Search This Blog

Loading...

Tuesday, 28 April 2009

Selamat tinggal kisah lama

Hari ini setelah sekian lama tidak berkecimpung dengan perangkat notebookku dan menuangkan pikiran dalam teks ini, aku merasa begitu lain, begitu lelah, capek dan entahlah …. Apalagi usai pulang dari Melbourne; sebuah perjalanan mencari arti dari hubungan yang kusebut sebagai ‘the lost soul’.

Perjalanan ke Melbourne yang kusebut sebagai petualangan liarku ternyata mempunyai kemiripan dengan kisah yang lain, yang pernah kulalui. Perjalanan yang berlangsung dari tanggal 18 – 23 April 2009 itu ternyata membawa banyak arti dan pencerahan dalam hidupku, membawaku dalam keputusan yang kulakukan beberapa hari lalu.

Perjalanan ke Melbourne kemarin yang penuh dengan acara senang – senang walaupun bis yang dipakai sempat mogok di Gundagi selama 6,5 jam, tapi rupanya Tuhan begitu baik dengan membiarkan bis rusak dan berganti bis hingga aku tahu bagaimana rupanya perjalanan antara Canberra dan Melbourne, bagaimana penampakan alam dan mentari pagi.

Aku bersyukur cuaca di Melbourne cukup bersahabat dan tak sedingin Canberra. Aku bersyukur aku masih bisa bertemu beberapa teman dan juga makan malam dengan anana Papua, dan juga dengan seorang teman lama. Aku bersyukur.

Tapi kepulanganku tentu saja tak lepas dari imbas dalam hubunganku dengan Al, dengan merumuskan pikiranku dalam kerangka yang lain, maka aku mengambil keputusan untuk meninggalkannya dan mungkin dalam waktu ini aku enggan untuk kembali merajut kasih dengannya yang tak memberikan aku kepastian apapun lagi. Aku lelah

Hubungan kami resmi diakhiri pada 25 April 2009 kemarin setelah usai berkirim SMS dan menanyakan kabar dan ia dengan cuek bilang bahwa ia tak sempat menghubungiku selama beberapa hari ini karena sibuk mengawal Pemilu, padahal alasan itu telah dikatakannya sejak lama. Entahlah ….

Mengapa aku begitu terikat pada lelaki ini, begitu merasa terpatri padanya .. aku capek menjadi bayangan dalam hidupnya, menjadi seseorang yang bukan apa – apa baginya … menjadi seseorang yang hanya menanti dan menanti … capek, lelah, letih, ….. apakah aku memang cuma sekedar bayangan baginya? Aku capek ..


Hingga akhirnya aku harus melepaskan diri dari belenggu ini, dari semua gundah dan gelisah yang menggumpal .. dan merasakan sedikit lega, bebas dan merdeka …..

Aku perempuan merdeka … enggan lagi diriku dipermainkan … lelah sudah hati menahan … selamat tinggal kisah lama, hari baru akan kujelang karena aku masih ingin bahagia mengejar siapa diriku yang dibentuk oleh Tuhan.

Pusing Awer ahhhhhh as long as Jesus still be mine..

Perempuan merdeka yang bebas menentukan ke arah mana akan melangkah tanpa ikatan patriarki yang melekat, tanpa ikatan apapun, tanpa semua tatapan itu … tanpa rasa mengasihani diri ataupun orang lain ….

Perempuan merdeka yang bebas berjalan, bebas menjadi setiap bentuk yang kuinginkan, menjadi apapun ….

Selamat datang hari baru .. selamat datang angin pembaharuan … Like air, I’ll fly!!!

Friday, 17 April 2009

Lega ..

Aku baru saja menyelesaikan satu buah tugas yang terperosok dalam timbunan tugas yang menggunung, sebuah karya cerpenis Australia tentang The lost generation alias tentang para Aborigin. Aku sempat mendapat banyak sekali kata – kata baru, mulai dari ramifikasi menangis, berjalan dan lain – lain, menikmati semuanya … menikmati permainan kata, bentuk dan transisi.

Hari ini aku bangun lagi dalam keadaan kecapaian karena baru tidur jam 4 pagi. Usai bertukar kabar dengan seorang teman di Melbourne berjam – jam, lanjut lagi dengan Olive di Michigan, lanjut lagi dengan Cilla di Melbee, pokoknya rame. Aku belum bisa fokus pada tugas.

Tapi intinya, aku senang bisa hidup hari ini. Bisa ke kampus tergesa – gesa dan menikmati jalan potong lewat lapangan bola di Pearce.

Aku menikmati lagunya “The Corrs” malam ini kala dingin mulai menggigit tulang.

Aku cinta hidupku, aku cinta diriku. Thanx Jesus for creating dan give me such beautiful life. Amen

Tuesday, 14 April 2009

Dari kaskado, teteruga sampe sagu forno; warisan Portugis dalam Melayu Papua

Dari Kaskado, Teteruga Sampe Sagu Forno ; Warisan Portugis Dalam Dialek Melayu Papua

Hari ini pas sa tadi cek – cek buku pesanan sa teman di Amerika untuk de pu penelitian tentang Melayu Papua, jadi ada beberapa buku yang de mo bikin tugas tuh harus sa ambil dari dialek Melayu Ambon dan Melayu Manado karena Melayu Papua sebagai lingua franca di tanah Papua tuh berasal dari perpaduan dialek – dialek Melayu di Indonesia timur ka ini. Jadi setelah baca buku – buku ini banyak hal yang sa dapatkan dan bikin terheran – heran plus ketawa – ketawa sendiri. Begini sa dapat satu buku yang judulnya “Some Portuguese Loanwords in the Vocabulary of Speakers of Ambonese Malay in Christian Villages of Central Mollucas” tulisan dari Paramita R. Abdurachman, terbitan LIPI tahun 1972. Neh pas sa baca – baca buku ini, sa macam mo ketawa bokar – bokar ooooo. Kam tau kenapa, karna ternyata kata “kaskado” tuh asalnya dari bahasa Portugis hahaha. Jadi nih ada beberapa kata yang sa dapatkan yang terdapat juga di dalam Melayu Papua, jadi mudah – mudahan bisa memberi pemahaman untuk teman – teman ka ini. Ini bukan harga mati dalam penelitian karna kalo mo dikaitkan dengan perkembangan bahasa sekarang ini pasti rentang waktunya cukup jauh, akan tetapi sebagaimana yang sedang dikaji oleh sahabat saya dalam historical comparative linguistics, pasti aspek – aspek ini akan muncul juga. Btw, sa cuma berharap mungkin kita bisa menganalisa sendiri dari mana saja kata – kata yang sering kita pakai berasal.

Dari- yang- terpesona-deng-kata- kaskado,

Dayanara Meimosaki


=========================================
Melayu Ambon/ Melayu Papua - Indonesia - Kesepadanan dalam Bahasa Portugis -(kemungkinan) Keterangan

Advent - Advent - Advento
Algojo - Algojo - Algojo
Lemari - Lemari/ Almari - Armário kata Portugis abad 16
Antero - Seluruh - Inteiro
Arloji Arloji/ Jam Tangan Relógio
Armada Armada Armada
Asar Panggang Assar
Acar Acar Achar
Bangku Bangku Banco
Babar Janggut/ Brewok Babra
Baret Baret Barrete
Belanda Belanda Holanda
Beludru Beludru Veludo Popular Portugis: veludro
Bendera Bendera Bandeira
Beranda Beranda Veranda
Bola Bola Bola
Bolu Bolu Volu
Boneka Boneka Boneca
Cerutu Cerutu Charuto
Cita (Kain) Kain Chita
Dadu Dadu Dado
Dansa Dansa Dançar
Forno (Sagu Forno/ Sagu Forna) Sagu Yang Dibakar Forno
Gagu Bisu Gago
Gardu Gardu Guarda
Gerinda Pengasah Alat Metal? Garrida
Garopa/ Goropa (Ikan) Hiu? Garoupa
Galodjo/ Gelodjo Rakus Guloso
Gereja Gereja Igreja
Gitar Gitar Guitarra
Giawas Jambu Biji Guyava/ goiaba
Inggris Inggris Inglês
Jendela/ Jandela Jendela Janela
Kadera Kursi Cadeira
Kanon Kanon/ Meriam Canhao
Kapitan Kapten Capitáo
Kartu Kartu Carta/ cartă
Kaskado/ Kaskadu Penyakit Sampar, Borok (Des) cascado
Kacuping/ Kacoping Kecil Cachopinho bentuk diminutif dari cachopo
Kebaya Kebaya Cabaia
Kemeja/ Kameja Kemeja Camisa
Kereta Kereta Carreta
Kasbi Singkong/ Ketela Kastela
Kintal Halaman Rumah Quintal
Kutang Kutang Cotăo
Lancang Lancang Landăo
Lemon Limau Limăo
Lelang Lelang Leilăo
Lenso Sapu Tangan Lenço
Lenterna Lentera Lanterna
Loko ? Louco mempunyai banyak arti tergantung konteks pemakaian
Mai (Misalnya Dalam ***Mai) ? Mae untuk kata – kata yang bermakna vulgar yang artinya ‘orang tua perempuan’
Mandor Mandor Mandador
Martelo/ Martelu Palu Martelo
Meski Meski Mas que
Meja Meja Mesa
Mentega/ Mantega Mentega Manteiga
Mester ? Mester panggilan untuk tuan atau orang Eropa/ kulit putih
Minggu Minggu Domingo
Nenas/ Nanas Nenas Ananas
Natal Natal Natal
Nyong Pria Muda ** berasal dari serapan bahasa Portugis di daerah koloni lainnya
Nyora ? ** berasal dari serapan bahasa Portugis di daerah koloni lainnya artinya panggilan pada wanita yang telah bersuami di mana suaminya berasal dari golongab yang dihormati misalnya; pendeta, guru, raja dll
Palsu Palsu Falso
Panoso Pesek Fanhoso (Jarang Digunakan Di Melayu Papua Sekarang Ini, Artinya ‘Pesek’)
Panu Panu Pano
Papaya/ Pepaya Pepaya Papaya
Padede Cengeng Perdido
Parlente ? Parlador, parlenda
Paskah Paskah Pascoa
Pastel Pastel Pastel
Pastiu Cuek Fastio tergantung konteks pemakaian
Pelor/ Peluru Peluru Pelouro
Pena Pena Pena
Peniti Peniti Alfinete
Pesta Pesta Festa
Pigura Pigura Figura
Pipa Pipa Pipa
Pita Pita Fita
Pombo Merpati Pombo
Renda Renda Renda
Roda Roda Roda
Ronda Ronda Ronda
Sabtu Sabtu Sábado
Sabun Sabun Sabăo
Saku Saku Saco
Satin Satin Setim
Sekolah Sekolah Escola
Selobar/ Salobar Air Payau Salobre
Sepatu Sepatu Sapato
Srikaya Srikaya Sericaia
Sombar Bayangan/ Teduh Shobra
Sono (Tidur) Tidur Sono dalam perkembangan sekarang lebih ditekankan pada tidur yang lelap
Serbet Serbet Sorveto
Sore Sore Serăo
Tambr/ Tambor Genderang Tambor
Tampa Piring/ Baki Tampa
Tangki/ Tengki Tanki Tanque
Tentu Tentu Tanto
Teteruga Penyu Tartaruga
Tela Batako Telha
Tabako/ Tembakau Tabaco
Tempo Waktu Tempo terjadi pergeseran makna dalam Melayu Papua menjadi ‘cepat’ dalam asosiasi denngan waktu.
Tenda Tenda Tenda
Terigu Terigu Trigo
Testa Dahi Testa
Tinta Tinta Tinta
Toki (Toki – Toki) Mengetuk Toca
Toga Toga Toga

Hujan, mimpi dan Al

Hujan masih turun dengan deras, membasahi setiap jengkal tanah di Canberra. Tariannya membuatku merasa begitu melankolis, membuatku begitu teringat Al.

Hari ini tanggal 13 April 2009 dan aku tak sadar bahwa aku telah tertidur hingga pukul 3.30 sore, dan saat terbangun aku masih berada dalam kebingungan, merasa begitu tak mengerti, merasa ketakutan setelah mimpi buruk.

Dalam mimpiku yang bagai ajang petualangan, aku mimpi harus bertempur dan menengking kuntilanak yang hendak mengambil atau menciderai bayi dan anak – anak kecil di rumahku hingga dalam mimpi itu aku begitu lelah.

Kemudian mimpi itu masih berlanjut ke arah yang lain saat sepertinya aku dihadapkan dengan para maniak seks atau para pemerkosa yang entah kenapa aku harus bertemu mereka dan aku begitu ketakutan karena aku seperti diburu, dan sialnya dalam mimpi itu aku harus merelakan “dicium” salah satu orang sinting itu. Itu sangat menakutkan.

Akhirnya aku juga harus berada dalam berbagai situasi menakutkan lainnya. Apa ini karena pada sore hari aku sempat berada dalam situasi horror karena dikerjain anjing tetangga yang dirantai di pinggir pagar dan membuatku begitu ketakutan dan harus mengunci diri di dalam shed belakang rumah sekitar 10 menit. Entahlah …

Btw, hujan yang masih turun ini membuatku begitu merindukan Al, aku benar – benar rindu dia, sayang sekali sama dia.

Al, bagiku dia lebih dari sekedar kekasih. Dia membuatku merasa perempuan paling bahagia di dunia usai beberapa hari lalu bertukar kabar lewat SMS. Aku merindukan tatapan matanya yang hangat, yang membuatku serasa mencair. Aku merindukan pelukannya yang sehangat susu coklat. Aku merindukan kehadirannya yang bagaikan tetesan air yang membasahi wajah di musim panas yang kersang.

Al bagiku bagai anak kunci yang tak bisa berpisah dengan rumah kunci. Al bagiku adalah lelaki yang membuat hari – hari kelabuku berubah menjadi cerah ceria dengan bebungaan yang tumbuh di kaki – kakiku. Al bagiku adalah air terjun yang membuat ketertakjubanku berubah menjadi seruan riang dan gembira kala melompat ke dalamnya.

Aku begitu mabuk pada lelaki ini, pada lelaki yang membuatku tertawa terus dalam hari – hari penuh air mata. Aku merindukannya. Sangat …..

Monday, 13 April 2009

angin bawa kabar

Sa kadang mo menangis setiap dengar lagu ini, sa ingat ko, Al. I miss you.

===========

Angin Bawa Kabar
Artist: Nanaku

Angin bawa kabar kasana
Bawa beta pung pasan
Par dia disana
Bilang beta pung rindu
Bilang beta pung sayang
Biar beta tapisah jauh
Ale ada di hati

Tunggu ale lama disini
Rindu setengah mati
Nyong mana ale pung janji
Beta sabar menanti
Sio ale nyong sampai hati
Biar ale tapisah jauh
Beta pegang se pung janji

Tagantong lama
Katong pung cinta
Tagal mo tunggu beta
Cari hidop dirantau
Ternyata beta susah disini

Reff:

Kalo ada yang mo maso minta
Nona tarima saja
Jang ale pikir beta lai
Perkara cinta beta cinta
Mo sayang paling sayang
Marsio mo biking apa

Parcuma beta susah di rantau

Sunday, 12 April 2009

Air dan kehidupan


Sa baru saja selesai membaca sebuah artikel resensi buku berjudul Blue Planet Run terbitan Five Mile Press dalam sebuah majalah Kristen. Buku ini berisikan tentang kumpulan foto, esai, dan beberapa fakta lingkungan dan grafik tentang krisis air global. Setelah baca artikel itu, sa rasa bagaimana eeee, sa rasa bahwa tong di Papua kadang cuma menerima begitu saja apa yang tong miliki dan kadang tong tra sadar bahwa tong begitu diberkati.

Menurut buku ini, air adalah elemen yang su ada sejak dulu dan tra pernah berkurang ataupun bertambah karena de bergerak dalam siklus. Air yang tong pakai saat ini untuk memasak, mandi, minum atau membersihkan, adalah air yang sama yang dipakai oleh tong pu nenek moyang dong beberapa abad silam. Air yang tong pake untuk upacara pembabtisan di gereja adalah air yang sama yang dipakai oleh upacara – upacara adat ritual lainnya di tempat lain dalam waktu yang berbeda.

Air itu bagaikan dua sisi mata uang; de bisa begitu cantik dan jatuh bagaikan hujan di pagi hari, ataukan dalam bentuk embun di malam hari, tapi de juga bisa begitu ganas dan menakutkan dan bisa kasi tabale mobil, kasi rusak gedung, kasi ancur kota, telan perahu – perahu dan masih banyak lagi.

Tapi de juga pu fungsi banyak ka ini. De itu insulator alami, de bisa secara perlahan ubah suhu udara, de bisa ambil tiga bentuk (cair, padat, uap), de bisa jadi jalan raya, de bisa dipake untuk mengekstrak mineral dari bebatuan dan lain – lain.

Air adalah darah bumi, dan air tuh yang jadi 83 persen dari manusia pu darah. Jadi air tuh tong pu aliran kehidupan ka ini, tapi sayangnya tong malah kasi kotor akan dan buang – buang akan dalam tingkatan yang parah ka ini.

Kam tahu, air yang tong pake saat ini tuh bukan tong pu air, itu pinjaman dari bumi. Air yang tong pake tuh juga milik Afrika, Asia, Amerika, Australia dan laini – lain. Karena sekali kam pake, tong tra pernah tau de akan kemana toooo, jadi de bergerak dalam siklus. Karena prinsipnya; apa yang beredar pasti de akan mengalir.

Tong di Papua nih su harus mulai sadar ka ini tentang peran air, karena saat ini sedang terjadi apa yang namanya krisis air global. Karena beberapa negara yang berkuasa sedang mencoba membuat air menjadi komoditas yang hanya bisa dimiliki perusahaan – perusahaan tertentu di saat akses air semakin susah. Kam tra tau ka, kalo ada sekitar 1,1 milyar orang di tempat lain sana ada setengah mati untuk bisa akses air minum yang sehat ka ini.

Air de akan beredar terus dalam d epu siklus tapi tong perlu sadar bahwa jangan sampe de pu siklus ini kaco karena tong pu aktivitas – aktivitas ka ini, khususnya untuk tong pu air tanah ka ini.

Menurut artikel yang sa baca ini, tahun 2006 tuh, Dewan gereja dunia su terbitkan buklet tentang krisis air global yang disebut “Air bagi kehidupan (water for life)” dan pernyataan terpenting dalam buku itu adalah bahwa “pembagian air yang seimbang merupakan ungkapan penting dalam solidaritas global”.

Tapi pada kenyataannya, berdasarkan buku Blue Planet Run, dan juga Blue Covenant (ditulis oleh Maude Barlow), saat ini banyak perusahaan – perusahaan besar telah mencemari air ataupun cadangan air di negara – negara dunia Ketiga alias negara – negara berkembang ka miskin nih dimana dong tra peduli atau seidkit peduli deng kehidupan masyarakat setempat, dan hal ini tentu saja su sumbang banyak bagi krisis air dunia.

Menurut buku ini, su banyak hal yang terjadi di bumi ini, di tempat – tempat macam PNG, Ekuador, Cina, Jaiti, India, Nigeria, Malawi, dan negara – negara Afrika lainnya. Tapi juga terjadi di Amerika Serikat ka ini. Saat sa baca bagian ini, sa langsung ingat tong pu Papua ooooo, neh kam pikir aktivitas pertambangan tuh tra cemari air ka. Sa yakin ada banyak hal yang disembunyikan dalam data – data penelitian tentang dampak lingkungan khususnya air dari aktivitas penambangan dan pembukaan hutan. Kam jang pikir kalo aktivitas penambangan di area – areal logging tra efek ke kualitas air untuk masyarakat lokal di sekitar sana eee, sa pernah dulu jadi relawan untuk LSM lingkungan dan pas duduk sharing deng masyarakat, baru paitua – paitua dong cerita tentang limbah sensoran kayu alias bekas skap2 tuh ka, de bikin merah dong pu mata air ka ini karena dong skap2 dekat mata air ka ini. Itu baru contoh kecil saja eee


Salah satu contoh yang mungkin kam bisa pantau tuh di AS sana, ada beberapa keluarga di West Virginia yang selama bertahun – tahun harus beli air dari trek – trek air dan air gallon ka ini karena dong pu air yang keluar dari keran tuh tercemar dan mengandung batubara ka ini. Jadi dong salahkan Massey Energy, perusahaan batubara yang ada operasi dekat dong pu daerah ka ini, jadi masalah pencemaran air dan degradasi lingkungan terjadi dimana – mana.

Jadi, buku ini de bilang bahwa memang air ko tra akan berubah jumlahnya karena bergerak dalam jumlah dan siklus yang sama, tapi masalahnya air yang layak minum dan sehat tuh makin sedikit ka ini, sedangkan manusia tambah banyak. Sa memang tahu kalo sekarang nih kutub – kutub mulai mencair dan massa air laut makin bertambah, tapi air itu kan tra layak dikonsumsi secara langsung.

Buku ini menganjurkan tong untuk mulai melakukan beberapa hal antara lain: Meningkatkan kesadaran dan mulai berbicara tentang hal ini; tentang pentingnya air layak minum. Trus tong juga mulai berhemat menggunakan air. Dan tentu saja jang lupa untuk jaga sumber – sumber air yang ada.

Tong di Papua nih depu alam su berkembang sejak lama menciptakan kestabilan ekosistem yang mendukung ketersediaan air. Sa jadi ingat waktu kampanye hutan alam di sebuah SMA di Manokwari tentang hubungan hutan dan air di Manokwari.

Nih untuk kasus contoh di Manokwari eee, kalo hutan di Manokwari khususnya di Gunung Meja tra dijaga deng baik dan ditebang, maka dampak yang dirasakan selain suhu yang akan naik, juga cadangan air tanah penduduk di sekitar areal itu plus juga penduduk di pinggir pantai misal di Pasir Putih, Kwawi dll, karena sa pernah baca seorang dosen UNIPA pu tulisan di surat kabar lokal tentang dampak hidrologi dari hutan Gunung Meja plus juga sebuah acara lingkungan di Metro TV. Karena kalo su trada hutan yang tampung air dan menyerap air, maka air ko tinggal jatuh frei – frei dan mengalir ke laut, trus trada yang jadi cadangan air tanah, bisa - bisa tekanan air tanah dan tekanan air laut pada daerah – daerah pesisir berubah, dan akhirnya adalah kalo tekanan air laut yang tinggi maka nan air di pinggir – pinggir pantai tuh salobar betul dan asin nanti. Sedangkan sampe sekarang tuh air masih tawar jadi artinya tekanan antara air tanah tuh masih lebih besar ka ini. Sory kalo penjelasan tra mendetail ka ini, tapi garis besarnya begitu.

Kalo mo bicara air, pasti tra akan selesai – selesai karena deng berhubungan dengan udara, hutan, tanah dan lain – lain dan nanti sa absen kerusakan – kerusakan terlalu banyak lagi ka ini.

Jadi mulai skarang nih, plis … hargai air yang tong pu di Papua, hargai akan dan pake deng bijak. Jang buang sampah ke laut dan kali dan tong kalo bisa mulai bikin kesadaran lingkungan untuk menyuarakan tentang air jadi kalo kegerakan bisa meluas, semoga pemerintah lokal bisa mempertimbangkan para penanam modal yang tra akan rusak lingkungan.

Salam Lestari!

(Disarikan dari artikel resensi buku “Water is life: pass it on” atas buku “Blue Planet Run” dalam majalah Insight volume 19.2, Maret 2009, atau bisa baca artikelnya di www.insight.uta.org.au)

Kabut

Saat kubuka jendela kamarku pagi ini, kabut tebal menggantung di bukit depan rumah. Aku begitu takjub dan berteriak riang pukul 8 pagi. Bagaimana tidak, telah begitu lama tak kuliah bayang embun tebal itu menyaput bumi, terakhir kali tahun 2006 di Anggi dan juga sewaktu tinggal di Kapling Gunung Meja Amban. Aku begitu terpana dengan suasananya, begitu romantis, begitu cantik, dingin dan memesona.

Aku jujur jatuh cinta pada kabut itu, pada atmosfir romantisnya, pada suasananya … pada bungkusannya, pada pesonanya, pada semuanya.

Hingga kupergi dan menghadiri ibadah di South Woden Uniting Church, aku tetap tak bisa menghilangkan pesona kabut itu dan bercerita pada Carolyne tentang kabut itu dan menikmatinya.

Hari ini aku masih tetap menikmati rasa sayangku pada Al. Hingga subuh kami masih SMSan walau sempat terdistorsi dengan telpon dari seorang teman di Melbourne namun Al dan aku .. entahlah … aku merasa ia adalah the missing part of the puzzle of my life!. Bahkan ia sempat bilang bahwa mertua dan istrinya talah menjual rumah dan tanah mereka dan pindah ke kota lain di provinsi lain dan ia enggan berbicara tentang itu lagi, yang pasti ia bilang bahwa “Itulah hidup”. Aku pikir ia mungkin sudah enggan untuk membicarakan luka hatinya …

Yang pasti, perasaanku padanya begitu kuat, begitu dalam. Entahlah …. Aku tak mau lagi kehilangan dia, walau kutahu ada beberapa orang yang mengharapkan aku mengakhiri hubungan kami, tapi entahlah …. Kami tak benar – benar pacaran yang nyata seperti dulu, tapi perasaan kami … entahlah …. Aku menyayanginya.

Saat kabut turun tadi pagi, tiba – tiba perasaanku melankolis, benar – benar melankolis. Aku benar – benar rindu, Al. Benar – benar menginginkannya.

Cinta seh, kenapa tra bisa dipahami skali oooooo

Andai saja …

Saturday, 11 April 2009

Mimpi bayi lagi ...

Kemarin malam,aku mimpi dititipi bayi lagi,diminta menjaganya sebentar...entahlah ...aku mulai ketakutan nih ... karena mimpi ini kembali lagi,kembali lagi,dan membuatku ketakutan sekali ... Yesus, plis nih artinya apa ka?

masak ..masak...

Hujan turun dengan dinginnya membuat tulang – tulangku serasa mau berteriak .. sudah pukul 6 p.m. dan di luar jendela kamarku, langit telah gelap gulita. Hari ini tanggal 11 April 2009 dan aku baru sadar bahwa seorang sepupuku di Jayapura berulang tahun ke 24 hari ini, jadi kuputuskan mengirimkan SMS kepadanya. Entahlah apakah ia dan keluarga pakdeku baik – baik saja, usai kekacauan beberapa hari lalu di Jayapura.

Hari ini aku bangun kesiangan hingga jam 12 siang lewat 30 menit .. benar – benar acara bermalas – malasan hari ini. Jadi saat bangun yang kulakukan adalah mulai masak. Hari ini entahlah mengapa aku begitu bersemangat untuk masak. Jadi kukeluarkan buncis dan jamur kalengan serta daging sapi goreng yang kusimpan di kulkas dan mulai mengolahnya menjadi sup, aku bukan orang yang tahu masak, jadi kumasukan saja semua benda yang kutahu dapat dimakan ke dalam panci yang sebelumnya telah kuberi tumisan shallot dan brown onion plus berbagai bumbu, mulai dari lada bubuk, irisan spring onion dan mencampur beberapa kaldu instant dan jadilah sup aneh itu.

Tapi aku rupanya masih belum puas, jadi kugoreng udang goreng asam manis dan juga membuat isian untuk lumpia. Isian lumpia yang kubuat ini merupakan hasil eksperimen; mihun, salmon kalengan berbumbu bawang dan tomat, irisan berbentuk dadu dari wortel organik dan tak lupa bumbu – bumbu seperti shallot, brown onion, spring onion, sambak ulek botolan, dan tentu saja garam dan lada hitam. Hingga setelah isian ini kelar kutumis, aku mulai melipat setiap 1 sendok isian ke dalam selembar kulit lumpia alias spring roll wrap. Lumayan juga, sekitar 12 lumpia kuhasilkan. Hingga kemudian kutersadar bahwa aku belum membuat sambal cair asam untuk teman lumpia. Tanpa menunggu lama, semua bumbu untuk sambal telah berada dalam wajan dan voila … sebuah sore yang menyenangkan. Tentu saja tak lupa juga kurebus kacang ijo guna sarapan besok pagi usai bosan makan sereal hehehe

Hari ini aku merasa begitu bersyukur sekali bisa berada di sini, mengejar semua impian yang kupunya, mempunyai seseorang yang menyayangiku di Manokwari, walau kami sering bertengkar tapi aku tak bisa menggantinya dengan orang lain karena ia membuatku tenang dan nyaman. Entahlah

Memang kuakui bahwa kadang kuingin meninggalkannnya dan mencari orang lain yang lebih layak menemaniku, tapi entahlah .. aku selalu kembali padanya. Kemarin malam sebelum ia pergi perjamuan kudus, kami masih sempat ‘baku SMS’. Aku menikmati saat – saat seperti ini, saat bercakap – cakap dengannya. Ia benar – benar sangat manis saat ini. Aku berbicara tentang perasaan rinduku, rasa kesepianku tanpanya dan aku juga membuat pengakuan bahwa akhir – akhir ini aku sedang dekat dengan cowok lain dan pernah berpikiran untuk meninggalkannya namun masih tak bisa, dan akhirnya pembicaraan kami pun bergulir tentang apa yang hendak kami lakukan malam kemarin tentang aktivitas dan lain – lain. Aku benar – benar merasa dia adalah pelabuhan terakhirku; tempatku berlabuh usai lelah berpetualang.

Malam kemarin sebenarnya aku sibuk membaca buku terbitan LIPI “Agenda dan Potensi Damai di Papua”, sebuah pemaparan yang lumayan bagus namun memang butuh proses dan diseminasi informasi bagi para pihak yang berkepentingan di Papua. Dan hingga malam hari, karena beban pikiran yang entah mengapa membuatku begitu berat, aku sampai tiba- tiba tergerak untuk membuat puisi tentang tanahku. Entahlah .. mengapa banyak orang yang salah menginterpretasikan keindahan Papua dan mencoba merusaknya demi kepentingan pribadi. Andai bumi Papua dapat berbicara.

Friday, 10 April 2009

Aku telah tua, teman!

Para sahabatku, antara ada dan tiada, antara mimpi dan terjaga,

Dulu …
Aku telah mengerang kesakitan,
Aku telah menjerit terluka,
Aku telah merintih minta tolong,
Aku telah berteriak memprotes.

Aku telah meronta keras saat mereka memperkosaku,
Menusukku dengan tangan – tangan kotor mereka.
Merobek kehormatanku dengan kata – kata manis mereka.
Janji – janji surga ataukah rapalan neraka,
Entahlah … aku tak tahu.

Aku telah menangis lebih dari beratus jingga
Menampung air mataku bagi anak – anakku
Menyimpannya sebagai kisah pelipur lara
Mengulumnya sebagai dongeng sebelum tidur

Tapi …..
Kala anak – anakku bertumbuh,
Mereka mengkhianatiku,
Mereka membunuhku dengan kata pujian mereka
Mereka membutku berjalan tanpa tempat tujuan.

Aku telah tua, teman.
Mereka yang kulahirkan dari rahimku
Menjualku kepada perampok dan penjarah berwajah pedagang,
Mereka menggadaikanku pada orang – orang suci berhati soa – soa dan ular putih

Aku telah tua, teman
Untuk menyadari dan menelan pit pahit bagai daun pepaya
Kala kudapati bahwa hanya beberapa anakku yang peduli.
Anak – anak yang kerap kutelantarkan dari pangkuanku.

Kala anak yang lain kumanjakan dengan buaian hangat,
Yang lain kubiarkan mencari kasih sayang.
Kala yang lain kusuapi dengan kelembutan,
Yang lain kubiarkan mandiri mengurus diri sendiri

Tapi aku terlambat sadar,
Terlambat menyadari tentang kasih yang tak terucapkan
Kasih yang tak perlu pujian manis
Kasih yang tak perlu rentetan kata bersayap.

Aku telah tua, teman.
Untuk menyadari bahwa yang terhilang lah yang merawat lukaku,
Menyediakan bahu kala ku menangis
Mendengarkah keluh kesah seorang tua.

Tapi …
Anak – anak yang kukasihi ini telah pergi,
Hilang tanpa bekas dan jejak
Hilang tanpa nama dan tujuan
Lenyap bagaikan abu petaburan disaput angin

Kini …
Haruskah lagi ku diperkosa,
Dirampok, dijarah, ditikam,
Ditendang, disepak, dipukul,
Ditinju, dianiaya, ditampar,
dizalimi, dihina, dipermalukan, dinista,
dicaci maki, dibunuh?

Kini …
Haruskah aku berhenti bersuara,
Berkata, berucap, memprotes, mengritik,
Menghujat, mencela, mendemo,
Membunyikan ujaran ketidakadilan ini?

Aku telah tua, teman.
Yang aku tahu, aku tetap akan ada di sini,
Dan akan tetap ada,
Karena disinilah aku berada.

Andai aku bisa berkisah seperti para manusia itu …


Salam hangat,

Bumi Papua



(Terinspirasi dari Pemilu 2009 di tanah Papua; apakah janji surga yang ditawarkan atau neraka jahanam yang dibumikan?)

Sunday, 5 April 2009

Day light saving time

Sa bersyukur untuk sapu hidup walau hari ini sa salah menginterpretasikan daylight saving time dan pi ke gereja 1 jam lebih awal hihihi

I love you Jesus. Hope to meet u soon

Kecenderungan jiwa???

Mmh … ini sebenarnya mo tulis apa eee, lagi bingung, lagi mati ide karna gigi yang lagi ‘mencuri kebahagiaan’ …. I swear nih penyakit memang paling bikin rusak mood, benar – benar sekongkol dengan sepupunya si flu …. Sampe – sampe bikin sa tambah stress he.he.he

Oh ya, tentang cerita mop yang ko bilang ada anana kecil dua orang nemu granat to …. Menurut sa, dong dua tuh naïf apa goblok ya? Kalo kenaifan, mmh tidak juga, karna kenapa de pake bentuk ‘conditional-if’ yang pake seandainya lengkap dengan alternatif jawaban ya … Tapi kalo goblok, mmh bisa juga, tapi kok dia siapin jawaban juga …. Moralnya sih, menurut sa, don’t trust any news at once, jadi harus dipikir dan ditimbang baek – baek … tapi kalo case ini terjadi pada sa, mungkin sa akan masuk pada kategori ‘goblok’ atau ‘naif’ kapa eeee, orang impulsif jadi pasti susah untuk melaksanakan screening awal kebenaran berita, tapi kayaknya orang impulsif tuh bagus untuk jadi provokator … atau jadi trendsetter??? (tra nyambung to)

Bro, ko penyakit kalo stress aneh – aneh ya? Sa ada jalan keluar untuk ilangkan itu, ko kunjungi RSJ saja … pasti ko akan sadar kalo ko trada penyakit apa -apa karna ko masih normal daripada yang ada di sana ha.ha.ha …. Jang berpikir yang aneh – aneh nanti malah mengonsumsi ko pu akal sehat … sa saja yang ada mental disorder tra mo pikir sapu penyakit daripada tambah stress jadi sa su malas kasi waktu lebih pikir nih kecenderungan …. Mending ko mulai pikir sesuatu yang positif daripada nanti malah de settle lebih lama …. Ini cuma saran saja, mo terima atau tidak kan ko pu pilihan …

Sa bilang begini karna sekali ko membuka celah bagi pikiran kalo ko ‘aneh’ atau lain – lain, de akan menuntun ke hal yang lain. Sa su cukup habiskan waktu beberapa tahun ini atasi kecenderungan jiwa kayak gini. Mungkin ko tidak sampe tahap berat seperti sa, sa doakan semoga tidak. Jadi dari sekarang, jang ‘mengutuki’ diri dan beranggapan bahwa ko ada pu kelainan yang tra bisa ko kontrol … Remember, pikiran tuh tong yang kontrol jadi jang sampe de yang kontrol tong …Bahaya, bo!!!

Sa cuma mo sharing saja sebagai teman kalo kenapa pikiran tuh wajib tong kontrol … Karna sa ada kecenderungan jiwa yang kalo sa tra kontrol akan sangat fatal akibatnya …. Sa kan perfeksionis dari kecil jadi semuanya harus sempurna, harus right on the track, harus cepat dan tepat, pokoknya harus sesuai rencana … Nah ternyata itu semuanya bikin sa jadi pu kecenderungan obsessive – compulsive disorder (OCD) pada beberapa hal antara lain kalo sa dulu waktu masih di rumah, sa paling terganggu kalo sa pu pintu kamar tra ditutup, itu kayak stress dan tra tenang, jadi bawaannya cepat marah ….. untuk info lanjut baca di Internet to tentang kecenderungan ini.

Nah ternyata OCD ini karna tra bisa sa kontrol malah menuntun sa ke yang namanya Bipolar alias Manic Depression (ini istilah lama), sampe tahun lalu sa masih tahap berat dan tra bisa kontrol, cuma Thanx Jesus, tahun ini sa merasa su agak baikan dan su tra parah betul, su bisa kontrol … mungkin juga karna mantanku yang kemarin bisa ingatkan sa trus untuk wake up dan tidak berpikir yang aneh – aneh plus selalu ingatkan sa untuk keluar dari masalah ….

Sa cuma mo ingatkan, jangan terlalu larut dengan stress karna sekali de tersimpan di alam bawah sadar, dia akan terekam terus. Sorry, sa bukannya mo menggurui, mungkin ko juga pasti banyak baca, tapi gara – gara nih kecenderungan jiwa yang bikin ‘ganas’, sa jadi banyak baca artikel psikologi dan browsing banyak tentang hal ini. Jadi, pliz jangan menghakimi diri sendiri bilang kalo pu kecenderungan yang aneh, coba berpikir positif tentang diri sendiri dulu … ini saran saja eeee

Mungkin ko rasa aneh kenapa sa bilang begini, mmmh cuma pengalaman pribadi sih, kalo kecenderungan jiwa kayak begini bikin akal sehat rusak … Sa kan mudah depresi karna bipolar, apalagi kalo lagi tahap depresi, bisa sampe tahap percobaan bunuh diri beberapa kali tapi Thanx God, sa su sadar kok … Eitz, sa tra coba bunuh diri karna cowok eee, ini murni karna sa tra bisa berpikir jernih, karna sa membiarkan diri dikontrol oleh pikiran yang menyimpang, karna kalo ada beban kerjaan yang banyak malah disimpan dan tra dikeluarkan … apalagi sa orangnya cepat bosan, eeee tertimbun jadinya ya keluar dalam bentuk kecenderungan jiwa yang membahayakan diri sendiri.

Biasanya su dimulai dengan pikiran yang kosong dan trada semangat, setelah itu mulai merasa hidup sia – sia walaupun mungkin saat itu lagi berada pada puncak karir atau sukses dalam suatu kerjaan, dan merasa ada hal yang salah tapi tidak tahu apa. Nah kalo su begini, paling bagus kalo ada kerjaan yang keras dan tough banget jadi otak ‘dipaksa’ mikir yang berat jadi tra fokus ke rasa kosong itu, kalo tidak …. Mmh rencana bunuh diri pake berbagai metoda pun melintas di kepala n mulai banyak ngomong tentang kematian dan topik yang aneh – aneh …. Untung sa pu banyak teman yang suka ingatin sa, yang kadang rela dibangunkan subuh – subuh untuk dengar sa pu curhat ha.ha.ha …

Tentang teman yang suka ingatin, mmh ada satu sahabatku yang su kuanggap saudara di Makassar, namanya Omdha, teman sejak SMA kelas 2, termasuk salah satu cowok yang diijinkan keluargaku untuk nongkrong dengan sa (beberapa cowok yang kalo sa jalan dengan dong biar pulang malam tra akan kena komentar orang rumah ha.ha.ha) ……. Cuma heran kenapa sa tra pernah ada perasaan untuk jadi pacarnya dia ya? Padahal he knows everything about me, perfectly knows … mungkin memang Tuhan menempatkan dia khusus untuk jadi sahabat dan saudaranya sa. Dia benar – benar sadarkan sa tentang satu hal yang penting tentang hidup tahun lalu saat jam 3 pagi sa su stress berat dan su siap ‘eksekusi’ obat – obatan, de telpon dan SMS sa begini, “Sa ingin lihat ko di umur 50 tahun lebih dan berambut putih dan mengajak ko melihat hidupmu ke belakang, dan sa yakin itu tra akan bisa terjadi kalo sekarang ko mati, pasti tra akan bisa. Jadi, plis tunggu sampe saat itu tiba eee” …. Menurut sa, it’s so AMAZING pu sahabat kayak dia yang suka ingatin sa…. Cuma herannya kenapa ya sa pu perasaan sama dia tra bisa berubah jadi lebih dari sekedar saudara … Macam trada chemistry, padahal mungkin kalo ada, pasti su dari SMA di Jayapura, sa su pacaran dengan dia kapa ee ha.ha.ha

Masalahnya di Papua tuh, kalo sa pi ke psikiater tuh pasti dianggap ‘gila’ kan? Padahal sebenarnya orang perlu ke psikiater untuk bicara dan mengenal diri sendiri, makanya Thanx God, di OZ tuh di kampus tuh ada jasa konselor yang expert di bidangnya jadi su ada jaminan tra akan separah dulu …. Oooops, kok malah cerita yang tra jelas eeee. INTINYA sih: bro, ko jangan stress, karena sebenarnya you are luckier than other peeps outta here …. Bahkan daripada sa, jadi nikmati hidup dengan semua hal yang Tuhan su taruh di dalam ko pu hidup …. Tetap berpikir positif bahwa Tuhan pasti pu rencana besar untuk ko di masa mendatang dan tetap doakan dan imani itu.

Oh ya, sa su ampir 1 bulan nih sa di Jakarta, ko tahu 1 hal yang sa rindu mati tuh sapu suasana ruang kerja di Resource Centre, UPT Pelayanan Bahasa .. Adoh rindu mati *** pu kegiatan buka – buka situs mode dan fashion plus celetukan tong pu genk membahas fashion yang aneh, rindu *** pu suara baganggu yang kadang bikin de kena semprot maki dari sa he.he.he. Trus satu makhluk Tukulista; yang kadang macam tong mo siapin karung dan kapalkan dia karena terlalu ‘ndeso’ ha.ha.ha … atau si N tukang mop yang suka baganggu + I yang sebenarnya manis cuma sayang kelakuan bikin ilang feeling plus beberapa teman lain ….. They make me alive (benar gak sih structurenya? Sa lemah sekali dalam structure, I hate this skill actually)

Mungkin Gibran benar kalo sahabat tuh adalah kebutuhan jiwa …. Apalagi sahabat – sahabat yang su tahunan baku kenal …. Sa bersyukur su ampir 5 tahun ini temenan sama O, kalo M su teman sejak 13 tahun lalu tapi baru sobatan kental sejak 5 tahun terakhir, ada juga teman – temanku sejak kecil yang su teman sejak sebelum tahun 1989 … su ampir 20 tahun lalu ha.ha.ha dan masih awet sampe sekarang ….. sa percaya bahwa Tuhan memberikan 3 jenis teman di dalam hidup kita. Ada teman yang memang untuk a reason, a season, ataupun a life time. Lemme discuss ‘bout it!!

Kalo sa lihat kembali ke dalam sa pu hidup, teman for a reason itu yang seperti yang sa dapatkan dalam diri O, Om, M dan beberapa teman yang lain, sa berharap ko juga termasuk di dalam kategori ini, karna setiap orang yang Tuhan tempatkan di dalam strata ini membantu memaksimalkan potensi diri kita di dalam mengenali diri kita sendiri, membantu kita berdiri kala terpuruk jatuh.

Nah kalo for a season tuh, ya banyak deh …. Sa melihat contohnya tuh seperti para napi di dalam sa pu hidup, mereka cuma datang sebentar tapi ada pelajaran berharga tentang hidup yang sa dapatkan dari mereka …. Misalnya Al yang suka ingatkan sa untuk tra boleh putus asa atau F yang suka ingatkan sa tra boleh menganggap diri sa ‘gila’ apalagi menghakimi diri pu kelainan (de bilang ini cuma kecenderungan dan bisa sembuh) ataupun B yang benar – benar suka ingatin dan sadarkan kalo sa tuh cewek dan bisa mengubah gayaku yang tomboy jadi sedikit feminim ….. jadi kadang mereka memang hanya datang dalam kurun waktu yang relatif singkat tapi arti mereka kadang bisa terbawa seumur hidup ….. (jang dikaitkan dengan sisi negatif mereka, lihat sisi positifnya lah he.he.he)

Trus kalo teman for a life time ….. mmh ini yang masih sa doakan terus …. I wish, pasangan hidup kelak tuh seperti ini, yang bisa jadi sahabat sa for a life time …. Tapi sa percaya kok, kalo sa akan dapatkan ‘dia’ entah dimana dan kapan …. Tapi yang pasti, I believe, pasti akan sa temukan ….. yang penting sekarang sa jalani hidup dulu dan selesaikan target kerja yang ada dan bepikir positif kalo sa pu hidup yang indah, yang pasti termasuk lebih beruntung daripada beberapa ribu cewek lainnya di Indonesia dan beberapa ratus cewek seumuran sa di Papua, yang mungkin saat ini mereka tidak pu cukup kebebasan seperti sa, pu kesempatan mengemukakan pendapat lewat tulisan kepada sahabat – sahabat sa lewat e-mail karena memang tra tahu cara mengoperasikan internet …. So, give thank saja lah!

Bro, pernah ka trada ko merasa bahwa apa yang sebenarnya tong pu sekarang ini tuh tong cuma take it for granted? Sa kalo su stress biasanya su mo ‘pointing finger to God and ask WHY?” tapi kemudian sa sadar kalo lewat teman, lewat Alkitab dan lewat doa bahwa SEGALA yang sa pu saat ini sa dapatkan gratis dan hanya oleh ANUGERAH saja kan? Jadi sebenarnya tra boleh berkeluh kesah … karna sebenarnya sa masih lebih beruntung beribu – ribu kali dari banyak orang di luar sana, sa akan coba kecilkan scope pembahasan bagaimana sa tahu sa lebih beruntung dari mereka …. Mmh ambil contoh saja di lingkungan tempat tinggal sa. Lemme count!!!

Sekali lagi, ini bukan mo bersikap jadi AKON (Anak KOmin Narsis) eee, bukan juga mo menyombongkan diri, ini cuma mo memberikan gambaran kalo ada banyak berkat Tuhan yang dicurahkan di dalam setiap orang, tapi kadang lupa disyukuri …. Biasanya kalo pas ada masalah baru sadar …. Ha.ha.ha

Dalam range kompleksku di ST sana, menurut sa, sa di antara kurang dari 50 orang cewek yang berhasil lulus S1, yang bisa lulus dengan IPK lebih dari 3,50, yang pu skor ITP TOEFL lebih dari 550, yang pu kesempatan kerja di berbagai bidang yang sa suka, yang bisa bajalan ke beberapa tempat yang tra semua orang dan semua cewek mau pergi, yang masih bebas di umur 25 tra beban jaga anak atau pu anak, yang su pernah pacaran lebih dari 3 kali (bayangkan, ada lho yang su ampir 30 tahun tra pernah sekalipun pacaran), yang bisa berenang, berlari, mengendarai motor (ada kan yang tra bisa atau bisa tapi takut), yang pu ortu dan sodara – sodara cowok tra pernah ‘maksa’, ‘ngancam’ ataupun ‘intimidasi’ untuk melakukan pekerjaan domestik seperti masak, bersih – bersih dan cuci pakaian ….. n masih banyak lagi …. Jadi sa cuma mo bilang kalo my LIFE IS BEAUTIFUL!!!

Jadi, sa bikin contoh kecil tadi supaya kalo ko mulai stress lagi, ko mulai coba hitung berkat yang ada dalam ko pu hidup, pasti ko tra akan stress, karna tong tidak pu satu alasan pun untuk stress kala yang Tuhan berikan dalam tong pu hidup tuh berlimpah ruah …. Sorry kalo su kayak jadi pendeta ha.ha.ha ….. Sa memang tidak alim, kadang masih jatuh juga, karna jujur sa masih dalam proses juga jadi orang baek …. Pray for me eee!!! Tapi sa tahu kalo hidup orang Kristen tuh DIBERKATI!!!

Bro, macam sa su mulai cerita babusa nih ka …ha.ha.ha. Oh ya, nih ada kutipan puisi yang sa pernah baca di buku, ko pantau saja eee. Moga bisa coloring ur life, yang pasti sih, jang stress karena bikin cepat tua ….. sa lagi semangat deng sa pu hidup karna Minggu ini sa mo ketemu sa pu bapa jadi begitu suda, orang tua tuh kadang sa ganas dong, tapi kadang dong bikin sa kangen dong juga, apalagi sa paling dekat dengan sapu bapa ….. I miss him he.he.he. Ko pantau puisi ini eeee.

Ambillah waktu

Ambillah waktu untuk berpikir, Karena itulah sumber kekuatan.

Ambillah waktu untuk membaca,Karena itulah sumber hikmat.

Ambillah waktu untuk bermain,Karena itulah rahasia untuk tetap muda.

Ambillah waktu untuk berdiam,Karena itulah kesempatan untuk mencari Allah..

Ambillah waktu untuk mengasihi dan dikasihi,Karena itulah anugerah Allah yang terbesar.

Ambillah waktu untuk tertawa,Karena itulah musik bagi jiwamu.

Ambillah waktu untuk bersahabat,Karena itulah jalan kebahagiaan.

Ambillah waktu untuk berdoa,Karena itulah kekuatan terbesar
Di permukaan bumi ini.

Tapi sayang, orang – orang modern selalu berkata :
“ Maaf saya sibuk, tidak ada waktu. “
Dan, itulah tragedi.


Sumber : Buku “ Sandera, 130 Hari Terperangkap di Mapnduma “


Bro, have a nice day and May the peace of Jesus be with U …. Don’t be stress out, relax and be realistic ….. I thank Jesus for having a friend like U. JBU.

Napi; one in a million

Surat kepada teman:

Hai, bro … Thanx su balas sa pu surat yang kadang tra pake aturan surat – menyurat karena panjang banget … Langsung saja … masa ko tra tahu kata “met b’apa saja”? Maksudnya ya “selamat bikin apa saja” alias met ber’apa saja atau dengan bahasa Indonesia baku, “selamat beraktifitas” …. Sa tahu kam su takena udara Bogor lama tapi bukan berarti tra tau … Parah ini …. Jang sampe ke State trus pulang su lupa ‘dusun sagu’ …. Begini – begini nih yang bikin ‘dusun sagu’ rubuh saja ha.ha.ha. Btw, sa masih tetap membagi surat ini dalam sub-bahasan saja …. Lebih terarah ka ini 

Napi 4 Bakit? Maybe ….
Ini pepatah sebenarnya yang bilang seorang cewek Sorong, sa yakin ko pasti tahu orangnya jadi sa tra bisa kasi tahu namanya …… Waktu sa kuliah di Unipa, anak Kehutanan ini dan teman – teman segenk-nya yang mendeklarasikan ‘semboyan’ ini … abis pacar mereka NAPI semua dan kayaknya mereka senang – senang saja tuh, malah su ada yang menikah he.he.he … Cuma tra tau eee, mungkin napi BMK (bebas mas kawin) kapa eeee

Napi Fans Club? Again ….
Tentang NAPI FANS CLUB .. aduh su pamalas bahas …. Kalo seandainya bisa, sa ogah pacaran dengan napi lagi …. Masa sa tra laku di suku lain ha.ha.ha …. Ko tahu, 2 minggu lalu baru dikenalin dengan napi yang di Bandung, teman 1 kosnya sahabat cowokku …. Sa sampe protes sama *** (nama temanku) kalo kenapa dikenalin dengan napi lagi, karena sebelumnya juga dikenalin sama another napi di kosnya …. Masa sih cuma bergaul dengan napi all the time, coba dapat teman baru yang suku lain ka, Moor ka Merauke ka Jayapura he.he.he ….
Bro, sekedar bocoran saja eee, sa su berusaha cari pacar yang non-napi eeee, tapi tra tahu nih … masih begitu juga nih ha.ha.ha ….. Ko tahu, sa pu mantan ke 3 yang di Manokwari tuh de orang Wondama jadi dulu pas de PDKT, sa tahu famnya kan bukan Biak jadi sa enjoy saja, eeeee setelah 1 bulan lebih pacaran, sa baru tahu kalo mama dan neneknya tuh orang Biak …. Trus yang lucunya de masih sodara dengan *** …. LUCU kan? Karna sa pu mantan B*** pu mama juga kalo ditilik ke sejarah keluarganya masih berafiliasi dengan ***. Tapi si Al (mantan ke 3) nih yang paling parah …. Masa *** pu sepupu kandung (anaknya mama adenya ***) pas liburan 5 February kemarin kan main ke Manokwari eeee malah tinggalnya di rumahnya Al … Jadi pas sa diajak main dan ketemu nih cewek, pas cerita – cerita …. Ya ampun ……. ternyata terkuak kalo *** dan Al tuh masih sodara …. Mo bilang disguised blessing juga salah – salah …BINGUNG!!!

Dunia itu Kecil? Mungkin ….
Bicara tentang dunia itu kecil … Mmh mungkin juga menurut sa, sebenarnya ada dua ‘secret admirers’ dari Sorong juga tuh masih sodaraan dengan *** …. Ini baru satu contoh kecil. Ada yang lebih lagi, mungkin memang cara yang Tuhan pakai tuh banyak ya untuk membuka mata kita tentang pertalian ini.
Waktu Maret kemarin, pas sa pi urus paspor di Sorong dan tinggal di rumahnya *** … sa dapat satu fakta baru lagi …. Ternyata sa dengan *** tuh masih baku panggil keluarga lewat hubungan Pernikahan … karena pangkat neneknya *** dari mamanya, fam Rumaropen tuh nikah dengan sapu nene pu ade laki – laki alias sa pu tete ade … Terungkapnya pertalian ini juga cukup lucu …..
Sa kan tinggal di rumahnya ***, cuma karna cuma di sana sambil tunggu paspor yang lama, sa iseng – iseng SMS sapu bapa tanya sa pu oom yang tinggal di Sorong … dari pembicaraan yang berkembang, akhirnya sa pu oom memutuskan menjemput sa untuk tinggal di rumahya … dan TERNYATA …. Dari bincang – bincang dengan nenekku saat menanyakan my host family di Sorong, sa sebutin *** pu keluarga dll khususnya mamanya *** … ko tahu, ternyata sa pu Oom kenal dan langsung antar sa pulang untuk pamit ke keluarganya *** dan baru terungkap kalo mereka tuh satu kerukunan begitu, kerukunan Ambroben - Yenures karena buyutnya *** dari pihak mamanya ternyata sepupuan dengan neneknya oomku …. Makanya sa pernah bilang sama ***, jang sampe sa pu future husband nanti nih de pu saudara lagi ha.ha.ha … Abis ada sa pu teman cowok yang dekat sekali sama sa sekarang dan sa su anggap sodara nih memang mamanya orang Jayapura sana …. Masih 1 kampung ka dengan *** …. Mudah – mudahan tidak ya ha.ha.ha

Cinta? Topik yang menarik ….
Kayaknya kalo bahas tentang cinta … tra akan habis – habis … Makanya sa pernah bilang sama sa pu teman kalo seandainya Tuhan tra kasi perasaan yang namanya “CINTA’ … pasti banyak orang yang miskin dan tra ada kerjaan …. Iyalah, pasti trada Glenn Fredly, tra ada Rio Febrian dll …Trus hidup banyak orang jadi gersang sekali ha.ha.ha….Karna yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah kemampuan mengekspresikan perasaan cinta itu secara verbal dan non- verbal …. Ini juga yang membedakan antara manusia dan mesin …… Tapi sa paling kagum sama Tuhan karna Dia menciptakan perasaan CINTA sebagai bagian dari Free willing (kehendak bebas untuk memilih) …. Jadi murni karna kehendak dan pilihan kita sendiri …..

Kuasa perkataan? PASTI …..
Mmmmmh, ko bukan satu – satunya orang yang tidak percaya dan tidak mengerti kenapa sa bertahan lama dan mo mengalah dengan B*** … Sa juga kadang heran kenapa sa bisa bertahan begitu lama pahami dia …. Alasan kenapa sa tetap mempertahankan hubungan really didn’t have to do with sex or anything, karna kadang cewek cenderung mempertahankan suatu hubungan walau tersiksa karena faktor losing virginity or something like this …..Sa tidak tahu, sampe sekarang, mungkin ini sekali lagi ada hubungannya dengan ‘kuasa perkataan’, makanya sa sekarang kalo mo bicara sesuatu apalagi di dalam berdoa, sa mulai seleksi KATA yang sa pake … ini sangat sulit bagi sa karna sa orangnya impulsif. Dalam psikologi, impulsif itu sifat yang mengikuti suasana hati, jadi semuanya berdasarkan mood dan suasana hati … Susah banget lho …. Apalagi sa juga ekspresif, kalo tra suka pasti kelihatan di wajah, kalo senang, kelihatan juga jadi kadang ada kata yang keluar tra pake pikir, setelah itu baru sadar ka ini.
B itu, let’s say’ akibat dari ‘kuasa perkataan’ mungkin. Waktu SMA dulu, pas re-treat rohani tentang Gambar diri, luka batin dll, sa belajar bahwa apa yang tong bicara dan perkatakan, itu ada kuasanya. Apalagi kalo berdoa dan ikat di dalam nama Tuhan, kuasanya besar. Coba lihat di Matius 18: 18, “Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
Kaitannya dengan B begini, lemme explain. Waktu Mei 2005, saat putus dengan ***, sa selalu bilang sama teman – teman dekat yang cewek trus berdoa kalo seandainya sa ketemu satu cowok atau ada cowok yang ungkap pas sa ulang tahun ataupun PDKT pas sa ultah, sa akan luluh dan pacar dengan dia, pokoknya kayak lagunya “As long as you love me”nya Backstreet Boys ka ini ….. Sa tra akan peduli de pu tampang dll … maklum to, menjomblo lama – lama juga saat kuliah tuh bikin stress ha.ha.ha ……. jadi sampe sekitar Agustus 2006 tuh, sa masih tetap jomblo trus ada ade tingkatku yang bilang kaka sepupunya yang kerja di Freeport ada cari kenalan cewek di UNIPA dan minta sa pu nomor HP, sa bilang ‘terserah saja’ tapi kemudian sa acuhkan saja karna cuma anggap angin lalu dan sa juga su lupa ‘janji’ yang dulu pernah sa bikin, karna jujur selama masa jomblo itu ‘dekat’ dan ‘didekati’ banyak cowok juga, dari dosen muda (he.he.he) sampe teman – teman lama yang sayangnya semuanya NAPI lagi ha.ha.ha
Nah sa herannya pas pada tanggal ultahku di bulan September 2006 itu, 1 hari itu trada satu makhluk pun temanku yang ngucapin selamat ultah ataupun kirim SMS, sa sampe taheran – heran, bahkan *** juga sekalipun …. (de telpon sa ucapkan selamat ultah 1 hari setelah HUT … parah) … dan GUESS WHAT??? Ada satu nomor baru yang telpon sa dan ko tahu, de pu suara tuh SAMA PERSIS dengan ***, makanya sa pikir *** jadi sa su interogasi dia sampe marah – marah karna tra mo mengaku, ternyata B yang telpon dan ‘alasan kalo de salah sambung’ dan mo ngomong dengan sodara ceweknya dan ngajakin kenalan …. Sorry, nih pengakuannya dia kalo waktu itu de ‘terpaksa’ tipu karna sepupunya bilang harus menyamar kalo mo kenalan deng sa, karna takut sa ‘tutup’ telpon ka ini …..
Jadi ya begitu, ternyata nih cowok nekat juga telpon tiap hari cuma mo nanya apa sa itu sodara perempuannya, jadi ya sempat baku tipu mati, mana sa su ngaku orang Wamena lha dll, cuma pas de bilang kalo de kerja di Timika dan orang Biak, sa refleks ingat sepupunya ade tingkat yang pernah dikasi tahu, jadi kontan sa langsung tanya … ya sudah sejak saat itu tong teman …… Lewat 3 bulan komunikasi intensif lewat telpon dan SMS baru sa terima de pu permintaan untuk jadi pacarnya dia (2 X ungkap, 2 X kena penolakan tapi gigih juga sih) he.he.he
Intinya, sa percaya kalo kuasa perkataan tuh ada, makanya sa sekarang su tra berani bilang benci satu suku tertentu, cowok tipe apa dll, takut terjadi lagi …. Tapi tentang napi dong …. Mmh mungkin ini juga ada hubungan ke faktor genetis juga …. Mungkin …..

Faktor genetis? Mungkin juga ….
Tentang kenapa harus Napi, sa kurang tahu, tapi mungkin ada hubungannya dengan faktor genetis kapa eeee …. Sa yakin ko pasti termasuk di antara banyak orang yang tidak tahu kalo sa masih ada darah Biak kan? Jadi, kalo mo ditarik garis patriliear yang tepat dan akurat, sa pu mace dong itu sebenarnya orang Biak yang berganti fam dan berasimilasi dengan suku Arfak karena faktor sejarah … Jadi sa pu moyang or something (lupa urutannya, kalo tra salah buyutnya mamaku atau tetenya mamaku) tuh dari Numfor yang ditukar dengan makanan alias sebagai alat barter sementara bagi kelompoknya. Kalo mo diceritakan panjang banget, tapi garis besarnya begini ……
Waktu masih jaman kesultanan Bacan dll, rombongan keluarga Sroyer dari Biak mereka berlayar ke Tidore mengantarkan upeti, karena keberanian mereka, sultan memberikan gelar ‘MAYOR’ yang kemudian mereka pake sebagai ‘fam’ mereka …. Trus dari perjalanan – perjalanan rombongan ‘MAYOR’ ini saat pulang ke Numfor dari Maluku sana, mereka kehabisan bahan pangan dan terpaksa harus mendarat di daratan Manokwari …. The problem is mereka benar – benar su tidak pu apa – apa untuk bertahan hidup jadi butuh kontak dan barter dengan orang Arfak….
So, yang ada saat itu hanyalah seorang anak berumur 10 tahun bernama Awini Taberi alias Timotius Mayor yang adalah seorang anak pemimpin Mayor yang mengikuti pelayaran dan dia menjadi PENUKAR atau alat jamin bahan pangan …karna perjanjiannya adalah rombongan akan kembali ke Numfor dan tumbu parang dan kembali mengambil dia. So, the story goes, dia dibesarkan oleh kepala suku besar Arfak dan diangkat anak, n waktu rombongan pelaut Biak dengan beberapa perahu berisi parang datang dan ingin minta anak itu balik, orang Arfak su tidak mo karna katanya, anak ini cerdas jadi they wanted to keep him for them. Jadi ya begitu ….. moyangku terintegrated ke dalam suku Arfak.
Satu hal yang kemudian sampe sekarang menjadi permasalahan dalam keluarga besar Meyah khususnya dalam jabatan kepala suku di Manokwari adalah moyangku ini kan diangkat anak oleh kepala suku, dan kepala suku ternyata mengagumi kecerdasannya sehingga dia malah memberikan ‘tahtanya’ kepada nih anak dan dikawinkan dengan anak perempuannya sehingga selanjutnya ‘tahta’ dan kepemilikan hak ulayat pun jatuh ke tangan dinasti Awini Taberi … Makanya keturunan Awini Taberi dan keturunan Mandacan lainnya ada konflik yang istilahnya tinggal menunggu waktu untuk pecah saja …..
Kaitannya dengan faktor genetis, mmh sa sendiri tidak tahu kenapa sa sangat tertarik dengan napi, seperti ada chemistry yang tercipta saat sa lihat dong ….. dan kebanyakan memang going well, apalagi kalo sa kenalan dengan orang baru, mereka pasti pikir sa orang Biak, tapi memang kalo ikut ibadah kerukunan Ikatan Kerukukan Keluarga Besar Numfor – Amberparem, sa pu muka memang similar banget dengan cewek – cewek Numfor yang lain, jadi ya memang getho … mungkin perulangan genetis itu tetap akan terjadi pada keturunan ke berapa ya, jadi ingat Biologi tentang fenotif, genotif, filial dll ha.ha.ha
Sa sendiri juga tidak tahu kenapa harus orang Biak, apa memang sa pu moyang pernah bikin janji untuk balik kampung halaman atau something like this, entahlah ……. tapi memang sa dulu waktu remaja memang paling menyangkal kalo sa ada darah Biak, jadi mungkin begini juga akibatnya …. Sa tra bisa menyangkal kromosom dan DNA Biak yang ada di dalam darah ha.ha.ha. Tapi sa sampe sekarang masih penasaran, apa sih yang dirasakan oleh moyang sa yang notabene adalah orang pantai dan harus hidup jauh di pegunungan, juga bagaimana tentang faktor Bahasa, budaya, jauh dari keluarga dll ….. tapi apapun alasannya untuk menyangkal (sometimes) …. Kalo tra ada orang Biak ini, sa pasti trada di dunia ini …. Jadi begitu suda, Bila Ingat Akan Kembali (BIAK) ha.ha.ha

Cinta atau kekaguman sesaat?
Bro, sa setuju dengan ko pu pendapat bahwa kadang orang salah tafsir tentang cinta dengan mengartikan bahwa “menganggap hubungan yang indah atau kesenangan saat menghabiskan waktu dengan orang yang disukai adalah cinta”. Yang pasti menurut sa itu cuma KEKAGUMAN SESAAT .... sa bukan orang yang mudah jatuh cinta,kalo kagum IYA ....
Menurut sa, cinta itu baru bisa tong rasakan saat hubungan su berjalan beberapa lama, jadi awalnya cuma kekaguman, trus suka, sayang, baru kemudian cinta. Dari semua cowok yang pernah dekat dan jalan dengan sa, mmmmh sa bisa bilang kalo sa merasakan namanya CINTA tuh dengan B, karna perasaan yang sa rasakan tuh dalam banget untuk dia, sa tidak tahu alasannya, de satu – satunya cowok yang bisa bikin sa menangis dan tertawa di saat bersamaan, merasa mencintai hingga terluka. Ko coba pantau puisi yang sa lampirkan ini (cinta?), puisi itu menggambarkan apa yang sa rasakan saat bersama B dulu ...

Curhat? Maybe .....
Sa tidak bilang kalo sa pu mantan yang lain sa tra sayang dong eee, tapi deng B itu perasaan yang sa pu DALAM banget, bahkan sampe putus seperti sekarang ini sa tetap berharap de akan dapatkan yang terbaik di dalam hidup, jadi walau su putus sambung beberapa kali, sa tidak bisa menyangkal perasaan sayangnya sa ke dia. Makanya pas sa pu status masih jomblo kemarin – kemarin juga, *** ada PDKT juga tapi akhirnya sa tolak karena B ...
Dengan Al juga kemarin tuh sa kasi tahu kalo sa masih tetap sayang B tapi hanya sebagai saudara saja, makanya sa juga minta dia jangan terlantarkan mantan dan anaknya .... cuma de bilang tidak mau. Tapi sa sempat kecewa kemarin sama Al dan ini juga yang jadi sa pu alasan kenapa sa masih malas balik ke Manokwari saat ini. Sa terbuka kasi tahu kalo B ada telpon sa beberapa kali tapi sa bilang kalo sa su pu pacar, sebenarnya kalo sa mau kemarin, sa bisa selingkuh juga balik deng B, bikin de tra usah nikah saja ..... Sa kecewa dengan Al karna pas sa ke Biak akhir Februari urus proyek UPT, kan sibuk banget kerjanya, sa cuma lupa SMS de 1 hari ingatkan de makan, e de tra mo SMS atau balas sa pu SMS apalagi mo angkat telpon beberapa hari, pas sa tanya de bilang, de sibuk dan ada masalah ....
Ternyata setelah dikorek – korek, spontan ada pernyataannya bilang kalo mantan dan keluarga mantannya ada ketemu dia dan minta balik tapi de tolak ‘permintaan balik’ itu karena su pacaran dengan sa ... padahal saat pertama kali tahu kalo de su pu anak Januari kemarin, sa su bilang dan ingatkan beberapa kali SEANDAINYA suatu hari kalau sa dan dia masih pacaran dan belum terikat pernikahan, kalo ada upaya rekonsiliasi dari pihak cewek, please jang pikirkan sa. Yang penting, don’t lemme be the last to know ...... Sa kecewa karna artinya de tra anggap sa sebagai orang yang de percayai untuk jadi tempat cerita ... itu menyakitkan lho .... padahal sa terbuka sama dia tentang B.
Itulah sebabnya kenapa sa dulu paling sayang mati sama B, dia tuh lumayan berterus terang kalo salah, kalo de selingkuh dan de mulai aneh pas sa interogasi pasti de mengaku ...... apalagi setelah sa turun tangan selesaikan masalahnya dia dan mantannya yang ancam ‘celakakan’ dia, de su tra selingkuh lagi .... Jarang cowok bisa cerita semua masa lalunya tanpa niat mo membela diri. Al dan *** saja sa tahu kasusnya dari orang lain....
That’s why, perasaannya sa ke B itu bisa sa kategorikan CINTA karena I know everything about him, dari pengalaman - pengalaman pertamanya, kasus – kasusnya, sampe harapan – harapannya kecuali JUDInya itu (I hate the gambler). Dan kenapa sa bertahan dengan dia, karna de itu satu – satunya cowok yang sa bapak tra protes waktu de datang ke rumah, pacar resmi yang sa akui di depan ortu, cowok yang berani ngomong dengan sa pu mace pas Natal, cowok yang hampir jatuh panjat Langsat di belakang sa pu rumah, sangat romantis dan pu MATA PALING INDAH ..... secara fisik, dia itu untuk ukuran anak komin, nilai 9 bisa sa kasi .... tegap, keren, kaya, romantis, modis, tra pelit (sa tra pernah minta apa2, tapi memang *** dan anana kos paling semangat minta de bawa coklat ha.ha.ha) trus cuek banget ............... Menurut sa, anak itu auranya cowok dan macho banget, makanya sa sangat memaklumi kalo banyak cewek takluk sama dia .... Kalo ada cewek yang bisa resist sama pesonanya, mmmh cewek itu tra normal pasti .... ha.ha.ha
Satu faktor kenapa sa JATUH CINTA sama dia tuh SUARANYA dan gaya ngomongnya .... SEXY banget ..... trus karna de bikin sa spesial sekali, perhatiannya itu, terlalu melimpah cuma ya begitu, de overprotective sama sa, makanya sejak sa lulus wisuda dan ngajar kursus, sa su tra dapat ijin bajalan ke pedalaman .... sa nginap dengan teman – teman yang suka snokeling di pulau saja, bisa bikin bakalai lewat telpon .... sampe ngambek beberapa hari ha.ha.ha .... tapi de betul – betul bikin sa pu hidup berwarna .... dan sa syukuri itu ....

Hidup ke depan? Entahlah ......
Bro, kayaknya sa malah jadi cerita banyak tentang B . Yang pasti, de itu bagian dari sa pu masa lalu tapi layak dikenang he.he.he, karna banyak pelajaran tentang hidup yang sa peroleh lewat hubungan sa dengan dia. Biar banyak teman sa yang tra suka dia, sebenarnya de tetap cowok yang manis, cuma de belum pahami hidup. Makanya untuk hidup ke depan, sa selalu berharap bisa dapat cowok dengan sifat baek dari ketiga mantanku seperti smartnya F yang enak diajak diskusi apa saja, sense of humornya dan sikap ramahnya Al dan gaya ngomong yang terbuka khas B (panggilan sayangku sih ABEL) … kalo bisa dapat yang physical appearance kayak B tuh kayaknya ketinggian banget dech ….. karna B tuh untuk ukuran cowok komin, One in a million …..
Yang pasti semakin bertambahnya umur, mmmh su tua nih, September besok su ¼ abad, jadi harus makin bijak melihat persoalan yang namanya CINTA. Harus makin bijak mempergunakan waktu yang ada guna memenuhi visi yang Tuhan berikan dalam hidup. Yang pasti, sekarang makin harus belajar mendengar suara Tuhan saat berdoa, jangan terpesona dengan tampilan fisik dan materi semata, jangan peduli dengan kata orang kalo seandainya pilihan yang Tuhan berikan pada kita BUKANlah seperti yang diinginkan banyak orang untuk kita.
Tapi yang pasti, sa akan selalu berdoa untuk pasangan hidup yang bisa bikin sa makin dekat dengan Yesus, dan bisa semakin membuat sa pu hidup jadi berkat bagi banyak orang. Satu hal sih, de harus nyambung dan bisa mengerti sa yang agak ‘aneh’ …. DAN yang pasti, de bisa jadi bapak yang baik kalo sa nikah dengan dia …. Karna sa juga kerap ketemu cowok yang baik, tapi pas nikah tra bisa jadi bapak yang baik …..
INTINYA, hidup masih panjang, dan jalan hidup di depan juga masih belum tersingkap semuanya. Tapi sa berharap, I’ll meet my future husband, someday, somewhere, somehow, pada waktu dan tempat yang tepat ….. Menikah dengan cara yang baik dan pu keluarga yang diberkati …….. Sorry kalo kedengarannya sangat sentimental banget …… tapi menurut sa, sa tuh orangnya romantis he.he.he …. Lagipula, apa salahnya sih pu harapan seperti ini, daripada dituduh lagi pi rusak orang pu hubungan dan dicap ‘wanita penggoda’ HA.HA.HA (1000 x)

Bro, macam sa su talalu babusa cerita banyak, kayaknya sa memang kena penyakit ‘logorhhea’ ka ini alias terlalu banyak cerita dan bicara ….. Kalo ko merasa terganggu dengan surat – suratnya sa, JUST LEMME KNOW, jadi sa juga tau diri sedikit, karna kalo sa tra ditegur, sa malah jadi tidak tahu apa sa salah atau tidak. ZOOOOOW, met b’apa saja and have a nice day!!

kisah kasih tak sampai

Bro, pa kabar? Biasa to … masih tinggal di bumi Indonesia jadi pake basa – basi ka ini ha.ha.ha. Macam sa mo lanjut langsung saja membahas ko pu pertanyaan di surat kemarin. Jadi sa ada membagi – bagi pembahasan dan pertanyaannya ko ke dalam beberapa sub-seksi jadi surat ini mungkin sangat panjang. Karena sa mencoba menyintesa ko pu pertanyaan, saran, dan pendapat berdasarkan persepsi sa. Jadi sa minta maaf karna suratnya makin tambah panjang ka ini.

Napi Fans Club?
Tentang ko pu ‘pepatah’ tentang ‘napi dan insos dan sodara – sodaranya’ sa kurang tahu eeee, abis sa bukan orang Biak ataupun orang Serui, jadi NO COMMENT ha.ha.ha. Yang sa tahu malah katanya ada pepatah ‘Napi tercipta untuk Bakit’, ini yang sa tidak percaya sungguh mati …. Iyalah, mengurangi kuota saja untuk berburu BMW ha.ha.ha …….. Sebenarnya sa tuh tidak tahu kenapa mentoknya pasti di Napi, mungkin ini ada hubungan dengan ‘kuasa perkataan’ … kalo tidak salah, ini juga yang dibahas dalam buku THE SECRET ya (cuma baca nukilannya saja he.he.he) … kalo tong berpikir positif, maka yang datang pada kita adalah yang positif, begitu juga sebaliknya …. Kayaknya sa memang terkena hokum ‘tabur – tuai’ dalam hidup. Ingat, Kekristenan tidak mengajarkan KARMA, tapi kalo pace Karma yang dari Biak memang dong diajarkan Kekristenan ha.ha.ha (tra nyambung to)

Ada alasan kenapa sa sampe bikin pernyataan ini kalo ini mungkin akibat dari menabur yang salah ha.ha.ha. Sa sejak kecil sampe SMA paling alergi dan paling anti plus paling tra suka dengan orang Biak khususnya cowoknya …. Tapi herannya, pas kuliah, baik di Manado ka di Manokwari, yang PDKT semua pasti dari Biak, kalo tidak dari Jayapura. Jadi intinya, KATA mempunyai andil dalam menentukan apa yang akan terjadi kelak di depan kita, jadi ingat ayat firman tentang ‘Hidup mati dikuasai lidah’. Memang ada juga fans dari Serui tapi persentase kecil (walau pernah ke Serui dan mo dikasi piring ha.ha.ha) …….. Sa pu mantan juga Biak-Born semua …… dan lucunya, yang mantan pertama dan kedua tuh sama – sama satu angkatan sekolahnya, sekelas, tinggal di kompleks yang sama di Biak, 1 sekolah minggu TAPI tra baku tahu …… su begitu ternyata sa pu fans – fans dari Biak tuh ternyata semuanya baku kenal dan baku sodara dengan kedua mantanku …… sempat pikir kalo ada yang salah memang, tapi lihat sisi baik saja lah, sa jadi banyak kenal orang ha.ha.ha ……. Mungkin ini kisah terlucu bagi sa ……. Kalo dunia itu ternyata tidak luas lho, karena ternyata semua orang tuh saling terhubung ka ini.

Oh ya, ko tanya tentang angkanya NFC yah, lemme count first he.he.he. Kalo di Manado, selama 1 tahun kuliah sampe su pulang ke Manokwari (bahkan ada yang baru ungkap 3 tahun setelah sa pindah ke Manokwari karna baru dapat sa pu nomor HP, padahal manis sih he.he.he. cuma telat banget) …. Ada 5 orang (4 NBA yang Biak-Born + 1 Waropen), kalo di luar Papua non-Manado, mmh ada dech … Manokwari, lebih variatif lah ….. berapa ya, jadi lupa abis beragam juga sih ……… abis kebanyakan trada nyali jadi cuma berani salam – salam lewat teman atau SMS saja. Pas didekati secara langsung, malah takut ….. mungkin karna tampang preman kapa e … bingung juga. Makanya yang di Manokwari, trada yang sukses he.he.he. Jadi yang resmi jadi pacarnya sa cuma 3 orang; 2 asli Biak + 1 pernakan Biak tapi semuanya besar di Biak.

Pacaran Jarak Jauh + Kesetiaan
Bro, di ko pu SMS kemarin ko secara implisit bilang tentang KESETIAAN dan PACARAN JARAK JAUH tuh bagus jadi sa bisa mulai cari jodoh kan? Sa cuma mo sharing pengalaman saja, sa tidak bermaksud mengubah ko pu pendapat ataupun nilai yang ko percaya. It’s truly only my personal opinion. Menurut sa, sebuah hubungan yang baik mending selalu didoakan dulu, apalagi pacaran jarak jauh, butuh komitmen yang sangat BESAR ….. Jujur, sangat sulit lho menjalaninya.

Sa sampai pada kesimpulan ini karena sa su jalani yang namanya PJJ sampe 2 kali dan dengan kisah yang tidak sukses semua. Jadi ditotalin sa su abiskan waktu 2, 5 tahun lebih untuk PJJ …. Secara finansial, mmh su bisa beli apa eee dengan uang komunikasinya itu lho, belum termasuk yang lain – lain. Tapi hubungan kayak dulu tuh memberikan banyak masukan yang berharga bagi sa untuk memilih pasangan hidup kelak …… karena belum ada agenda saat ini untuk cari jodoh he.he.he

Sa saja baru pacaran saat su semester 3 saat di UNIPA, sekitar akhir tahun 2003 getho, jadi pacaran 1 dan ke 2 tuh pacaran jarak jauh yang tra pernah ketemu cowoknya yang bentuknya bagaimana, mungkin konyol dan naïf juga kalo diingat – ingat, murni ‘beli kucing dalam karung’ ….. Jadi dari Desember 2003 – Oktober 2007 tuh abis hanya untuk jaga komitmen PJJ …. Sa pu teman – teman cewek, apalagi ***, dong paling ganas deng sapu mantan – mantan dong, apalagi yang pertama. Sa kalo ingat *** dan teman – teman cewek di kos kalo su marah – marah sa untuk bubar, jadi ketawa juga he.he.he

Sa cukup bahagia dikelilingi ***, dan beberapa teman cewek yang lain + ***, dong yang selalu kuatkan sa saat harus minta ‘putus’ dengan napi – napi ini. Mungkin kadang orang kalo jatuh cinta tuh, akal sehat suh terlalu tatutup hormon feromon dan dophamin jadi rasio tra ada …. Untung my best friends ini yang menguatkan sa untuk tegar dan kembali kuat ……… Dong memang pernah sampe beberapa kali ‘nasehat’ sa untuk ‘break-up’ saja karna kelakuan napi – napi yang aneh bin ajaib.
Sa mungkin terlalu naïf dan konyol kapa e, percaya kalo pacaran jarak jauh tuh pasti cowoknya akan jaga ‘komitmen’ seperti yang sa lakukan untuk dong, ternyata B *****!!! Jadi sa sampe pada kesimpulan bahwa PJJ tuh butuh komitmen berat untuk dijalani + harus saling mendoakan dari ke 2 belah pihak, supaya bisa berjalan dengan baik. Tapi sa bersyukur, lewat ketiga hubungan yang gagal ini, sa melihat kualitas persahabatan sa dengan teman2 dan beberapa teman lain MAKIN menguat, termasuk juga dengan teman – teman cowokku yang di Makasar, Bandung, Jogja dan Malang (sebenarnya dong dulu semua PDKT, tapi dong cukup gentle dan bersedia menjadi saudara cowokku yang ternyata lebih sa butuhkan dibanding pacar) karena dong ada untuk sa saat sa betul – betul terpuruk.

Mungkin ko berpendapat bahwa PJJ kalo su bubar ya bubar, memang betul, tapi kan tidak semudah itu. Masalahnya kalo cuma 1 – 2 bulan tidak apa – apa. Yang pertama tuh 1, 5 tahun dengan komunikasi yang cukup lancar cuma memang sa juga salah untuk mengambil resiko pacaran dengan cowok yang belum pernah sa ketemu karena dikenalin sahabat cowokku waktu SMA. Kalo diingat – ingat, konyol memang …. Karena sampe putus juga, su lewat 3 bulan tong baru ketemu ….. ‘n de minta balik just because he saw my physical appearance ……… Tak mungkinlah! Alasan putus juga klasik banget, selingkuh selama 3 bulan lebih di belakang sa … padahal komitmen awal pacaran kan KETERBUKAAN, sempat merasa sakit hati karena sa sering bilang kalo seandainya seiring perjalanan waktu dan de bertemu seseorang yang sayang dia dan dia juga sayang, just lemme know!!! Sa tidak akan marah …. Dan memang saat itu sa lebih pilih mundur ….. karena bagaimanapun pacaran juga perlu kehadiran secara fisik.

Menurut sa, cinta itu kan perasaan dan sebagaimana the basic nature of feeling, harus alamiah …. Tra bisa dipaksa, jadi untuk apa mempertahankan dan ‘memaksa’ orang lain tetap bilang sayang sama tong kalo perasaannya tidak seperti itu. Menurut sa, malah tong tidak jujur dengan diri sendiri, itu pasti sangat menyiksa kedua belah pihak.

Tapi ada satu hal yang lucu juga dengan mantanku yang pertama ini. De kan ikatan dinas dan lagi kuliah kedokteran, sekarang lagi mo sibuk Ko-As ka ini di Unhas Makassar …. Tong dua sempat dekat kembali saat sa pu hubungan dengan napi di Timika di ujung tanduk ka ini gara – gara waktu itu sa sakit gigi parah tahun lalu jadi de sering SMS tanya kondisi kesehatan ha.ha.ha Tapi ya begitu, rasa itu ternyata su beda jauh, mungkin sa juga bukan tipe orang yang bisa percaya orang lagi. Once someone betrays me, forever I’ll remember. Ya sejenis forgiven but not forgotten getho ha.ha.ha. Sebenarnya alasan kenapa sa tidak mo pertimbangkan dia kembali karena sa butuh cowok yang TEGAS dengan pendirian dan sikapnya. Menurut sa, seorang cowok harus pu idealisme yang tinggi dan punya komitmen pada diri sendiri menjadi yang terbaik.

Sorry kalo kedengarannya sa ‘marah’, sakit hati or something, sa cuma tra suka cowok yang plin-plan. Mungkin karena napi yang di Makassar ini seperti ‘virus’ yang kadang ‘merusak’ mood hidup. Iyalah, sa beberapa kali ‘diteror’ cewek barunya bahkan sampe sa su pacaran dengan napi di Timika juga masih tetap kena semprot karna napi di Makassar masih tetap pajang sa pu foto di kamarnya pas ceweknya liburan (untung dong dua su putus kalo trada, mungkin sa masih tetap kena getah kapa, padahal tra tau apa – apa). Sa jengkel karna kalo sa SMS protes ke dia, pasti de cuma bilang akan urus tapi buktinya tetap sama saja. Walau sa hapus nomornya, tapi kalo de SMS minta tolong tentang bahasa ka begitu, ya demi alasan sopan santun ya sa balas, malah bikin masalah tambah panjang dengan ceweknya. Sebenarnya sa tetap menjaga silahturahmi karena saat minta putus, sa minta supaya pertalian ini diubah menjadi persaudaraan saja …. Jadi walau su bukan pacar, tapi tetap akan saling membantu apabila ada kesulitan. Itu keputusan setiap sa minta putus dengan cowok. Sa tidak tahu apakah sa salah dengan komitmen seperti ini… Entahlah!!!

Mungkin dia(namanya) adalah tolak ukur yang menarik yang akan selalu sa pake saat mencari pacar, karna jujur tong baru bakalai 3 minggu lalu saat sa mo berangkat ke JKT hanya karena de minta ketemu di Bandara dan sa bilang TIDAK. Sa juga kan harus jaga perasaan ceweknya yang sekarang. Jujur, sa marah besar karena isi SMSnya yang bilang kalo ‘de masih sayang sa walau sekarang su pacaran dengan cewek lain’. Sa benci sifat cowok yang kayak begini, emang enak ya sakiti hati semua cewek. Makanya sa ‘nasehat’ de langsung ….. tapi mungkin semua orang pu pendapat dan penerimaan yang berbeda – beda. 5 hari yang lalu ceweknya ada SMS sa diam – diam minta maaf dengan kelakuan napi, sa pikir napi mungkin tidak akan pernah belajar menghargai apa yang dia miliki hingga saat de kehilangan, baru de akan sadar betapa berharga sesuatu yang dia miliki.

Pacaran Dengan Yang Lebih Muda?

Reasons based on personal experience
Ini ada hubungan dengan ko pu pertanyaan tentang pacaran dengan cowok yang lebih muda. Intinya, sa BERTOBAT suda … kapok!!! Kalo mantan yang kedua, ini kali yang namanya “Cinta bikin otak mati” kapa eee. Putus sambung juga sih kisahnya, intinya sih sa tidak bisa tolerir kelakuan dan sikapnya. Mungkin karna de anak bungsu dan satu – satunya lelaki jadi curahan perhatian keluarganya benar – benar melimpah apalagi mamanya su meninggal sejak de SMA kelas 2 jadi memang de agak ‘mother complex’ ….. jadi butuh perhatian banget!

Sejak tahun 2006 sa berpikir, karna sa sayang nih cowok, sa berani lepas sa pu karir, impian dll … hanya untuk nikah dan jadi ibu RT yang baik ….. sa su dapat nasehat banyak dari sapu dosen – dosen dan sahabat – sahabat dekat ….. tapi saat itu sa su benar – benar mo ambil keputusan untuk menikah dan serius dengan pilihannya sa. Apalagi de su datang kenalan dengan orangtua dan sodara – sodaranya sa, untung waktu itu sa minta dia tra singgung lamaran di depan ortu, kalo tidak mmmmmmh, sampe sekarang pasti beban berat dengan ortu ha.ha.ha … karena ternyata Man proposed, God disposed

Kalo yang ini lebih kompleks, lebih rumit. Kelakuan lebih bikin menangis dan stress, capek betul pahami dia. Apalagi lagi sibuk nyusun skripsi dan mo ujian tapi malah benar – benar diuji dengan kelakuannya yang ‘ajaib’. Untung ada teman2 yang jadi tempat curhat dan yang rela pinjamkan shoulder to cry on ……. Jang tanya lagi kelakuannya yang mana sih, heran juga ya bisa ‘buta’ banget dulu …. Tapi bagaimanapun sa sangat menghargai dia karna de tra kayak *** yang egonya tinggi banget untuk minta maaf kalo buat salah (iyalah, karna *** baru sadar kalo de salah dan minta maaf setelah 1 tahun lebih setelah putus).

Yang pasti sa berharap (napi di Tembagapura) akan baik – baik saja dan bisa dapat cewek yang bisa perhatian dan sayang dia sungguh – sungguh. Sa dengar de akan menikah bulan depan pas ultahnya ….. de memang masih telpon sa sampe pertengahan February kemarin tapi sa su hapus nomornya, sa cuma tidak ingin mengulang kesalahan dengan kisah klasik lagi. Tapi sa selalu berharap dia akan berubah menjadi lebih baik dan menghargai hidupnya.

Sebenarnya kalo mo dilihat lebih bijak, ** tidak bisa mendukung sa pu karir …. Dan sangat tidak mendukung cuma karna waktu itu sa sangat sayang dia jadi sa bisa kompromi dengan dia, cuma sa sekarang sadar bahwa dalam membangun hubungan, tong harus tetap jadi diri sendiri dan bukannya pake topeng hanya karna ingin membahagiakan orang lain dan intinya jangan pernah menjadikan seseorang sebagai prioritas dalam hidup, kalau dia menganggap kita hanya sebuah pilihan, jadi harus seimbang dan saling menghargai. Hal ini yang mungkin salah sa persepsikan kala itu.

Saat sa putus yang terakhir kali (sa dan *** putus – sambung trus) … sa benar – benar janji untuk tidak akan kembali ke dia, mudah – mudahan tidak terjadi lagi dapat cowok seperti ini, bikin pikiran saja. Tapi kemudian sa lega benar – benar bisa terlepas dari bayang – bayang dia saat ini. Sa baru kali ini dapat cowok yang sangat kompleks sifatnya seperti ini. *** tuh pada dasarnya baik dan manis, dan tra kasar sama cewek + definitely ROMANTIC …. Cuma sikap dan kebiasaannya yang bikin sa memutuskan untuk mengakhiri semuanya walau tong dua su ada pembicaraan tentang pernikahan dan rencana ke depan. Makanya putus dengan dia bikin sa sempat ‘goyah dan labil’ juga, thanx God, sa berhasil lewati dengan selamat.

Bro, kalo ko jadi cewek, mungkin ko pu pendapat dan keputusan akan berbeda dengan apa yang sa lakukan. Sa cuma su tidak bisa tahan saja, mungkin sa cepat menyerah juga kapa eee …. Cuma sa tra bisa menikah dengan cowok yang tra bisa hargai dirinya sendiri. Sa memang su kompromi dan setuju secara pribadi dengan permintaannya untuk menikah 1 tahun setelah sa wisuda, untuk tidak bekerja, bersedia untuk pindah dan segera pu anak …. Sampai pada tahap ini sa su setuju dan yakin dengan sapu keputusan walau sa tahu kalo orangtua tahu pasti akan ada masalah besar, malah lebih gilanya ….ada planning bikin ‘kawin lari’ Ha.Ha.Ha.

Tapi ternyata sa tidak cukup kuat untuk hadapi sikapnya yang menurut sa tidak menghargai dirinya sendiri, I really loved him and wanted to make him happy even though it meant that I would sacrifice my life …. Tapi kemudian sa sadar kalo sa tidak akan pernah bisa bahagiakan dia karna de sendiri masih labil dan bingung tentang makna menghargai diri sendiri. Cinta harus dimulai dari mencintai diri sendiri hingga kelak terpancar ke luar dan mencerminkan kasih Tuhan kepada sesama, itu yang sa percaya.

Sa terlalu sayang dia sekali jadi sa bikin kompromi dengan kebiasaan – kebiasaan buruknya. Apalagi semua kebiasaan ini tong dua bicarakan terbuka. Kalo tentang kebiasaan merokoknya, no probz lah. Mabuk sampe berkarton – karton saat libur mingguan juga sa tidak marah, yang penting de telpon kasi tahu dan yang penting de makan dulu. Kebiasaannya yang bergaul bebas (free sex), sa maklumi saja yang penting safe sex, tato – tato yang menghiasi badannya juga, no Probz lah, sifatnya yang sensitif dan manja, sa coba pahami itu, kelakuannya yang bahambur dan mengkhianati sa(bc: selingkuh) beberapa kali, masih sa maklumi walau sempat lagi 2 minggu ujian skripsi, dapat terror dari selingkuhannya (yang ternyata masih sodaraan dengan sa; dunia tuh kecil kan?) TAPI yang sa tra bisa pahami adalah kebiasaan JUDInya yang sampe abis 8 juta/ malam dan de bilang itu tra apa – apa …. Itu yang bikin sa kecewa betul …

Sa bukan masalahkan uangnya, tapi sa kecewa dengan caranya menghargai hidup. Sa sedih dan benar – benar kecewa dengan keputusan main kartunya, apalagi de bikin pengakuan itu cukup lama setelah tong pacaran, pas di hari ulang tahunnya ……. Sa sayang dia sekali tapi ternyata de tra sayang dirinya sendiri. Sa bilang begini karna de itu kan mekanik dan kerjanya fisik trus, mana jam kerjanya padat dan bervariasi yang bikin jam biologis tubuh terganggu. Su begitu, Bert kan rentan sakit Malaria dan maag parah (seperti sa) jadi hampir setiap minggu pasti masuk klinik untuk pengobatan atau check-up, trus makannya susah banget …. trus kurang istirahat.

Sa kecewa karna selama itu percuma de kerja capek sekali trus sa telpon bangunkan dia subuh jam 3 pagi supaya pi kerja, ingatkan dia makan teratur, kasi de dukungan dan semangat tapi ternyata de habiskan hasil keringatnya untuk sesuatu yang sia – sia. Mungkin juga ini akibat latar belakang keluarganya yang termasuk ‘berada’ di Biak sana jadi penghargaan pada work achievement tuh rendah. Makanya pas de bilang de akan berubah kalo su nikah dan pu anak, sa malah kepikiran. Sa skeptis sama dia walau de yakinkan kalo de akan berubah kalo pu anak. Faktor anak itulah sa lebih memantapkan diri untuk minta putus, sa tidak mo sa pu anak pu bapa yang tukang judi dan mabok, walau sa tahu kalo *** tuh sangat suka anak kecil …. Tapi ada faktor – faktor lain yang bikin sa tambah ragu menuju tahap ‘pernikahan’.

Pertanyaannya apakah dia akan berubah? Siapa yang akan menjamin kalo de akan berubah? Selain itu sebenarnya karna pas di masa krisis hubungan, de malah sempat bikin satu pasangan muda hampir bercerai tapi de bilang itu bukan salahnya dan tra mo selesaikan. Itu tambah bikin sa mantap minta putus, padahal sa su tolak beberapa kerjaan yang mengikat (dengan gaji yang lumayan he.he.he). Tapi sa selalu berharap dia akan mendapatkan yang terbaik di dalam hidupnya, memahami tentang hidup dan tanggung jawab sebagai lelaki. Desember dan Januari kemarin de sempat telpon bilang kalo de batalkan ‘pertunangannya’ dengan pacarnya di Timika dan bilang kalo de su berubah …. Tapi sa bilang sa su pu pacar …. mungkin de begini karna ortunya sibuk dan karna de terlalu dimanja kapa eeee. Sedih lho

Reasons based on empirical data (or whatever)
Salah satu alasan kenapa sekarang sa coba menghindari pacaran dengan cowok yang lebih muda, karena alasan medis dan kaitannya dengan daya tarik seksual (sex appeal) he.he.he dll. Perkembangan psikologi cewek kan lebih matang duluan dari cowok …. Su begitu, menurut artikel kesehatan yang sa sering baca di Intisari, kalo reaksi ketertarikan cowok tuh lebih ke visual approach getho …. Jadi mending cari yang lebih tua maksimal 7 tahun lah, biar di masa mendatang, sa tetap masih muda buat dia ha.ha.ha … Tra enak juga kan ‘di-ditch’ karna penampilan fisik yang uzur 

Selain itu pembicaraan dengan cowok yang lebih muda itu biasanya tra bisa diajak ngomong tentang planning ke depan apalagi tentang komitmen di masa mendatang i.e. pernikahan, anak dll, karna biasanya masih mo having fun doang, cuma mo flirting saja. Tra bagus dong buat cewek pu hubungan yang tra jelas, sedangkan cewek tuh harus pintar ‘berhitung’ usia reproduktif dll …… Jadi, daripada pacaran dengan cowok yang cuma mo having fun, mending lajang saja tapi hidup diisi dengan hal positif.

Selain itu, ya karna pasti masih ada cowok – cowok yang lebih tua yang belum nikah ha.ha.ha …… Jadi kalo masih bisa dapat yang lebih tua, kenapa harus yang lebih muda ……….. Setidaknya yang tua pasti lebih PENGALAMAN ha.ha.ha …………….TAPI kembali lagi ke pendapat tiap orang eeee.

Bro, bagaimanapun hidup itu pilihan, dengan memilih kita akan hidup. Jadi semua yang sa katakan tadi tuh sa pu personal comment, jadi ko juga berhak pu pendapat yang berbeda dengan sa, karna semua orang pu pola pikir yang berbeda. Btw, sa macam sa su tulis banyak ka kali ini. Thanx, met b’apa saja. Sorry su bikin mata keriting ka ini. JBU

Napi seh

Dokumentasi surat ke teman:

Bro, sorry baru balas … maklum to, hujan tugas lagi turun macam langsung banjir jadi … konsentrasi lagi terbagi abis … He.he.he … Btw, bagaimana dengan ko pu ‘miss stress’ ka ini, su aman ka masih kapala pusing? Oooops, ampir lupa nih, thanx e untuk balasan surat yang kemarin. Zoooow, let’s talk! Ha.ha.ha

Yang pasti, sa lagi tidak melarikan diri dari masalah, yang pasti sa su bereskan semua, dan kalo memang dia masih berharap, itu bukan tanggungjawabnya sa lagi, karena sa su ambil sikap dan su bilang sama dia. Karena faktor anaknya, makanya sa memilih mundur, karena sa tra mo de pu anak nanti kehilangan figur bapa ka ini, lagian biar apapun yang su terjadi di masa lampau antara keluarga cewek dan keluarga dia, sa pikir masih belum terlambat diperbaiki karena anaknya masih umur 2 bulan, itu yang melandasi sa pu alasan untuk minta putus baik – baik, padahal gara – gara sa pacaran dengan dia, su dapat ‘sikat’ dan ‘ceramah 2 buku’ dari sapu bapa dan mama. Bagaimana pace tra tau de pu ‘kisah’ ….. de satu kantor dengan pace mo … kartu mati sekali eeee HA.HA.HA. Pacaran saja ‘backstreet’ …. Kapok dah, macam anak SMA saja 

Tentang jodoh, ya kalo bisa dapat yang bisa ‘memperbaiki keturunan’ ya kenapa tidak? Ha.ha.ha …. Realistis saja lah, kalo memang ketemu dan berjodoh dengan yang mantap, kenapa harus tolak? Munafik deh kalo sa bilang tra suka cowok ganteng, tampang – tampang kayak sa mo tolak ‘barang bagus’, tra mungkin lah ….. tapi itu kan SEANDAInya, kalo dapat yang biasa, juga tra apa …. Sa su pernah dapat dari yang paling ancur sampe yang paling ganteng … Dari yang paling tra gaul sampe yang paling Gaul, dari yang muka alim sampe tukang mabok parah …. Su kenyang sekarang jadi lebih baik tunggu yang ‘tepat’ dan langsung nikah saja, daripada kapala sakit tambah deng dong pu kelakuan, HA.HA.HA (100 x)…..

Tapi yang pasti, sa pu mantan2 sa su bilang dong, “kam ada prospek gaji kalo sa nikah dengan kam, di atas 2 juta/bulan ka tidak?” Kalo trada, ya sorry – sorry saja … tong ‘mata uang’ jadi ha.ha.ha … Trada becanda saja, sa pu mantan2 tuh suka kerja n ikatan dinas begitu, sa HARAM sekali pacaran dengan mahasiswa, kecuali mahasiswa S2 :D …. Sebenarnya alasannya sederhana, takut ‘diporotin’ saja …. Bisa – bisa tong ‘jalan’, sa yang bayarin makan lagi, laki – laki kayak begitu sa buang dong saja, tra modal sekali ka …. Sorry, matre ….!!! …. Iyalah, biaya hidup lajang di Manokwari tuh min. 1, 7 juta baru bisa hidup agak ‘layak’ .. apalagi muka kayak sa yang tingkat konsumsi tinggi untuk informasi (buku, internet), transportasi, dan kesehatan …. Jadi, sedikit jadi Prof. Calculus kayak di komik Tintin lah …. HA.HA.HA (100 x)…..

Btw, sa su nonton THE GREAT DEBATERS nih, keren juga sih, apalagi tentang ceritanya yang berdasarkan kisah nyata, cuma sa tetap lebih suka “Remember the Titans” Yang pasti sa salut ama professor Tolsen, menurut sa orang harus kayak dia yang pu idealisme yang tinggi …. Oh ya, yang pasti karna nih film untuk konsumsi orang dewasa jadi ada adegan yang untuk orang dewasa …. Tapi menurut sa tra heboh kok kayak film Hollywood yang lain n tidak vurgar …. Yang pasti nih film OK punya karena sampe – sampe si Oprah mo sponsorin lho ….. Intinya sih, semua orang tuh tra boleh dinilai dari warna kulit ataupun penampilan fisik, tapi dari apa yang ada di dalam mereka. Selain itu juga, bahwa persatuan dan kerjasama tim tuh perlu banget ….. ‘n satu yang pasti, benar kalo ‘hidup mati tuh dikuasai lidah’ alias kata – kata tuh pu kekuatan yang besar banget di dalam mengubah segala sesuatu ……….. TRUUUUZZZZ, yang pasti sa NAKSIR banget dengan pemeran ‘Henry Lowe’ alias si NATE PARKER … adoh tidak, Afro-American yang manis banget wajahnya, cuma sayang kenapa de yang dapat adegan – adegan ‘ancur’ yach ha.ha.ha

Bro, ada yang mo ko komentarin tentang artikel yang sa kirim ka tidak? Kalo memang tra sempat, ya tra papa suda, abis sa su harus kumpul Kamis ini jadi ….. Oh ya Manokwari lagi musim apa ka? Trus di gereja ko dengar2 ada berita apa ka? Mungkin ada anana yang rencana nikah ka pemberitahuan apa begitu? Ko kan tahu kalo sa tuh paling pamalas pi sembayang PAM, abis kadang tra bisa mingle with others getho ….. macam bagaimana eee, trus juga karena jam ibadah yang sore, kadang kalo ada kursus, ya tra pi sembayang.

Bro, adoh sa su rindu Manokwari sekali ooh, sa rindu pemandangan alamnya itu …. Sa sering baku tawar dengan sapu mantan2, karna dong semua NAPI besar Biak ka … tra tahu nih, apa memang sa ‘tercipta’ untuk orang Biak saja ka; ini kata sa pu teman cewek satu …. Heran juga, fans semua Biak (atau yang non-Biak tapi dari Biak), pacar juga semua Biak atau pernakan Biak ha.ha.ha . Sorry agak lari dari topic, abis macam napi dong talalu pangaruh untuk dilewatkan jadi HA>HA>HA …Zoooow, menurut sa, Manokwari tuh kota yang paling indah dalam perpaduan pantai dan gunung …. Antara Jayapura, Sorong, Biak, Serui, dan Manokwari, sa lebih memilih Manokwari, karena akses wisata Gunung dan Lautnya tuh satu paket ka ini ….. Trada yang blok!!! …………

Sa suka jalan – jalan, Sejauh ini sa su pernah berada di daerah leher pulau ini. Pernah dengar daerah Werianggi? Itu salah satu kampung di daerah Windesi, Kab.Teluk Wondama. Kalo di peta, kampung ini pas berada yang namanya Tengkuk/leher burung. Jadi, dari kampung ini, dengan berjalan sekitar 2 jam kurang, bisa tembus ke daerah Idoor Bintuni di bagian selatan Papua, atau ke Windesi di bagian utara Papua. Keren, pak!!!! Tapi jang tanya medannya, ….. wuih …. Naik gunung juga ko bisa menangis, untung waktu itu pake truk logging ka ini … tapi pemandangannya dengan bukit – bukit kapur dan hutan lebat dan kawanan burung Enggang (burung taun – taun) …. Trada yang blok!!!

Sa su cukup bersyukur karena waktu kuliah su pernah juga ke jalan – jalan ke daerah pedalaman di daerah selatan, di sebuah kampung di Sorong Selatan. Bagi sa, dengan banyak berjalan, sa akan mampu memahami apa sih yang dibutuhkan oleh masyarakat …. Ada satu tempat yang namanya Manggroholo di daerah Seremuk sana. Waktu itu tahun 2006 dan sa lagi sibuk konsultasi skripsi, tapi sa kabur hampir 2 minggu trada kabar … Pokoknya paling ‘otak mati’ kalo su dapat tawaran relawan ke pedalaman, maklum to … bisa jalan – jalan sambil belajar. Iyalah, sa jadi penerjemah untuk fasilitator program …. Tapi sa bersyukur dengan semua perjalanan ini … bayangkan dari Manokwari ke Sorong pake pesawat sekitar 45 menit trus langsung istirahat selama 2 jam ‘n dari Sorong naik ‘jet darat’ alias mobil Strada L200 juga Chevy selama 8 jam ke Teminabuan. Istirahat selama 12 jam lebih dan langsung naik speedboat dengan kecepatan 80 PK selama 3 jam (ini jalur terdekat karena carter) turun langsung jalan lewat hutan perawan dengan medan jalan yang sangat berat, selama 2 – 3 jam ke kampung yang trada listrik, sinyal ataupun prasarana lainnya. TAPI ….. sangat KEREN!!!

Ternyata akses jalan yang kami lewati tuh termasuk yang paling gampang, karena masyarakat biasanya hanya dilayani dengan perahu ‘katinting’ saja. Pernah naik perahu lesung tanpa seman yang dijalankan pake sistem pompa air? Kayaknya perlu ko coba di daerah ini he.he.he. Sa salut dengan masyarakat di sana, bayangkan dengan Rp. 10. 000, perjalanan dengan katinting bisa memakan waktu beberapa jam, e su begitu masih jalan kaki 8 jam ke kampung mereka. Jang pikir jalannya tuh jalan tanah yang bagus, jalan tikus di Amban tuh masih bagus …. Jalan yang dilewati tuh kalo musim hujan, ko bisa terperosok sedalam lutut/paha (maklum tahu to …. Sa saja sampe 2 kali terperosok ke dalam Lumpur … sampe bingung karena cari sepatu yang tatinggal ha.ha.ha + masih jatuh terpeleset beberapa kali karena medannya yang naik turun gunung dan LICIN) ….. PLUS satu hal yang sangat sa benci kalo lewat jalan ini adalah LINTAH DAUN …. Bro, jang sampe kena suda , de pu gigitan tuh macam mo menangis juga apalagi kalo su tatempel di badan, berarti tetap ‘menderita’ saja sudah karena barang ini bisa melekat selama lebih dari 1 jam sampe de kenyang betul isap darah baru talapas,setelah itu harus bakar pisau dan iris bekas gigitan …. MENDERITA batin eeee ….

TAPI satu hal yang sa KAGUM dari masyarakat dong, dan sa pikir anana di kota yang pamalas sekolah tuh harusnya contoh adalah semangat belajar mereka …. Bayangkan, anana setiap minggu pulang sekolah dari SMP di Teminabuan dengan mendayung sampan selama 4 jam lebih, trus berhenti di Emi untuk berjalan kaki ke kampung selama 8 jam … Jadi pas mau balik pi sekolah juga begitu … dan ini bukan orang besar, anak – anak perempuan dan lelaki berumur 11 – 15 tahun … padahal sungai Kohoin itu pada beberapa titik banyak buayanya … (sa kalo jadi ingat liang – liang buaya yang sa pu teman kasi tunjuk juga kuwai eee…)

Sa juga kagum dengan semangat belajar dan menghargai pendidikan dari masyarakat dong. Biar orang tua mereka MISKIN, tapi anak – anak harus sekolah. Jadi mereka satu kampung menyewa satu rumah kecil di Teminabuan untuk penampungan anana yang sekolah, juga merencanakan membeli tanah untuk bikin asrama mereka sendiri. Padahal trada yang pegawai, cuma peramu sagu (food-gatherer) dan pemburu …. Keterbatasan bukan hal yang menghalangi mereka ‘n yang sa kagum dari mereka, mereka bukan seperti orang Ayamaru yang cerita tinggi, sa melihat mereka lebih ‘humble’ …. Fam – fam mereka tuh seperti Kmesrar, Kladit, Sesa dll. Pokoknya banyak pengetahuan lokal mereka yang sangat membantu sa memahami alam. Sa menikmati cara mereka mengawetkan sagu, pangkur sagu, bersahabat dengan alam dll …. Tapi jangan salah, mereka tuh devout Christian …. Jang harap anana kecil tra pi sekolah minggu atau tra ibadah .. Bagi mereka, gereja adalah pusat sosial mereka apalagi ibadah – ibadah keluarga …. Sa jadi malu waktu di sana. Bayangkan, masyarakat biar su cape kerja di hutan, tapi jam sembayang, semua ada di tempat ibadah …. Sa salut deng dorang ………..

Tapi sa sangat sayangkan para dokter dan perawat yang ditempatkan di sana pada KABUR, masa cuma 2 – 3 minggu baru datang. Jadi kasian sekali kondisi kesehatan anak – anak dong …. Jadi pas kita kunjungan tuh, sa pu teman2 kan bawa obat – obatan pribadi banyak sekali (obat adalah WAJIB hukumnya), jadi de buka semacam ‘klinik’ pribadi …. Bagaimana kasi bersih luka dengan alkohol dan betadine, kasi obat oral dll …. Padahal nih cewek anak Geologi …. Su begitu akses air bersih yang sangat jauh, jadi sa dan teman – teman pu istilah tuh, “kalo rasa poro sakit, lebih baik spring cari kamar mandi 15 menit sebelumnya ha.ha.ha”. … Sa suka ketulusan masyarakat kampung seperti ini, tapi sa miris karena perusakan alam akibat illegal logging bikin beberapa daerah ulayat mereka yang penuh tanaman obat tradisional rusak …… Sedih juga sih!!!

Mungkin sa cocok jadi antropolog kapa e, dulu tra tembus SPMB di Antropologi Budaya Uncen karena sa kasi itu sebagai pilihan kedua sih … Ingin juga kuliah lagi tapi kayaknya su terlalu ‘jauh’ untuk kembali, jadi sa mungkin akan pertimbangkan bila ada tawaran kerja di sebuah yayasan/lembaga tentang budaya tapi di bagian penerjemahan karya dan warisan budaya .. jadi walau tra sebagai peneliti tapi bisa tetap dekat dengan bidang ini ….. Bagi sa, antropologi (khususnya budaya; ada beberapa aliran antropologi, al. budaya, sosial dll) tuh menarik untuk dipelajari karena sangat menantang. Jang salah e, sebuah perlawanan bisa dihentikan dengan cabang ilmu ini. Pernah dengar kan kalo perang Aceh dihentikan karna peran antropolog Belanda, Dr. Snouck Hugronjje (lupa ejaan yang tepat) ….

Jadi menurut sa, sebuah perusahaan, pembangunan dll khususnya di Papua jang sampe melupakan peran penting bidang ini. Contoh nyata saja di Freeport kan? Itu kan karna aspek antropologi tidak diperhatikan dari awalnya jadi tetap akan ada masalah sampe sekarang ….. karena di dalam antropologi, memahami manusia adalah esensinya …baik dalam suku, relasi antar kelompok dan konsepnya tentang hidup dll …. Sa kagum sama pace Mansoben yang dosen dan peneliti Uncen. Pace tra sibuk politik tapi bagaimana menyelamatkan budaya Papua lewat dokumentasi dll… Harusnya akademisi asli Papua seperti itu, tra sibuk jadi anggota DPR, proyek dll tapi bagaimana meningkatkan kapasitas diri bagi perkembangan Papua ….

Btw, sa pikir su banyak sekali sa cerita nih. Yang pasti lagi pamalas pikir CINTA, bikin kapala sakit saja, abis pacaran tuh cuma buang waktu, energi, dan biaya ha.ha.ha … mending pu banyak teman saja suda, jadi bisa ketawa trussssss….. Sorry juga kalo suka protes pembangunan dll … mungkin sa memang dulu harusnya terima tawaran masuk SMA dan STPDN kapa eee …. Tapi tra papa suda, mangkali ada bapak ‘distrik’ ka ‘lurah’ muda (lebih disukai yang NBA ataupun BMW) yang bisa tagaet he.he.he ….. Oh ya, met b’apa saja. Sorry su cerita banyak. JBU

mantan pacar, beasiswa dan Rabbit-proof fence

Another blak - blakan surat ke teman:

Kayaknya ko pu kata – kata bilang kalo sa pasti bangga tuh …. Kayaknya tra menggambarkan yang sa rasakan, mungkin masih sedikit ‘gegar budaya’ (cultural shock) kapa ee …. Jadi masih belum begitu menyatu dengan suasana di sini, tapi untung sa pu teman – teman di kelas cukup kooperatif dan mengerti, tapi tong pu kelas tuh paling kaco dan paling ribut eeee … Cuma tong pu guru kelas tuh pace su ‘sepuh’ jadi agak strik juga ….. macam banyak kelas ‘filosofi’writing ka …. Kadang macam mo melarikan diri eee, tapi pace de baik juga, pace ko daftarkan sa dan sa pu teman yang mo tes ulang IELTS untuk latihan di kelas lain, jadi de ijinkan tong tra ikut de pu kelas di jam – jam tertentu …. Nice old man, ….. sometimes he.he.he

E sa paling suka nonton film gratis tiap minggu di IALF tentang Cross-cultural understanding, tadi baru nonton, yang pasti nih bukan jenis film yang ada di bioskop, mungkin tipe yang ada di Jiffest getho, tentang indigenous people di OZ alias orang Aborigin, nih film based on the true story tentang ‘lost generation’ hasil asimilasi kulit putih dan native people …. Judulnya keren banget “Rabbit-proof fence” … coba ko tebak, nih tentang apa? Kalo bingung, ko bisa coba browsing di situs http://wwwmcc.murdoch.edu.au/ReadingRoom/film/dbase/2002/rabbit.htm
untuk lihat de pu review ….. yang pasti sa suka ide ceritanya dimana setiap manusia berhak menentukan nasib mereka sendiri dan makna kebahagiaan itu relatif bagi setiap orang, tapi yang pasti sih, temanya tentang ‘kebebasan dan perjuangan’ …. Keren banget!!! Sa suka pencahayaan dan angle videonya, artistik!!! Tra perlu banyak kata – kata, cukup bahasa visual su cukup menggambarkan emosi film itu… tapi memang benar kan bahwa a single picture can describe something a thousand time more sophisticated than merely a thousand word … Trus lagu – lagu pengiringnya cukup bikin ‘merinding’ saking mistisnya …. Bukan bikin takut tapi benar – benar stir your imagination to feel what the little girl think and feel…. Captivating indeed …. Yang pasti, pertama kali nonton, the first thing flashes on my mind is ….. it is a “DENIAS’ genre…. Awesome …. And the moral is (menurut sa) …. SELF-DETERMINATION is the key of our happiness and it is YOU who knows the best thing for you ….. yang pasti sa rekomendasikan film ini, karna tidak menjual ‘imajinasi’ terlalu tinggi yang kadang tra membantu tong menjalani hidup di dalam dunia nyata …. Mungkin film ini bagus juga untuk peningkatan kesadaran dan penghargaan kepada masyarakat adat dan penduduk asli …. Di mana sering manusia modern menganggap mereka ‘primitif’ padahal masing – masing dari tong memakai ‘kacamata’ yang berbeda di dalam memandang hidup ….. so the conclusion is …. It is a great recommended movie to watch 

Another great thing is ….. sa nonton bareng dengan *** dan abis film tong 2 diskusi tentang film dan politik di OZ tentang resolusi terbaru mengenai aborigin, Keren bukan!!! Ngobrol tentang topik ‘orang asli’ dengan antropolog dan aktivis yang kerjanya su diakui publik mungkin sebelumnya cuma ada dalam mimpi sa…. Sa kagum banget sama dia karna tra sombong …. Moga bisa kayak dia he.he.he…

Satu hal lagi sih, sa suka kata – katanya di buku “Sokola Rimba” yang dikutip dalam nukilan buku di Reader’s Digest edisi Desember kemarin, “Orang – orang konservasi kerap mendengung – dengungkan tentang konservasi sebagai cara menolong orang asli, tapi seandainya lingkungan mereka sudah tidak dapat menopang mereka, apa yang harus kita lakukan? Jadi sekarang saatnya untuk mulai berpikir bagaimana menyiapkan mereka tanpa melupakan peran budaya mereka untuk menghadapi saat dimana lingkungan mereka tidak lagi bersahabat dengan mereka?” …. Sa setuju dengan perkataan dia, karna kalo Cuma sekedar melindungi daerah konservasi tanpa memberdayakan masyarakat mereka supaya tidak mudah dimanipulasi, percuma saja …… karna akhirnya malah tidak akan berhasil …. De juga sempat nyeletuk beberapa hari lalu kalo kadang apa yang kita pikir diperlukan ‘orang asli’ ternyata bukan suatu hal yang signifikan bagi mereka karna standar ‘kebahagiaan’ itu berbeda bagi setiap orang …. I thank God for letting me meet such great inspiring person like Butet in this course!!!

Tentang balap, masih ada keinginan sih tapi kalo di Papua bole, sa su cukup puas kok sebelum berangkat ke Jakarta, sa su ‘balapan liar’ sedikit he.he.he…. Tapi kalo di JKT, ya realistis saja lah, naik ojek saja sa merasa tidak aman, apalagi mo balap – balap. Sa lebih suka bepergian dengan busway … lebih aman dan masih bisa merasa sedikit nyaman …. Tapi kayaknya keinginan balap harus sa tunda dulu nih,karena sa tidak pulang ke Manokwari. Abis training sa tetap di Jakarta, paling jauh cuma libur ke Bandung, kalo ada dana lebih dan bisa ‘kabur lebih lama’ cabut ke Malang atau Jogja, biasalah … kumpul dengan teman – teman cowok dulu (lebih banyak teman cowok he.he.he)

Bro, sa memutuskan tra pulang dengan berbagai alasan. Pertama, sa harus realistis saja, kalo seandainya sa keterima bulan Juli dan su harus kuliah artinya sa harus tetap berada di sekitar Jakarta karna waktunya yang padat untuk ngurus sana sini, ini – itu, de el el.

Kedua, dari segi finansial, pos pengeluaran harus dihemat karna sa baru beli notebook(tabungan hampir bobol ha.ha.ha), masih harus rutin ke dokter gigi beresin gigi yang error, masih harus ngurus medical check-up dengan biaya sendiri, belum lagi untuk fiskal dan airport tax + uang jaga – jaga pas tiba di OZ. Kenapa sa bilang masalah dana, karna sa harus realistis, sa bukan PNS yang ada gajinya, jadi pilihannya adalah tabungan yang dibobol dan bantuan orang tua …. Tapi sa su bilang sih ke ortu, it’s my promise to my Dad that I’m gonna pay the money back … ya semacam kredit untuk sa tapi tanpa bunga …. Sebenarnya sih ortu tra tuntut tapi lebih ke inisiatif diri …. JADI dengan memperhitungkan fluktuasi harga tiket pesawat, (walau sa masuk sastra bukan berarti sa tra bisa perkirakan kenaikan harga tiket, …. Sa dulu SMK bisnis dan manajemen jurusan Usaha jasa Perjalanan), sa sadar sesadar – sadarnya, kalo JUNI itu PEAK SEASON …. Fluktuasi tiketnya bisa sampe 3 juta lebih, kalo sa beli return tiket trus sa cuma habiskan 2 minggu di Papua, percuma saja, karna sekurang – kurangnya sa su harus siapkan 6 juta + uang transport ke bandara, kasarnya saja 6, 5 juta …. Itupun sa harus pertimbangkan apa sa bisa dapat seat atau tidak pada tanggal yang ‘PENTING’ itu … So, sa memutuskan tra perlu pulang kalo cuma demi ‘say goodbye’ dan nangis Bombay dengan old fellas sa buang duit sebanyak itu. Karna kalo dana segitu, sa bisa tinggal di Jakarta dengan tetap bisa jalan – jalan ke beberapa kota di pulau Jawa, masih bisa belanja – belanja lagi atau beli buku – buku keren guna melengkapi koleksi perpustakaan mini di kamarnya sa … Sa rasional saja sih …. Kedengaran aneh ya???

Selain itu sa tra mo pulang karna sa takut kena malaria lagi, sa rentan dengan malaria tertiana, setidaknya minimal 2 minggu tuh sa masih tetap akan ‘terkontaminasi’. Sa saja sebelum berangkat kemarin su tabanting dengan malaria jadi sampe minggu lalu masih demam tinggi di sini jadi sa bertobat. Karna teorinya sih, setelah meninggalkan daerah endemik malaria, plasmodium malariae tuh masih ada di dalam darah cuma perlu triggered factor untuk mengaktifkannya saja, jadi harus tetap minum obat 1 butir tiap minggu, yang 500 mg saja …..sampe 1 bulan setelah meninggalkan daerah endemik malaria …. jadi, daripada mati pulang trus malaria, ya sabar – sabar saja ….

Trus ada hal – hal pribadi dan orang – orang tertentu yang bikin sa malas pulang saat ini, kayaknya cara terbaik adalah menjauh dulu …. Mungkin setelah berapa waktu, baru balik lagi …. Sa bukan lari dari masalah eee, Cuma sa pikir ini jalan yang terbaik … Sa baru saja putus dengan sapu cowok bulan lalu (sa yang putuskan dan alasannya su sa paparkan secara gamblang dan tepat plus sopan he.he.he) jadi mending tra usah pulang, karna kalo sa pi ke sa pu tempat –tempat favorit sa untuk snorkelling dan berenang, kemungkinan ketemu pasti besar dan kemungkinan ‘sakit hati’ pasti masih besar he.he.he ….

Sorry kalo malah kedengarannya agak curhat, tapi after long discussion with my best friends …. Mereka berpendapat kalo ini pilihan terbaik yang sa buat dan dong mendukung. Sa pu mantan cowok dah pu anak dari ‘pacarnya’ terdahulu tapi tra ada penyelesaian yang komprehensif … jadi waktu tong ketemu bulan Desember kemarin, tuh semua status single talapas (de pu status KJ, sa juga lagi tahap ‘recovery’ hati karna baru putus 2 bulan dengan cowok yang ‘melamar’ sa secara personal 3 kali he.he.he; sa sebenarnya ‘harus’ menikah dengan seorang cowok di Timika bulan Mei tahun ini, based on talk on December 2006) jadi statusnya tuh layang – layang lepas ketemu ama layang – layang lepas…. Tapi itu tahun kemarin …… he.he.he

The problem is ……… sekarang mantannya dan his two-months baby come back in his life ….. biar sa su sayang mati dan de juga su tra mo balik dengan mantannya …. Tapi kan sa harus realistis lha … kalo sa balik ke Mkw dan de masih ada perasaan ke sa (masih ada, masih kirim SMS sayang ha.ha.ha), artinya de tra akan urus mantan dan his baby ….. So mending begini saja ….. Tidak boleh kontak, tidak boleh pikir dia, tidak usah balik …..Ini demi kebaikan bersama, demi kebaikan semua orang, …… jatuh cinta itu kan tra salah, yang salah kalo tong jadi egois karena cinta … itu yang salah, setidaknya kalo pada akhirnya begini, ya setidaknya sa bersyukur sa pernah sayang dan disayang dia dan sa bersyukur pernah membiarkan ada cinta yang tumbuh, artinya sa masih NORMAL he.he.he … masih pu orientasi seksual yang normal (Alkitab kan standarnya) …Menurut sa, cinta itu kan cuma persoalan antara rasa dan masa saja (sa ada pu puisi bagus tentang rasa dan masa nih, lihat di attachment yach…), sorry sa pengagum Kahlil Gibran sejak kelas 1 SMK jadi bicaranya seperti ini tentang cinta… Mungkin ini yang namanya “mencintai tapi tra bisa memiliki” …. Lebih mudah kalo putus karna baku benci, pasangan selingkuh, disakiti ka …. Tapi kalo begini, mmmh butuh waktu sih (untuk cari ‘mangsa’ baru … he.he.he) … tapi don’t worry …. Sa mata masih ‘liar’ kok mengamati ‘barang – barang’ bagus di sini …. Makanya lagi mo ‘cuci mata’ di sa pu teman cowok pu kos di Bandung … ha.ha.ha ….

Bro, ko percaya ka tidak jodoh dari Tuhan? Sa kayaknya mulai percaya itu, mungkin kedengarannya GILA …. Tapi sejak sa ada masalah dengan mantan dua bulan lalu, biasa to …. Lari kemana lagi selain ke Tuhan ….. mmh everytime I pray, seems that there was a ‘voice’ in mind keep tells me that I’m gonna meet my soulmate this year so sa tra usah terlalu pikiran dan fokus kuliah saja …. Jadi sekarang nih sa tetap berdoa menguji perkataan itu dan makin hari saat berdoa, suara itu makin jelas bilang kalo sa akan ketemu di suatu tempat yang tepat pada saat yang tepat …. (sa belum bisa kasi bocorannya ke ko karna it’s my secret) … yang pasti sih bukan di Indonesia … Tapi yang diminta dari sa cuma satu ‘Keep walking with God in HIS pathway’ (sa pernah merasakan beberapa kali jatuh dan bangun dan itu SANGAT menyakitkan dan butuh ketulusan hati yang cukup, penyesalan yang dalam dan mohon pengampunan yang memadai to turn back … really painful when you have to break the rules … Thank’s Jesus, I am saved!!!) AND keep praying for ‘my future husband’ he.he.he …. Mudah – mudahan bukan warganegara RI jadi sa ada kemungkinan dapat Permanent Resident or Greencard sekalian ha.ha.ha …….. TAPI sa tetap harus menguji setiap perkataan yang ada di dalam sapu doa, karna bagaimanapun Alkitab tuh yang jadi standar pada akhirnya ... seems too devout ya???

Bro, sorry kalo sa banyak cerita, kalo teman – teman dekat sa sih su tahu sa pu kebiasaan kirim surat yang lebih mirip blog ha.ha.ha … Mungkin kelemahannya sa sih tra bisa membedakan topik mana yang bisa dibahas, mana yang trada, sa lemah dalam mengorganisasikan ide, karna sa orangnya impulsif (sa tahu karena sa pernah isi kuisioner psikologi tentang kepribadian di buku psikologi populer) … yang pasti dong tuh sangat tahu kalo sa moody … (sa pu teman dekat ya Cuma manusia – manusia yang di UPT pelayanan Bahasa + *** dan teman – teman lama waktu SMP = >5 <10 0rang) …. Jadi jangan heran kalo sa cuek saja bahas tentang pacar, pernikahan, visi dan misi di masa mendatang’ , sa pu ritual kematian yang sa inginkan (sa bosan dengan acara pemakaman yang membosankan itu, mungkin perlu sedikit sentuhan aransemen musik yang keren like any Craig David’s song or Bryan McKnight’s voice … just imagine how great it would be he.he.he) … apalagi topik yang paling dong ganas kalo sa bahas tuh sa pu pesta pernikahan …. Jang takut bro, ini kan masih tahap wacana. Kalo sa nikah juga nanti sa undang kam semua ….. tapi sa bikin di puncak Jaya ha.ha.ha atau di Raja Ampat ……. Kira – kira pendetanya mau ikut ka trada ya???