Search This Blog

Loading...

Thursday, 18 June 2009

rasa gado-gado

kenapa rasa itu kembali lagi usai berpuluh jingga kusekap dia dalam kotak kayu kenangan? Rasa sakit campur kecewa campur sedih campur marah itu. Rasa gado - gado ini tiba - tiba membangunkan akalku saat hendak berangkat tidur, dan hati ini terasa sakit sekali. Rasa tercampakkan, kecewa, sedih, marah, sakit hati, tapi toh, kenapa aku tak pernah bisa membencimu dan berteriak kasar padamu? Kenapa aku tak bisa sekalipun berteriak memakimu, menamparmu, mengayunkan tendangan, atau sekedar meninjumu? Kenapa aku tak bisa meludah tanah di depanmu untuk menunjukkan semua rasa gado - gado ini dan memilih menangis sendiri melepas tekanan emosi ini? Entahlah aku tahu. Al, kau tahu, rasa campur aduk itu masih tetap ada, mereka tak bisa kuperangkap lebih lama. Mereka memberontak, mencoba menerjang pusat maafku yang selalu kukucurkan untukmu. Entahlah. Apa aku masokis yang bahagia disakiti terus? Entahlah. Yang kutahu, aku sudah tak merasa perbedaan antara bahagia atau tak bahagia bersamamu karena semuanya nisbi. Entahlah aku mati rasa, berhenti berharap.

0 comments: