Search This Blog

Loading...

Monday, 29 March 2010

My uni's life

# Kalo ngantuk di kampus, dimana saja Maya kapala tidur?

Jawab:
tergantung musim tooo. Kalo musim dingin ka winter parah ka spring, operasi cari sofa hijau empuk di level 4 Chifley Library, ka di level 3 Menzies library. Kalo summer dan awal autumn, bisa dikembangkan deng pi tidur di rumput – rumput samping Chifley di bawah pepohonan Beerch ka juga di kursi taman di bawah pohon rindang, seperti yang sa lakukan kemarin di samping Baldessin Precint atau di dekat Menzies.

#Toilet mana yang paling suka diakses, yang favorit dan yang berkesan?

Jawab:
Semua toilet cewek di Baldessin Precints (bersih dan pake 4 – 5 bahasa instruksi), level 4 Chifley library.

#Toilet mana yang buruk dan tra direkomendasikan?

Jawab:
Semua toilet cewek di university Union khususnya lantai bawah (ANU pu tempat makan), kadang karena bau, kotor, sabunnya kadang habis, kertas tisunya kadang ada, kadang abis dan kadang malah jadi areal quickie sex *sigh

#Apa yang berkesan dari perpustakaan ANU?

Jawab:
koleksi buku yang super duper lengkap, dan bisa akses jurnal dari rumah, bisa pinjam hingga 40an buku selama 6 bulan dan tentu saja bisa jadi pintar merecall buku *permainan baru yang bikin stress kadang tapi kalo bisa dapat, leganya.

#Apa yang berkesan dari ANU semester ini?

Jawab:
Dapat dosen perfeksionis di kuliah weekend sabtu – minggu per 3 minggu dari jam 9 pagi – 5 sore dan duduk manis terus, trus pulangnya dikasi 3 pilihan esai sekian ribu kata yang minimal referensi bukunya hanya bisa dikerjakan dalam waktu 1 minggu dengan waktu due jam 10 pagi dan potongan nilai 10% kalo terlambat kumpul plus alamat recall buku semakin sulit karena ada 30an lebih yang daftar di kelas ini*sigh

Ngecengin cowok latin manis di kelas weekend. Tampang dan bodi model deng rambut ikal dan tatapan mata a la Antonio Banderaz ^_____^

#Tempat makan yang sering dikunjungi?

Jawab:
Asia bistro (yang kadang bikin emosi karena di-charge lebih), Panjeska (yang salah satu kasir cowoknya rasis dan tra ramah, pelayan cewek Asianya jutek) tapi makanannya pas di lidah esp. T-bone steak, apalagi kokinya ganteng sekali, Latin booo dan suka muncul di depan ^____^, dan juga Kafe belakang gedung hukum (Seafood basketnya besar dan makan sampe puas, pelayannya ramah dan pemandangannya lebih alami, dan dekat deng Menzies)

#Ruangan mana saja yang sering dikunjungi?

Jawab:
Menzies dan Chifley library, Melville hall (untuk lihat pameran mini antropologi dan arkeologi, common rooms alias lab2 komputer di Copland building, the tank, Haydon Allen bld, Baldessin Precints bld, Paulinne Griffin bld (tempat AusAID dan ASLC), dan tentu saja Union court. Plus berkeliaran di Coombs kalo ada seminar gratis, nonton film. Graduate House kalo mo pi komsel Kristen.

#Mata kuliah mana saja yang berkesan selama tahun pertama (yang terbaik dan terburuk)?

Jawab:
Language and Society karena topiknya Maya banget, dosennya keren dan bikin puas sekali diskusinya, 100% suka sekali. Tugas – tugasnya juga mantapz dan aplikatif walaupun nilainya seret karena ternyata berstandar tinggi, dilihat dari 40an mahasiswa, tugas lapangan trada satupun yang HD, paling tinggi saja cuma 70. Dosennya juga baik sekali, biar perpanjang waktu pengumpulan tugas, bisa datang ke ruangannya tanpa bikin janji dan sangat care dengan masalah mahasiswa. Suka sekali. Selain itu, dosen sangat paham tekonologi, dari blog kelas, forum diskusi hingga rekaman dan power point bisa diakses dengan mudah dan kalo ada masalah bisa langsung ke ruangan dosennya dan kasi tahu. Selain itu, tutornya juga keren dan baik plus ramah ^___^

Mata kuliah terjemahan karena bikin sa mengantuk trus …. Selain gaya dosennya yang tra update deng perkembangan (iyalah, dosen lain pake power point, rekaman masuk ke database kampus yang bisa diakses dari rumah, handout dan daftar bacaan yang jelas, blog kelas dll, yang ini malah semester 1 rekaman pake pita kaset, handout cuma point2nya saja, trada rincian daftar bacaaan dan acara raba teori). Trus sejak semester pertama, su tra baku cocok deng dosennya yang sekaligus ketua jurusan. Kayaknya pengaruh sa pu pilihan novel sejak awal yang de tra suka berbau Asia walaupun yang tulis orang yang besar di Amerika. Plus pernah dikonfront langsung dengan pilihannya pas sa konsultasi deng tugas ke 2 dengan bertanya, “memangnya su trada novel – novel dari Inggris ka Amerika ka Australia yang bagus ka, jadi pilih novel – novel dari dunia lain?”. Kehilangan selera langsung di tugas ini karena sejak saat itu melakukan sesuatu demi nilai doang dan asal dosen senang. Padahal di mata kuliah lain, sa yang pilih judul dan dosen OK2 saja asal sa bisa dapat referensi dan bisa susun de deng pendekatan ilmiah. Padahal kan sa ingin tahu kalo terjemahan yang lebih berkonteks Asia ka sastra marjinal tuh bagaimana dll. Kesan pribadi sih dosennya sedikit Anglo-Saxon oriented, padahal kan mata kuliah ini bukan murni berstandar Anglo-Saxon tapi faktor budaya kan juga jadi pertimbangan. Plus sa bawaannya tra fokus dan malas banget ketemu pace ini. Plus demotivated dulu karna Opa pi rekomendasikan sa ke tutor yang sama parahnya, yang bawaannya sa tertekan tiap pi konsultasi tugas dan merasa jadi orang terbodoh di ANU *sigh. Thanx God, Tuhan buka jalan dan sa pindah dan tra harus tesis dan ketemu opa itu dan ketemu tutor2 yang kooperatif dan sangat membuka sa pu pemahaman sekali, makanya rela sekali kerja tugas dan semangat belajar ^__^

#Lift gedung2 mana saja yang pernah dicoba dan berkesan?

Jawab:

Hedley Bull Centre karena cepat, aman, ada kacanya dan pake bel ^__^, Chifley Library karena paling lama tunggunya, pas berhenti macam lift mo talapas dan tong ada di situasi urgent tapi keren karena pake indikator suara "you are in level x" ^_^, Menzies Library karena klasik banget macam di abad berapa dan merknya tuh 'OTIS' :D dan tentu saja Baldessin Precint karena tombol liftnya di kedua belah dinding, dan Coombs bld (canggih, cantik dan terbuka 2 sisi ,tergantung pintunya yang sebelah mana).

0 comments: