Malam ini jujur aku merasa down. Begitu down. Hingga 1 jam kuhabiskan hanya untuk menangis, mendengar musik dan berdoa. Begitu rapuh.
Tahap ini benar – benar terasa benar – benar cleaning out of my closet. Jujur aku sudah tak ingin kembali pada tahap dimana aku mengutuki diri dan merasa kosong. Kembali pada tahap dimana semua titik kekosonganku berkisar pada seseorang itu.
Usai menangis dan memutuskan untuk membaca Alkitab, kutemukan sebuah pembacaan di Luke 9: 50 dan dalam kitab Good News Bible itu, ada satu kalimat yang menguatkanku malam ini, isinya:
“Whoever is not against you is for you.”
Aku seperti diingatkan bahwa ini hidupku. Aku yang menentukan untuk mengambil semua perkataan yang berujung pada kekecewaan atau tidak. Aku yang menentukan untuk mau tetap mendekat ataupun menjauh dari sumber penyebab hilangnya sukacita atau tidak.
Kalimat ini membuatku kembali pada titik bahwa “OK, kalo begitu memang kesimpulannya, She’s not for me. GET REAL, May! You love her but maybe the way to express your love is by staying away from her. You can keep praying to her … but sometimes, you need to spare sort of physical distance. That’s all, rather than you express your anger straightly and hurt her more. It’s not a tug-o-war, May”.
Thanx Jesus karena membuatku tidak melakukan hal gila malam ini, walau tadi aku menyadari adanya sebuah pikiran yang tiba – tiba berkelebat tentang bunuh diri. Gila sekali ‘roh gila’ itu menyelinap di pikiranku tadi, sepersekian menit kala menangis tadi. Thanx Jesus karena Kau menyadarkanku bahwa Kau telah bayar harga Cash, tunai tanpa cicilan untuk diriku.
Jesus, I’m ready to fight in Your name again.
I’ll try to let it go, all this bitterness. I reckon that I need to chat with you before I sleep. Many things to share. Many stories I want to tell. When will I see you, God? Can’t wait for the time. I promise I’ll dance.
Satu yang pasti, Jangan pernah ragu ya untuk mengingatkanku kala aku mulai berpikiran aneh ^_^
Miss U, God. Truly madly deeply do!!!
(Canberra, 21 February 2010)
0 comments:
Post a Comment