Entahlah …
Apakah dia memikirkanku malam ini?
Mengapa hatiku berdegup kencang dan perasaanku bahagia?
Entahlah …
Dimana dia? Siapa dia?
Pertanyaan yang harus kuuraikan saat ini.
Aku hanya tahu malam ini aku bahagia
Rasa aneh ini menulariku dengan cepat
Membuatku tersenyum tanpa alasan.
Ketawa kecil.
Lega, saat hatiku terasa mengembang
Saat awan di atas kepalaku terasa begitu dekat
Saat dingin malam membuatku semakin larut dan ingin menari
Lelaki pelangi,
Entah dia sedang berasa di mana.
Di dekat lautan ataukah di tengah rimba beton menjulang,
Dekat jembatan ferry ataukah lorong – lorong subway,
Terperangkap dalam hutan hujan ataukah di sebuah rumah nyaman di kota tua,
Aku tak tahu.
Aku hanya tahu,
Rasa ini membuatku nyaman, bahagia dan tenang.
Ingin sekali menari malam ini
Di bawah rembulan
Di pinggiran pantai
Menari dan terus menari
Menari bersamanya!
Kau tahu, lelaki pelangiku.
Rasa aneh ini muncul lagi.
Rasa aneh yang membuatku tertawa dan tenang dan bahagia
Lupa akan stress tugasku
Yesus, thanx untuk pinjaman rasa ini
Bertumbuh dalam cinta seperti ini memang terasa menyenangkan ya.
Kau begitu baik padaku, berbagi perasaan ini untuk ‘lelaki pelangiku’
Teringat syairnya Steven Curtis Chapman “We’ll dance”
CHORUS:
We will dance
When the sun is shining
In the pouring rain
We'll spin and we'll sway
And we will dance
When the gentle breeze
Becomes a hurricane
The music will play
And I'll take your hand
And hold you close to me
And we will dance.
(Canberra, 20 March 2010)
0 comments:
Post a Comment