Search This Blog

Loading...

Friday, 18 December 2009

Avatar - the movie

Malam ini sa baru saja selesai satu film arahannya James Cameron (yang sutradara Titanic ka ini), judulnya Avatar. Masih film baru sih di Canberra karena baru rilis minggu ini (dan sa nonton di hari kedua yang orang baku sepak ka ini hehehe). Yang pasti sangat direkomendasikan sih. Berikut ini sa ada terjemahkan satu review film yang sa dapat dari http://www.empiremovies.com/2009/12/18/avatar-movie-review/. Tetapi terjemahan ini sa ada edit akan sedikit dan bukan terjemahan resmi eee.
Secara pribadi, sa bisa bilang kalo film ini layak kam tonton! (dan menurut sa le bih bagus daripada ‘New Moon’ dan 2012 ^_^)

Salam,

D. M.

=================================

Avatar tuh merupakan sebuah langkah antisipasi kembalinya James Cameron sebagai sutradara untuk bikin film besar setelah lama pace istirahat ka ini karena pace su tra jadi sutradara sejak 1997 (Titanic). Selama ini pace lebih fokus ke bikin film dokumenter, beberapa pertunjukan di TV dan juga pace kembangkan sistem kamera 3-D fusion, sebuah teknologi yang de pake di film Avatar.
Di film ini, Sam Worthington bermain sebagai Jake Sully, seorang mariner yang lumpuh dari pinggang ke bawah. Sully dapat rekrut untuk pergi ke planet yang namanya Pandora sebuah bulan yang ditutupi hutan yang lebat dan air terjun yang memesona serta didiami oleh sejumlah bentuk kehidupan yang menakjubkan termasuk populasi pribumi yang dikenal sebagai orang Na’vi. Pace Sully akan ambil bagian dalam sebuah program yang disebut Avatar, dimana de akan dong bikin mendiami sebuah tubuh yang merupakan hasil rekayasa genetik dari orang Ana’vi ka ini yang disebut Avatar.
Waktu Sully ko berubah jadi Avatar, de pu hidup berubah. Pace ko berubah jadi warna biru, tinggi 10 kaki dan dapat jalan dengan gampang di planet ini (manusia tra bisa bernafas di dalam udaranya Pandora). Selama pace ko pu acara jalan – jalan di planet nih, pace ko ketemu perempuan Na’vi satu yang cantik, de pu nama Neytiri (yang suaranya diisi oleh Zoe Saldana) dan untuk alasan tertentu pace ko akhirnya diterima dalam kehidupan suku. Orang Na’vi dong su tahu kalo pace tuh cuma bentuk hybrid jadi tra semua orang di dalam suku suka pace pu kehadiran ka ini. Tapi sebenarnya Sully di sana bukan untuk bikin masalah. De sebenarnya diminta untuk mengamati orang – orang Na’vi dna belajar tentang dong pu budaya dan kebiasaan. Tapi masalahnya tuh orang – orang Na’vi tuh pu kampung utama tuh berada di puncak deposit mineral kaya yang diinginkan oleh manusia. Dengan bantuan Sully, manusia berharap mo pindahkan Na’vi jauh dari dong pu lahan secara damai. Sayangnya, tempat yang ditargetkan oleh perusahaan di film ini tuh ternyata merupakan tempat keramat bagi orang – orang Na’vi dan dong tolak mentah – mentah untuk kerjasama dengan manusia. Akhirnya terjadi sudah barang yang sering terjadi kalo urusannya su mulai kena dengan ketamakan, kekuasaan dan uang. Akhirnya orang – orang perusahaan putuskan untuk pake kekerasan untuk pindahkan orang – orang Na’vi dong. Hal ini bikin pace Sully ko bingung karena terperangkap dalam perang antara manusia yang bikin de ikut program ini dan Neytiri serta orang Na’vi lainnya yang sekarang pace su akrab dan dekat sekali. Akhirnya terjadilah pertempuran besar – besaran dan nasib Pandora dan orang Na’vi dong tergantung di tangan orang – orang Amerika yang menginvasi dong pu planet.
Cerita Avatar nih cukup menarik tapi mungkin juga jadi bagian terlemah dari keseluruhan produksi. Kalo tong lihat kembali dan lihat de pu tema dasar sebuah film, film ini sederhana saja sih. Intinya sih tentang perusahaan yang pake de pu kekuasaan, dengan bantuan tentara, coba untuk ambil sesuatu yang berharga dan dong tra peduli siapa saja takena efek dari dong pu langkah – langkah ka ini. Tong su lihat barang ini banyak kali sebelumnya di film dan lebih banyak lagi dalam kehidupan nyata. Perbedaannya cuma satu, Avatar terjadi di planet lain di luar angkasa, dengan ras yang tra pernah tong dengar dan dengan sejumlah spesial efek terbaik yang pernah tong lihat. Akan tetapi pace yang meninjau film ini bilang kalo emosinya kurang terjaga dalam film ini. Memang pace yang tinjau nih bilang kalau de semangat dengan orang – orang Na’vi pu usaha tapi pace tra rasa emosi yang harusnya de dapatkan di dalam film.
Pace yang tinjau film ini bilang, bagaimanapun de nikmati nonton Avatar. Sebuah film yang memukau dan sangat layak ditonton. Walau ceritanya sederhana (dan mungkin mudah ditebak) tapi tetap layak ditonton. Karakter – karakternya lumayan walau tak ada yang cukup berperan dibandingkan Sully (Sam Worthington). Tapi satu yang paling tra bisa dibandingkan dengan film – film lain tuh de pu spesial efek dan imajinasinya yang bikin akan jadi lengkap ka ini. Pace yang tinjau film ini bilang memang Pace Cameron dan de pu teman – teman dong mantap skali. Film ini benar – benar memukau. Film ini dibeirkan poin 8,5 kalo tong kasi cakupan penilaian 1 – 10.
============================================================
Catatan:
Kalo mo lihat de pu situs resmi termasuk de pu cuplikan (trailer):
http://www.avatarmovie.com/

0 comments: