Search This Blog

Loading...

Sunday, 24 May 2009

Aku ingin hujan!

Malam membalut hari,
Mentari berkhianat padaku.
Bulan tak muncul, bintang pun sehati.
Kegelapan melingkupiku.

Lampu jalan memainkan pendarnya,
Kutatap sinar remang – remang,
Mencari jalan pulang,
Atau kah kenangan yang hilang?

Wajah itu kembali lagi,
Menggerogoti akal sehat,
Membunuh sel – sel logikaku,
Membuatku tak berdaya!

Mata itu kembali lagi,
Mencuri ingatanku,
Menghidupkan kenangan mati,
Membangunkan mimpi lama.

Entah sampai kapan,
Berapa jingga yang harus kulewati,
Berapa pendar mentari yang kan datang,
Berapa nyanyian pagi yang menyapa,
Hanya untuk bisa terjaga dari mimpi yang hidup.

Aku ingin hujan!
Hujan dalam ruang.
Hujan yang menari liar!
Hujan yang membuatku melebur,
Membumi dalam aliran pori – pori tanah.

Melebur … hingga jauh
Melebur … hingga lupa.
Melebur … hingga terjaga.

Berapa jingga,
berapa mentari,
berapa bulan,
berapa bintang,
berapa musim,
aku tak tahu .. Entahlah!

0 comments: