Search This Blog

Loading...

Monday, 31 August 2009

Lelaki terindah; keping hilang!

Entahlah mengapa subuh ini kala hendak belajar, aku memikirkan dia yang jauh di sana; seseorang yang bukan ‘lelaki hujan’, seseorang yang kulabel ‘lelaki terindah’. Terakhir kali aku bercakap dengan dia sekitar tahun lalu, pada bulan yang sama; akhir Agustus 2008.

Jalan kami telah membentang jauh, sangat jauh dan berbeda. Impian dan keinginan kami tak sejalan ke depan dan sangat sulit untuk disatukan yang pada akhirnya aku harus memilih dan memintanya melupakanku; sebuah keputusan yang sangat berat kala itu. Ia akan tetap menjadi ‘lelaki terindah’ bagiku.

Kuharap ia baik – baik saja, begitu juga keluarganya. Aku berharap pada akhirnya ia menemukan tujuan hidupnya dan menjadi apa yang Tuhan inginkan dalam hidupnya. Aku akan tetap mengasihinya sebagai seseorang yang pernah mengajarkanku untuk jatuh cinta dan tertawa, bercerita dan menjadi pendengar.

Wish him and his family all the best things in life. Hope to meet him someday to say ‘I am sorry 4 what I did’ dan semoga ia masih mau memaafkanku untuk semua yang pernah kulakukan dulu.

“Kala cinta dan impian tak sejalan, maafkan karena aku lebih memilih impian, Abel.”


(Sebuah subuh dingin di Campbell, Canberra/ 30 Agustus 2009)

0 comments: