Cacatan ini sa terjemahkan ke dalam Melayu Papua dari catatannya Anthony de Mello SJ, seorang Pastor Yesuit dan ahli psikoterapi India yang hidup antara 1931 – 1987 dari judul aslinya “On Waking Up”. Beliau dikenal sebagai seorang motivator yang menekankan pada makna ‘terjaga dan tersadar secara spiritual’. Sa su baca buku – bukunya sejak SMP dan menjadi buku wajib sa saat SMA.
Semoga bermanfaat!
Salam hangat,
D. Meimosaki
=====================
TERJAGA
Oleh Anthony de Mello, SJ
Spiritualitas artinya terbangun ka terjaga. Banyak orang walau dong tra tau akan, dong tuh sebenarnya sedang tidur. Dong dilahirkan sedang tidur, dong hidup sambil tidur, dong nikah sambil tidur, pu anak tapi masih tetap tidur, bahkan mati juga tetap tidur tanpa pernah bangun ka ini. Dong tra pernah mengerti arti kesukaan dan kecantikan dari apa yang tong sebut kehadiran manusia (human existence).
Ko tahu, semua orang yang percaya pada sesuatu yang berada di luar kemampuan manusia, mo Katolik ka bukan orang Kristen, terlepas dong pu teologi tuh apa – semuanya tuh tra anonim pada satu hal: kalo semuanya itu baik, segalanya baik. Walau segala sesuatu tuh berantakan dan takaruan, segalanya baik adanya. Paradoks yang aneh. Tapi tragisnya, banyak orang tra pernah bisa lihat bahwa segala sesuatu tuh baik karna dong sebenarnya sedang tidur. Dong sedang mimpi buruk.
Tahun lalu di televisi Spanyol sa dengar satu cerita kalo pace satu de toki depu anak laki – laki pu kamar. “Jaime”, katanya, “neh bangun!”. Jamie ko bilang, “sa tra mo bangun, Papa.”. De pu bapa batariak, “Bangun, ko harus pi skolah.” Jamie ko angkat, “sa tra mo pi skolah. “Kenapa?”, de pu bapa tanya. “Ada tiga alasan”, kata Jaime. “Pertama, karna akan membosankan; kedua, karena anana kapala ganggu sa; ketiga, sa benci sekolah.”. De pu pace langsung bilang, “Ok, sa akan kasi ko 3 alasan kenapa ko harus pi skolah hari ini. pertama, ini ko pu kewajiban; kedua, ko su umur 45 tahun dan ketiga, ko itu kepala sekolah.” Jadi, bangun … bangun! Ko su dewasa. Ko su terlalu bokar untuk tertidur. Bangun. Stop main deng ko pu mainan2 ka ini.
Banyak orang akan kas tau ko kalo dong mau keluar dari TK tapi jang percaya dong. Jang pernah percaya. Yang dong mo sebenarnya tuh supaya dong bisa perbaiki dong pu mainan yang rusak ka ini, “Kasi kembali sapu istri. Kasi kembali sapu pekerjaan. Kasi kembali sapu uang. Kasi kembali sapu reputasi. Kasi kembali sapu kesuksesan.” Ini yang dong mau ka, dong mau dong pu mainan diganti ka ini. Hanya itu. Bahkan kalo pi ke psikolog yang paling mantap juga akan bilang kalo orang – orang ini tra mau disembuhkan. Yang dong mau tuh cuma rasa lega (yang menyenangkan) karena kalo dikasi sembuh terlalu sakit jadi.
Terjaga benar – benar tra enak eee, ko tahu. Karna ko su nyaman dan rasa tenang di tempat tidur jadi. Macam badan malas eee kalo dibangunkan. Itu alasan kenapa para guru spiritual yang bijak tra akan coba untuk kasi bangun orang. Sa harap sa akan lebih bijak di sini dan tra coba untuk pake alasan apapun untuk kasi bangun ko kalo ko su tertidur. Ini bukan sapu urusan walau sa tadi ada bilang untuk ko, “bangun!”. Sa pu urusan tuh untuk bikin barang – barang yang memang harus sa bikin; untuk menari sapu tarian. Kalo ko rasa ada manfaat, baguslah, kalo trada juga, terlalu buruk! Sa cuma ingat pepatah Arab, “Sifat dasar hujan tuh sebenarnya sama, tapi akan bikin semak duri tambah tumbuh subur begitu juga bunga – bunga di taman.”
1 comments:
Semoga kita semua selalu terjaga
Post a Comment