikap:

Tak ada lagi sakit hati, tak ada lagi amarah pada diriku,
Tak ada lagi ketakutan, tak ada lagi keinginan untuk membuat orang lain terkesan,
Tak ada lagi keinginan mencari kekayaan,
Tak ada lagi keinginan untuk bersaing dengan sesama,
Tak ada lagi keinginan untuk terus memakai topeng,
Tak ada lagi keinginan dan rahasia pecitraan diri.

Aku mungkin gagal dalam beberapa bagian hidupku,
Dalam karir akademikku,
Dalam hubungan dan pertalian kasihku,
Dalam merepresentasikan diri dalam lingkungan sosial

Tapi aku puas pada apa yang kucapai hingga saat ini,
Aku puas karna aku memilih untuk tetap hidup,
Memilih untuk melanjutkan hidupku.

Aku akan terus berusaha tetap hidup,
Berusaha dan tak akan pernah menyerah.
Akan terus mencoba menjalani hidup ke depan
Dan melihat hidup sebagai sebuah proses, sebuah perjalanan
Dan kebahagiaan adalah apa yang kubutuhkan sebagai bahan bakar
Hingga ku bertemu Dia.

Dia alasanku untuk tetap hidup!!!
Seseorang yang mengubah hidupku untuk percaya bahwa Hidup layak diperjuangkan dan dijalani.

Namanya Y-E-S-U-S.

(Canberra, 30 June 2010; usai berhasil sedikit demi sedikit kalahkan mood depresi)

0 comments: