Malam ini tanggal 10 Januari 2008, aku baru saja selesai menghubungi sahabatku sejak kecil di Manokwari untuk berbagi cerita karena kebetulan aku ada sedikit masalah. Aku merencanakan bercerita hanya sekitar 10 menit saja tapi tiba – tiba molor menjadi 30 menit lebih karena mendengar apa yang kudengar dari dia. Sebuah cerita yang mengingatkanku sekali lagi bahwa Allah itu ADA, NYATA, dan BERKUASA. Selain itu juga sebuah kisah yang mungkin perlu didoakan agar kiranya Allah mau memalingkan wajah-Nya dan memberi belas kasihan atas kota Manokwari, kiranya Allah menyenggara atas kota Manokwari di Papua Barat.
Kisah berikut ini berdasarkan pembicaraan lewat telpon dengan seorang sahabat, kiranya bila ada kekurangan, biarlah Tuhan bantu melengkapi kepingan kisah yang hilang. Sahabat saya masih sangat takut, sedikit tidak percaya dengan apa yang dialaminya subuh tadi sehingga saya tidak dapat menuliskan namanya di dalam kesaksian ini namun saya berharap tidak mengurangi esensi dari kisah ini. Saya juga tidak secara benar-tepat menuliskan apa yang tertulis atau akurat 100% dari apa yang sebenarnya terjadi karena tak ada suatu alat perekam tapi esensi yang disampaikan adalah benar adanya. Kiranya Tuhan mau bantu ketidaksempurnaan ini dan menambahkannya di hati saudara. Saya tidak bermaksud apapun dengan mengirim kisah ini, hanya ingin berbagi tentang penyertaan kasih Yesus dan juga tentang apa yang diberikan kepada sahabat saya dan kiraya dapat menguatkan iman saudara bahwa sungguh Allah mengasihi manusia.
Salam hangat,
Maya
*****
OMA, KITAB DANIEL, DAN GEMPA MANOKWARI
Tempat : Fanindi, Manokwari
Tanggal : 10 Januari 2009
Pukul : 02. 00 WIT
Kisah ini bermula saat sahabat saya, sebut saja Anna, sedang menginap di rumah omanya. Saat itu Manokwari sedang dilanda gempa susulan usai gempa besar tanggal 4 Januari 2008 (sampai saat saya menulis kisah ini gempa kecil – kecilan masih tetap terjadi). Sebenarnya ini bukanlah rumah oma dalam pertalian sedarahnya karena mereka terikat hubungan karena sejak kecil keluarga Anna dan keluarga Oma telah bersahabat dan pernah bertetangga serta telah menganggap diri sebagai keluarga. Kebetulan rumah Oma yang telah berusia lanjut (lebih dari 80 tahun) saat itu hanya dihuni oleh 2 cucu perempuannya (sebut saja Mawar dan Melati) ditambah seorang anaknya dari luar kota yang menemani karena Manokwari sedang diguncang gempa. Sedianya rumah oma hanya ditempati oleh oma dan anak lelaki bungsu dan menantunya plus Melati tapi karena mereka sedang berlibur ke Manado, maka Anna beserta anak lelaki Oma dan putrinya yang menempati rumah ditambah Melati yang tidak liburan ke orang tuanya di Manggarai. Keluarga oma adalah keturunan Cina – Bugis dan beragama Kristen Protestan khususnya denominasi mereka adalah GBI Bethany sedangkan Anna, sahabatku sejak kecil, adalah penganut Protestan khususnya GKI (presbiterian) dan ia asli Waropen.
Anna sejak kecil menyayangi oma seperti omanya sendiri dan bahkan sewaktu SMA hingga kuliah tinggal menemani oma, ia yang kerap merawat oma dan menemani tinggal. Jadi ia punya dua keluarga dan dua rumah. Aku sudah sangat paham dengan fenomena ini karena aku sudah tau mencarinya kemana bila ia tidak ada di rumahnya, kebetulan aku satu kompleks dengan oma dan Anna.
BAGIAN I: KISAH PENYERTAAN YESUS PADA OMA
Pada malam itu, sudah menjelang subuh, karena Manokwari yang masih terus diguncang gempa susulan hingga beberapa kali (terjadi 2 kali sekitar jam 22. 00 WIT dan tengah malam), sehingga oma yang sedang sakit lanjut usia terpaksa ditunggui oleh para cucunya termasuk Anna. Oma sejak gempa terjadi kondisi kesehatannya makin parah, jantungnya kuat plus anggota – anggota badannya khususnya tangan dan kaki juga makin sakit, belum ditambah lagi dengan mulutnya yang sempat terserang stroke jadi hanya bisa minum dari samping, semakin menambah beban pemikiran penghuni rumah bercat putih dengan kolam ikan itu.
Gempa yang baru terjadi beberapa jam sebelumnya membuat mereka kelelahan dan berjaga namun menjelang pukul 2 subuh, oma yang sedang tertidur di dekat sofa dan sahabatku Anna sedang berusaha mencari ngantuk karena benar – benar kelelahan setiap saat berjaga memantau kesehatan oma plus harus bereaksi cepat kala gempa. Anna bukan perempuan kekar dengan tonjolan otot tetapi hanya seorang perempuan hitam manis dan mungil dengan tubuh proposional. Saat itu semua penghuni rumah telah tidur dengan nyenyak, Mawar dan Melati tidur di atas kasur di dekat buffet, bapaknya Mawar memilih tidur di bagian lainnya. Anna memilih tidur di sofa. Sebelum ia tidur, ia memutuskan untuk berdoa, sebuah ritual yang jarang ia lakukan.
Sambil duduk di sofa dan memegang bantalan sofa, dipejamkan matanya dan mulai berdoa. Saat ia berdoa, ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia sudah lama sekali tidak berdoa dan ia malu pada Tuhan karena lama tidak berdoa tapi karena saat ini keadaan oma yang parah, ia ingin sekali berdoa untuk omanya.
Saat Anna mulai berdoa ia bilang pada Yesus begini: “Tuhan, sa mo berdoa tapi sa malu karena sa jarang berdoa dan sa juga tidak tahu apa yang mo sa doakan.” . Saat ia baru berucap kata itu, tiba – tiba didengarnya sebuah suara, ia berkata bahwa suara itu seperti berasal dari dalam dirinya dan ia benar – benar ketakutan. Ia belum pernah mengalami hal itu dan ia juga dahulu tidak percaya kalau ada orang yang menceritakan saat berkhotbah bahwa Tuhan berbicara. Namun kali ini ia mendengar seperti itu. Suara itu bukan seperti suara laki – laki atau perempuan. Suara itu berkata kepadanya bahwa ia jangan takut dan khawatir. Ia boleh berdoa dengan apa yang ia tahu.
Karena ia masih takut, dijawabnya suara itu sambil berdoa, menutup mata, dan menangis, “Tapi Tuhan sa tra tau berdoa, sa malu karna sa berdosa. Sa takut Tuhan karena semua yang terjadi sekarang apalagi tentang oma.”. Kemudian suara itu berkata lagi dalam hatinya, “Jangan Khawatir. Jangan Takut. Aku menyertai kalian. Aku mengasihi oma.”. Suara itu terus berkata dan meyakinkan bahwa oma akan baik – baik saja. Tapi Anna benar – benar masih ketakutan dan menangis terus.
Suara itu kemudian melanjutkan lagi bicara bahwa Ia sedang melihat Anna dan keluarga oma saat ini. Seketika itu juga Anna semakin takut dan ia berkata bagaimana bisa. Suara itu berbicara lagi apakah Anna mau melihat dia. Anna bilang bahwa ia berdosa dan ia malu. Saat itu ia berdoa tertunduk sambil memeluk bantalan sofa. Tiba – tiba ia merasakan dagunya diangkat dan didongakkan melihat ke atas langit – langit rumah. Dan suara itu meminta ia melihat. Anna segera membuka mata namun yang dilihatnya hanyalah langit – langit rumah. Sekali lagi suara itu meminta Anna menutup mata dan berdoa kembali, Anna berkata bahwa ia tidak melihat apapun. Jadi suara itu memberikan solusi padanya, kalau ia mau melihat sekarang, bukalah telapak tangannya dan lihatlah suara itu di dalam tangannya, tapi karena Anna masih saja takut, ia pun berkata bahwa Ia berdosa dan tidak layak untuk melihat gambar ataupun rupa gambar suara itu. Ia benar – benar sangat ketakutan, berada pada titik percaya atau tidak. Sangat bingung.
Suara itu kemudian berkata bahwa Anna tidak perlu takut. Tiba – tiba suara itu bilang pada Anna, “ulurkan tanganmu dan sentuhlah kepala Omamu, katakan padanya, “Oma, Yesus mengasihimu. Jangan takut dan khawatir. Yesus mengasihimu.”. Anna masih takut tapi ia mengaku ada sebuah kekuatan yang menggerakannya tanpa disadarinya karena tangannya telah ada di kepala oma yang terbaring dan ia mengatakan, “Oma, Tuhan Yesus mengasihi oma. Oma jangan takut. Tuhan Yesus sayang oma.”. Ia juga tiba – tiba telah beranjak kepada kaki Mawar dan Melati yang sedang terbaring tidur nyenyak dan memegang kaki mereka dan berdoa dengan pesan yang sama.
Tidak lama setelah itu oma tiba – tiba bangun dan meminta ditempatkan di kursi roda dan dibawa pintu ke luar, karena jantungnya tiba – tiba sangat sakit. Semua penghuni rumah dengan pagar kayu bercat hijau dan penuh tetumbuhan itu tergopoh – gopoh bangun. Suara itu berbicara kepada Anna temanku bahwa berikan “air hangat dicampur gula” kepada oma. Anna tanpa pikir panjang segera ke dapur menyalakan lampu dan membuat air gula secepat mungkin. Oma masih menahan sakit di jantungnya. Suara itu berbicara lagi kepada Anna bahwa “Jangan takut dan khawatir. Yesus mengasihi oma. Pencobaan ini hanya berlangsung hingga jam 4 saja. Tidak lebih dari itu. Oma akan baik – baik dan tidur nyenyak.”. Awalnya oma menolak minum air gula, tapi Anna kembali menawarkan oma minum. Oma yang biasanya sangat sulit minum dari gelas karena pengaruh mulutnya yang bengkok karena pernah strok, saat itu bisa minum dengan banyak hingga setengah gelas habis. Setelah itu sekitar jam 4 kurang, oma pun terlelap hingga pagi tanpa gangguan apapun dan bangun pagi dengan semangat.
BAGIAN II: KITAB DANIEL
Saat itu kata Anna, usai memperhatikan oma yang sedang mencari ngantuk dan kadang masih sedikit menahan sakit dengan jantungnya, ia tiba – tiba diingatkan untuk membaca Alkitab; suatu kegiatan yang sangat jarang dilakukan Anna. Saat itu Mawar dan Melati karena sangat kecapaian meminta oma mereka untuk tidur jadi mereka bisa tidur. Tapi karena oma masih belum bisa tidur, Anna akhirnya memutuskan untuk menemani menjaga oma. Jadi oma sudah tidur tapi masih kadang terbangun, kejadian membaca Alkitab ini terjadi dari sebelum pukul 4 pagi hingga jam 5 pagi dan Anna mengakui baru kali ini ia membaca banyak pasal Alkitab tanpa merasa mengantuk.
