Hari ini setelah sekian lama tidak berkecimpung dengan perangkat notebookku dan menuangkan pikiran dalam teks ini, aku merasa begitu lain, begitu lelah, capek dan entahlah …. Apalagi usai pulang dari Melbourne; sebuah perjalanan mencari arti dari hubungan yang kusebut sebagai ‘the lost soul’.
Perjalanan ke Melbourne yang kusebut sebagai petualangan liarku ternyata mempunyai kemiripan dengan kisah yang lain, yang pernah kulalui. Perjalanan yang berlangsung dari tanggal 18 – 23 April 2009 itu ternyata membawa banyak arti dan pencerahan dalam hidupku, membawaku dalam keputusan yang kulakukan beberapa hari lalu.
Perjalanan ke Melbourne kemarin yang penuh dengan acara senang – senang walaupun bis yang dipakai sempat mogok di Gundagi selama 6,5 jam, tapi rupanya Tuhan begitu baik dengan membiarkan bis rusak dan berganti bis hingga aku tahu bagaimana rupanya perjalanan antara Canberra dan Melbourne, bagaimana penampakan alam dan mentari pagi.
Aku bersyukur cuaca di Melbourne cukup bersahabat dan tak sedingin Canberra. Aku bersyukur aku masih bisa bertemu beberapa teman dan juga makan malam dengan anana Papua, dan juga dengan seorang teman lama. Aku bersyukur.
Tapi kepulanganku tentu saja tak lepas dari imbas dalam hubunganku dengan Al, dengan merumuskan pikiranku dalam kerangka yang lain, maka aku mengambil keputusan untuk meninggalkannya dan mungkin dalam waktu ini aku enggan untuk kembali merajut kasih dengannya yang tak memberikan aku kepastian apapun lagi. Aku lelah
Hubungan kami resmi diakhiri pada 25 April 2009 kemarin setelah usai berkirim SMS dan menanyakan kabar dan ia dengan cuek bilang bahwa ia tak sempat menghubungiku selama beberapa hari ini karena sibuk mengawal Pemilu, padahal alasan itu telah dikatakannya sejak lama. Entahlah ….
Mengapa aku begitu terikat pada lelaki ini, begitu merasa terpatri padanya .. aku capek menjadi bayangan dalam hidupnya, menjadi seseorang yang bukan apa – apa baginya … menjadi seseorang yang hanya menanti dan menanti … capek, lelah, letih, ….. apakah aku memang cuma sekedar bayangan baginya? Aku capek ..
Hingga akhirnya aku harus melepaskan diri dari belenggu ini, dari semua gundah dan gelisah yang menggumpal .. dan merasakan sedikit lega, bebas dan merdeka …..
Aku perempuan merdeka … enggan lagi diriku dipermainkan … lelah sudah hati menahan … selamat tinggal kisah lama, hari baru akan kujelang karena aku masih ingin bahagia mengejar siapa diriku yang dibentuk oleh Tuhan.
Pusing Awer ahhhhhh as long as Jesus still be mine..
Perempuan merdeka yang bebas menentukan ke arah mana akan melangkah tanpa ikatan patriarki yang melekat, tanpa ikatan apapun, tanpa semua tatapan itu … tanpa rasa mengasihani diri ataupun orang lain ….
Perempuan merdeka yang bebas berjalan, bebas menjadi setiap bentuk yang kuinginkan, menjadi apapun ….
Selamat datang hari baru .. selamat datang angin pembaharuan … Like air, I’ll fly!!!
0 comments:
Post a Comment