Search This Blog

Loading...

Tuesday, 7 July 2009

Sebuah tulisan untuk 'lelaki hujan'

Malam masih setia membalut Canbee dengan jemarinya yang dingin, mencengkram menembus tulang, meluluhlantakkan kehangatan dan aku teringat wajahnya. Lelaki hujanku yang kapan kan kembali. Yang entah kapan kulihat lagi.

Musik yang keluar dari kasa pembungkus speaker radio seakan memaksa ingatanku menari dan mengingatnya. Saat bunga – bunga masih bermekaran di hati tanpa takut menentang panas mentari, tanpa takut terhempas angin. Saat rasa masih begitu sederhana dan naïf, ‘ya’ atau ‘tidak’ yang begitu kental dan aku larut di dalamnya.

Tak banyak yang kuinginkan sekarang untuk hubungan ini, tak terlalu banyak bermimpi karena toh, mimpi dan kenyataan saling bermusuhan dan membuatku tercabik di dalamnya, menunggu rekonsiliasi yang masih tak tampak. Tapi satu yang pasti, yang tertera di hatiku:

“Yesus, jaga ‘lelaki hujan’ku. Ajar dia menjadi lelaki yang Kau inginkan, yang berjalan dengan mengandalkan-Mu di dalam hidup, yang memancarkan Engkau di dalam hidupnya. Kenyataan hidup memang tak bersahabat bagi kami, tapi kuberharap ia akan baik – baik saja, menjadi lelaki yang membawa tawa pada dunia, menjadi berkat lewat sikapnya yang ramah, lucu, jenaka. Lewat tatapan hangat, tarian, dan nyanyiannya.

Aku merindukannya, Yesus. Walau mungkin salah, mungkin terlalu bermimpi melawan kenyataan yang tak bisa diulang kembali, melawan status sosial dan label diri yang begitu keras, melawan nasib yang tak berpihak.

Dia, lelaki yang paling banyak membuatku berpikir tentang makna cinta; tentang eksistensi cinta sejati. Dia, lelaki yang membuatku mencintai hingga terluka. Dia, lelaki yang membuat mimpi indahku berganti rupa dan fase menjadi mimpi buruk dalam waktu semalam, dan dalam proses fase in-out.

Aku mengasihinya sebagai sahabat, mantan kekasih, saudaraku. Mengasihinya dengan hatiku.

Walau ada jarak, status sosial, dan norma – norma yang menghalangi.

Tapi …tuntun dia menemukan kebenaran di dalam-Mu. Amen”


(Canberra, 4 Juli 2009)

1 comments:

eka wijayanti said...

Indahnya jatuh cinta...