Sebenarnya Anna tidak ingin membaca Alkitab tapi suara itu kembali bicara bahwa ia harus membaca Alkitab jadi ia pun segera mengambil Alkitab. Pada bagian ini, aku kurang tau pasti apakah letak Alkitab di dekat sofa atau di dekat buffet. Entahlah. Yang pasti di ruang tamu itu ada Alkitab. Anna pun berdoa dan bilang bahwa ia tidak tahu mau membaca dari mana, tentang kisah apa, dan bagaimana memulainya. Suara itu kembali lagi bicara, “Jangan takut dan khawatir. Bukalah di kitab Daniel dan Aku akan menunjukan apa yang harus kau baca”. Saat itu Anna berkisah bahwa tangannya disuruh membuka pada Daniel 7 dan ia mulai membaca. Semalam itu ia pun membaca dari Daniel 7 hingga sampai berakhirnya kitab Daniel. Anna bertutur padaku bahwa ia sangat jarang membaca Alkitab apalagi kitab Daniel bukanlah kitab Favorit ataupun kitab yang sering dibacanya.
Ada satu bagian dari kitab Daniel yang saat ia membacanya ia begitu kaget, ketakutan, campur aduk semuanya, apalagi saat suara itu berkata bahwa itulah yang sedang terjadi untuk Manokwari; kota Anna dan aku dibesarkan. Anna enggan menjelaskan secara gamblang apa yang dimaksud untuk pembacaan di dalam Daniel 9: 20 – 27 tapi ia hanya bilang padaku bahwa kata suara itu pembacaan itu untuk kota Manokwari, sehingga kami harus banyak berdoa. Aku mencoba menuliskannya di sini. Semoga saat ini apabila saudara membacanya sebaiknya dari pasal – pasal sebelumnya. Sehingga dapat kita pahami tentang maksud Tuhan.
Daniel 9: 20 – 27
TUJUH PULUH KALI TUJUH MASA
9:20. Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku,
9:21 sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari.
9:22 Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.
9:23 Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!
9:24 Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
9:25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.
9:26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.
9:27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Inilah satu bagian Firman yang kata Anna untuk kota Manokwari, saat aku menelponnya tadi, sambil membuka Alkitab, aku sempat ketakutan dan tersadar bahwa Allah sedang bekerja untuk Manokwari lewat cara-Nya.
Anna mengaku bahwa usai membaca firman ia hanya bisa menangis. Sekitar pukul 5 pagi, ia mendengar suara itu berkata lagi bahwa ia boleh tidur dan ia akan tidur lelap tapi pada pukul 6 ia harus bangun pagi dan memang terjadi seperti yang didengarnya.
***
Itulah kisah Anna yang kudengar lewat penuturannya lewat telpon. Ia hanya bisa bilang bahwa sebenarnya ada bagian yang tidak bisa ia sampaikan ke orang banyak tapi karena aku sahabatnya begitu juga Mawar dan Melati maka ia tidak dapat menahan kegundahan hatinya. Melati memang sempat heran karena Anna menangis hingga matanya bengkak tak karuan. Anna tadi sempat mengakui bahwa kejadian seperti ini pernah dialaminya waktu ia SMA tapi kemudian ia acuhkan dan tidak memedulikannya, hanya saat itu lewat mimpi kala tidur.
Aku secara pribadi meyakini bahwa saat ini Allah sedang berencana untuk sahabatku Anna dan juga warga Manokwari. Aku secara pribadi percaya bahwa gempa ini adalah seperti MEGAFON Allah yang dipakai untuk membangunkan umat Kristen di kota Manokwari untuk kembali mencari Yesus dan mulai benar – benar menempatkan Yesus sebagai Tuhan dan Raja atas kota Manokwari. Sudah saatnya kita bertobat. Serukanlah pertobatan hingga Allah berkenan memalingkan wajah-Nya dan memberikan belas kasihan. Kota Niniwe saja yang hendak dihancurkan Allah masih bisa berubah nasibnya kala penduduk kota memohon belas kasihan Allah, mengapa Manokwari tidak? Untuk generasi muda Manokwari dan Tanah Papua umumnya: Jangan berkeras hati. Saya percaya bahwa akhir zaman telah dekat. Jangan biarkan Yesus menunggu, turn back to God, please.
(Setiabudi, Jakarta 10 Januari 2009)