Search This Blog

Loading...

Thursday, 27 May 2010

Andai kam mengerti

Andai kam mengerti sa barang sedikit saja? Andai kam mengerti sa barang sebentar saja ka? Sa capek skali, kam tahu. Capek ikut kam pu mau. Andai kam mengerti sa barang sebentar saja ka. Sa tra minta banyak

Sa capek selama ini pendam sa pu perasaan, pendam sa pu impian dan segala macam karna kam. Sa berusaha., OK. Berusaha menyangkal banyak dari sapu diri demi kam. Tra minta apa – apa, tra mo kasi repot kam. Berusaha atasi sapu masalah, kesedihan dan segala macam sendiri. Karna sa sayang kam.

Tapi sekarang, setelah sekian lama, ini su 27 tahun sa hidup sama – sama kam. Selalu berusaha jaga kam pu nama baik, tra mo kasi susah kam tapi kenapa kam masih tra bisa mengerti sa ka. Sa tra minta banyak, sa cuma minta kam mengerti jang larang sa untuk barang – barang yang sa cintai, pliz. Kalo tentang manusia atau cowok, sa bisa kasi tinggal dong dan menyangkal sapu perasaan, sa bisa lakukan itu demi kam, tapi plis jang untuk barang yang sa cinta mati, bukan untuk sapu hobi ataupun barang – barang yang bikin sa bahagia dan berarti.

Kam masa tra pernah belajar untuk mengerti kalo sa cinta mati pantai dan segala sesuatu yang ada di sana, sama deng sa pu rasa cinta sama hutan. Skarang baru setelah selama ini sa coba lakukan yang terbaik demi angkat kam pu nama baik, angkat kam pu gengsi dan juga kam pu muka; setelah banyak hal yang sa lakukan untuk kam; setelah sa korbankan banyak sapu kebahagiaan demi kam, masa kam tega bilang barang itu ke sa. Kam gila kapa kalo suru sa lepas sapu keinginan untuk lihat pantai, bermain di pantai apalagi mandi – mandi, snorkeling dan duduk di pantai.

Kam tra pernah bisa mengerti kalo pantai itu tempat dimana sa bisa menjadi manusia yang lebih baik. Kam tra pernah mengerti bagaimana ombak – ombak itu bisa bantu sa kontrol sa pu emosi, kontrol sapu kegilaan, kontrol sa pu pikiran sakit hati, marah dan benci.

Kam tra pernah bisa mengerti kalo pantai itu sapu tempat terapi, tempat dimana sa merasa baikan, tempat lain yang bagai rumah bagi sa. Kam tra pernah ada waktu sa sedih, marah atau menangis kan? Tapi pantai itu yang bantu netralisir sapu mood, energi negatif dan bikin sa bisa normal dan tra racun kam mati sejak lama. Kam tra pernah sadar ka kalo sapu kesehatan membaik karna sa suka ke pantai? Kam tra pernah sadar ka kalo sa lebih sehat secara mental karena sa suka ke pantai?

Baru kenapa kam larang sa dan bilang sa sombong karna sa melawan kam pu larangan?
Kenapa kam bilang sa tinggi hati karna sa melawan?
Kenapa kam selalu sukses bilang sa yang buruk – buruk kalo sa melawan?

Sa capek selama ini dengar kam bilang semua kata itu.

Kam su sering ragukan sapu orientasi seksual, kam bilang sa lesbi lah. Waktu kecil kam bilang sa nan jadi lonte lah. Saat remaja kam bilang sa tersesat lah hanya karena sa ingin tahu tentang kebenaran. Sa kuliah kam bilang sa banyak hal. Kam selalu bilang sa sombong, tinggi hati dan egois kan. Sejak kecil sa malah kam selalu label sa judes. Sa akui sa berbeda kan dengan sapu sodara – sodara dan anak – anak kebanyakan.

Maafkan sa karena berbeda. Maafkan karna sa pemimpi. Maafkan sa karena sa memilih hidup di sapu dunia sendiri dimana sa rasa aman dan nyaman. Maafkan sa karna sa cenderung menjauh dari kam smua. Bukan karena sa tra sayang kam, bukan karna sa benci kam, tapi sa tra ingin disakiti deng kam pu kata – kata terus. Maafkan karna sa sensitif skali. Maafkan sa.

Mungkin sa yang harus mengalah jauh dari kam saja. Biar kam puas.

Maafkan sa karna sa tra bisa lakukan apa yang kam inginkan, yang kam mau.

Maafkan sa karena sa tra bisa jadi sesempurna mungkin yang kam inginkan. Yang kam mau.

Maafkan sa karena sa tidak sekuat yang kami bayangkan, yang kam mau.

Maafkan sa!!!

Sa su coba untuk baik, jadi orang baik.
Sa su coba untuk ganti sapu kelakuan – kelakuan yang kam tra suka.
Sa su coba jadi perempuan yang kam inginkan, yang bisa masak, pake baju perempuan, dandan cantik.
Sa su coba belajar deng baik dan berusaha tunjukan sa bisa bersaing secara akademis, bisa jadi juara, bisa sekolah tinggi.
Sa su coba belajar untuk bisa korbankan sapu perasaan demi kejar sapu kemampuan akademik.
Sa su coba belajar ikut kam pu denominasi, supaya kam tra malu karna sa.
Sa su coba tra tuntut apapun.
Sa su coba kan?

Sa tra minta banyak dari kam.
Sa cuma minta kam mengerti sa juga ka, mengerti kalo sa tra bisa hidup tanpa barang – barang yang sa cinta. Barang – barang yang bikin sa merasa hidup. Sa cuma minta kam jangan jauhkan sa dari pantai, hutan ataupun alam. Kam tahu, sa bahagia sewaktu sa dekat deng barang – barang itu. Sa rasa nyaman dan sa bahagia. Sa tra minta banyak. Mengerti sa barang sedikit ka.

Maafkan sa karna sa berbeda deng kam pu anana yang lain di rumah.
Maafkan sa karna sa sejak kecil selalu melawan kam pu pendapat.
Maafkan sa karna sa pu resistensi ke kam sangat besar.
Maafkan sa karna sa suka langgar kam pu larangan – larangan.
Maafkan sa karna sa pu rasa ingin tahu sangat besar.
Maafkan sa karna sa pu diri begini.

Andai saja kam bisa melihat dari sapu sudut pandang suatu hari nanti.

Tapi sa tahu, sa tra akan pernah bisa paksa kam pahami sa, mengerti sa.

Maafkan sa karna sa tra bisa ikut kam pu mau.

Biar suda, kalo sa pulang dan kam mo usir sa, kam usir suda.
Tapi sa minta maaf karna sa tra pernah bisa ikut apa yang kam mau.

Ini sapu hidup! Ini sapu diri! Maafkan sa!!!

(Campbell, 28 Mei 2010)

1 comments:

Lucky'Style said...

may.. jadilah perempuan yg kuat.!! jangan khawatirkan apapun yg bisa bikin kamu down!
nikmati dan syukuri smua yg sudah Tuhan bri, melangkah saja dengan pasti di jalan yg sdh DIA atur, berlindung sajalah di sombar kokohnya Tembok yg sudah DIA bentuk, kamu pasti AMAN dalam genggamanNYA. DIA sobat yg setia, yang pasti akan jaga dirimu dari apa saja yg melemahkan mu.
so, apalagi yg mesti kamu takutkan?
DIA sedang menatap Hidup mu, berikan senyuman semangat bagi DIA.
tetap smangat ya!
sahabt2 terbaik mu akan selalu mensuport kamu may. Kamu tidak sendirian hadapi smuanya.
Tuhan Berkati
--------