Search This Blog

Loading...

Saturday, 23 May 2009

Awas, ada orku!

“Neh ko jang lewat tempat itu kalo su sore eee. Ada Orku!!!”, ujar Mery pada Betty, suatu hari. “Memangnya kenapa? Orku tuh apa jadi”, pungkas Betty acuh tak acuh. “Orku tuh orang kurang ajar ya .. masa ko tra tau tuh”, kata Mery lagi.

Pernahkah anda terpapar dengan percakapan seperti itu, baik berupa teguran, peringatan maupun hanya sekedar pembicaraan sambil lalu? Pernahkah anda mendengar keluhan dari beberapa teman perempuan tentang ketidaknyamanan mereka berpapasan atau melewati tempat tertentu karena akan bertemu dengan orang – orang yang membuat mereka tidak nyaman karena aspek seksualitas? Tulisan ini kubuat untuk mengingat mereka yang pernah menjadi korban, diriku sendiri, serta berbagi guna mengingatkan bagi kaum perempuan agar berwaspada dengan para ‘penjahat seksual’ di luar sana.

Penyimpangan seksual yang akan kubahas ini lebih mengedepankan pada penyimpangan seksual yang kadang dianggap lalu oleh masyarakat. Penyimpangan yang sering dianggap hanyalah karena keisengan orang atau kurangnya moral seseorang. Penyimpangan yang akan kubahas ini lebih bersifat pendapat pribadi dan tak ingin mendiskreditkan siapapun.

Tahukah anda bahwa semua perempuan rentan terpapar dengan pengidap penyimpangan seksual alias sexual deviation. Dalam bahasa medisnya, terdapat istilah paraphilia atau parafilia. Etimologi ini berasal dari bahasa Yunani “para + philein”, to love atau mencintai. Tapi, jangan salah … istilah ini mengacu pada penyimpangan seksual dimana naluri seksual kita yang diekspresikan dalam cara – cara yang secara sosial ditabukan, dilarang atau tak diinginkan atau juga secara biologis tak diinginkan, seperti penggunaan objek non-manusia demi membangkitkan hawa nafsu, aktivitas seksual dengan orang lain yang melibatkan atau dilibatkan secara langsung maupun tidak langsung dimana ada unsure pelecehan dan penderitaan, ataupun hubungan seksual dengan orang lain yang tak seharusnya (terjemahan bebas dari Mosby's Medical Dictionary, 8th edition. © 2009, Elsevier)

Bila anda berselancar di dunia maya, akan ada temukan banyak sekali jenis – jenis penyimpangan seksual yang kerap kita temukan dalam keseharian kita, namun tak kita sadari bahwa itu adalah “penyimpangan”. Penyimpangan yang terjadi ini bukanlah cerita baru yang anda temukan sekarang, karena hampir semua kebudayaan mencatatnya bahkan dalam Alkitab pun ditemukan beberapa cerita tentang penyimpangan seksual. Penyimpangan seksual adalah bentuk aktivitas yang hampir sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri. Penyimpangan ini terjadi bukan hanya di tempat – tempat yang penduduknya mengagungkan seks bebas, tapi juga dalam lingkungan keseharian kita. Penyimpangan seksual bukanlah konteks di awang – awang yang tak tersentuh oleh akal kita, karena aku percaya bahwa dalam seumur hidup perempuan, pasti pernah walaupun tak langsung, ia pernah mendengar ataupun menjadi korban dari penyimpangan ini.

Aku tak mau mengabsen jenis – jenis penyimpangan lain yang begitu banyak, tapi aku ingin menggarisbawahi beberapa penyimpangan yang kerap kualami, kulihat dan kubaca dari surat kabar. Penyimpangan – penyimpangan yang umum kutemukan adalah:

1. Eksibisionisme
Dari kata ‘eksibis’ kita telah dapat menebak tentang kira – kira penyimpangan seperti apakah ini. Ya anda benar, makna dasar dari ‘eksibis’ adalah “pamer” alias menunjukan. Pada penyimpangan ini, gangguan kejiwaan secara seksual ini umumnya diderita oleh lelaki dimana lelaki ini sering memamerkan alat vitalnya pada situasi sosial dimana tak sesuai konteks, dimana ia mendapatkan kepuasan seksual kala orang yang menjadi target khususnya dari lawan jenis bereaksi misalnya ketakutan dan menjerit. Kejadiannya bisa dimana saja, ada yang di halte bis, di jalan – jalan sunyi di kompleks, atau bahkan di mana saja.

2. Voyeurisme
Penyimpangan ini juga kerap disebut ‘peeping tom’ alias Tom si pengintip. Penyimpangan ini berupa orang yang mendapatkan kepuasan seksual dengan mengintip orang lain yang (maaf) telanjang, alat vital orang lain, ataupun orang lain yang sedang melakukan hubungan seksual. Para perempuan khususnya mahasiswi di kos – kosan sering melaporkan kejadian ini dimana kamar – kamar mereka sering disatroni orang tak dikenal yang membolongi jendela atau kamar mandi mereka untuk alasan yang tak jelas.

3. Pedofilia
Penyimpangan ini adalah dimana penderita mendapatkan kepuasan seksual dengan melibatkan fantasi ataupun tindakan seksual dengan anak – anak. Misalnya mengoleksi gambar – gambar anak – anak kecil yang telanjang dan memakainya dalam fantasi mereka. Pelakunya bisa homoseksual ataupun heteroseksual

4. Transvestisme
Penyimpangan ini adalah penyimpangan seksual dimana pengidap mendapatkan kepuasan seksual dengan berpakaian ataupun memakai barang – barang dari lawan jenis, umumnya dengan cara meniru berpakaian. Kadang dikaitkan dengan gangguan identifikasi jenis kelamin.

5. .Fetisisme
Penyimpangan ini diderita oleh orang yang mendapatkan kepuasan seksual dengan menggunakan barang – barang milik lawan jenis umumnya milik perempuan yang notabene adalah (maaf) pakaian dalam guna membangkitkan hasrat seksual mereka termasuk orgasme. Jadi kalau di tempat anda sering hilang pakaian dalam, waspadalah, jangan – jangan ada pengidap fetisisme di sekitar tempat tinggal anda.

Dalam Fetisisme, ada juga istilahnya “fetisisme transvestik” dimana penderita yang umumnya lelaki yang mengidap sindrom gabungan antara fetisisme dan transvestism.

6. Zoofilia
Penyimpangan ini terjadi kala penderita tergila – gila atau mengalami kepuasan seksual dengan berhubungan seksual dengan hewan ataupun menjadikan hewan sebagai objek fantasi seksualnya.

7. Telefonicofilia atau telephone scatologia
Sering kita mendapatkan telepon gelap dari orang yang tak dikenal yang mengajak kita melakukan hubungan seksual ataupun penelpon berbicara seks dengan nada yang tak kita inginkan, bisa jadi anda telah berhadapan dengan pengidap penyimpanan ini. Penyimpangan ini dimana penderita mendapatkan kepuasan seksual dengan melakukan panggilan telepon yang bernuansa seks dimana penerima umumnya tak menghendaki panggilan itu.

8. Nekrofilia
Penyimpangan ini terjadi sewaktu pengidap tergila – gila dan berfantasi ataupun berhubungan seksual dengan mayat guna mendapatkan kepuasan seksual.

9. Urolagnia
Penyimpangan ini terjadi dimana pengidap mendapatkan kepuasan seksual yang berhubungan dengan urine (air seni). Mereka mendapatkan kepuasan saat melihat orang sedang buang air kecil ataupun sebaliknya.

Penyimpangan – penyimpangan ini tetap ada, dan sayangnya hingga saat ini masih banyak yang tak menaruh perhatian pada hal ini. Padahal orang – orang yang mengidap kelainan ini sebenarnya adalah orang – orang yang sakit secara kejiwaan dan membutuhkan pertolongan dan perawatan. Begitu juga dengan para korban yang umumnya perempuan dari tindakan – tindakan ini yang merasa tersiksa dan trauma walaupun sering tanpa kontak fisik

Bila saat ini di sekitar anda, ada korban maupun pengidap yang anda kenal, inilah saatnya menawarkan bantuan dengan mencarikan orang – orang terpecaya di lingkungan anda untuk berkonsultasi. Sayangnya, jumlah Rumah Sakit Jiwa dimana ada psikiatris sangat terbatas di Indonesia apalagi di tanah Papua padahal para pengidap penyimpangan dan juga korban membutuhkan konseling dan perawatan. Bagi para pengidap, agar cepat terbebas dari hal – hal yang merusak ini. Bagi para korban, agar dapat berdamai dengan diri dan hidup bebas lepas dari trauma.

(Disarikan dari berbagai sumber/ Canberra, 23 Mei 2009)


Info lebih lengkap, silahkan merujuk pada:

http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Sexual+deviations

http://encyclopedia.thefreedictionary.com/Sexual+deviations

0 comments: