Search This Blog

Loading...

Friday, 15 January 2010

Nyanyian Subuh

Catatan ini mungkin kedengaran gila dibanding catatan yang sering sa buat, mungkin kedengaran aneh. Tapi sa baru saja mengalami satu hal yang menurut sa, bukan my real habit deh. Agak – agak lain getho.

Catatan ini sa buat usai 15 – 20 menit mengalami sesuatu yang menurut sa sangat damai, sukacita dan sa merasa bahwa saat sa pu akal sehat tra bisa resist dan tolak akan, macam akan mengalir saja tanpa bisa sa kontrol.

Sa karena baru bangun sore, jadi usai cari kerjaan yang diminta oleh pemberi kerjaan, memutuskan untuk browsing, you tube-an dll. Saat teduh sudah sa lakukan sejak malam jadi ya, sa putuskan malam ini cuma chatting, FBan dll.

Sa akhir – akhir ini memang lagi suka nonton – nonton Video Kesaksian Kristen begitu. Karena sa su ambil keputusan pribadi tahun 2010 ini benar – benar tahun komitmen sa untuk benar – benar serius dengan komitmen deng Tuhan ka ini.

Yang sa mo bilang tuh, tadi saat lagi sibuk nonton – nonton Video kesaksian orang – orang yang diubahkan hidupnya oleh Yesus, tiba – tiba sa macam berhenti dari kegiatan nonton dan macam ada sesuatu yang menggerakkan sa kepala untuk menatap ke langit – langit kamar, dan sa merasa damai saja. Satu yang pasti, macam di sapu mulut tuh ada yang kontrol sa ka, jadi sa tra bisa kontrol apa yang sa bicara, jadi bukan apa yang sa pikirkan yang keluar tapi macam sesuatu yang mengontrolnya.

Selama 20 menit itu, sa mendengar sapu mulut menyanyikan lagu – lagu dan kata – kata pujian tentang Yesus, sebagai Raja di atas Raja, dan Tuhan di atas Tuhan dan macam kata – kata itu mengalir sendiri, dengan nada – nada yang sa tra mengerti, sa terbiasa deng lagu – lagu rohani kontemporer CCM, ataupun versi nyanyian Rohani, tapi tadi yang sa dengar tuh macam nyanyian – nyanyian versi Timur Tengah kapa, aneh karena sa tra bisa menyanyikan nada – nada itu, yang bersahutan dan lancar keluar. Mirip – mirip dengan yang pernah sa dengar di gereja Katolik kala Pastor dan umat angkat pujian Mazmur begitu, tapi yang ini tuh lancar sekali mengalir.

Jujur, nyanyian tuh mengalir dengan sendirinya, tanpa sa tahu apa yang dikonsep, tanpa ada proses recall, dan sa nyanyi tuh full in English, dengan kata – kata sastra yang kadang – kadang menurut sa jarang sa pake dan cuma ketemukan di dalam karya sastra.

Satu yang pasti, sa merasa begitu terpesona karena sa pu akal sehat tuh masih bisa akses apa yang sedang sa lakukan tapi sa tra bisa kontrol dan tra tau apa yang sa mulut nyanyikan, macam itu bukan sa tadi yang nyanyi, karena suaranya mengalir lepas dengan suara yang kadang naik dan lancar (sampe sa tadi sapu akal sehat sempat berpikir jang sampe sa batariak dan teman – teman rumah bangun ka tetangga dengar ka) kadang rendah dan jujur, sa tra bisa kontrol apa yang sa pu mulut de lakukan. Jujur, tadi seakan sa tra pu kontrol untuk sapu organ ucap ini oooo.

Tapi satu yang sa tahu, sa merasa damai sejahtera sekali, merasa nyaman saat menyanyi dan usai sa menyanyi. Yang sa tahu tadi, nyanyian tadi isinya tentang pujian untuk Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Pada menit ini sa su lupa kata – kata persis apa saja yang tadi sa nyanyi dan sepertinya itu bukan nyanyian yang sa pernah nyanyikan.

Mangkali ini pengaruh sa tadi terlalu banyak nonton video kesaksian dan baca – baca kitab Wahyu dll kapa eee.

Satu yang pasti, apapun tadi yang sa baru alami, sa mengucap syukur karena sa tra pernah merasa sedamai ini. Nyaman sekali!

Kiranya segala hormat, kemuliaan, dan pujian bagi Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amen

(Canberra, sebuah subuh di 15 Januari 2010)

0 comments: