Search This Blog

Loading...

Tuesday, 14 April 2009

Hujan, mimpi dan Al

Hujan masih turun dengan deras, membasahi setiap jengkal tanah di Canberra. Tariannya membuatku merasa begitu melankolis, membuatku begitu teringat Al.

Hari ini tanggal 13 April 2009 dan aku tak sadar bahwa aku telah tertidur hingga pukul 3.30 sore, dan saat terbangun aku masih berada dalam kebingungan, merasa begitu tak mengerti, merasa ketakutan setelah mimpi buruk.

Dalam mimpiku yang bagai ajang petualangan, aku mimpi harus bertempur dan menengking kuntilanak yang hendak mengambil atau menciderai bayi dan anak – anak kecil di rumahku hingga dalam mimpi itu aku begitu lelah.

Kemudian mimpi itu masih berlanjut ke arah yang lain saat sepertinya aku dihadapkan dengan para maniak seks atau para pemerkosa yang entah kenapa aku harus bertemu mereka dan aku begitu ketakutan karena aku seperti diburu, dan sialnya dalam mimpi itu aku harus merelakan “dicium” salah satu orang sinting itu. Itu sangat menakutkan.

Akhirnya aku juga harus berada dalam berbagai situasi menakutkan lainnya. Apa ini karena pada sore hari aku sempat berada dalam situasi horror karena dikerjain anjing tetangga yang dirantai di pinggir pagar dan membuatku begitu ketakutan dan harus mengunci diri di dalam shed belakang rumah sekitar 10 menit. Entahlah …

Btw, hujan yang masih turun ini membuatku begitu merindukan Al, aku benar – benar rindu dia, sayang sekali sama dia.

Al, bagiku dia lebih dari sekedar kekasih. Dia membuatku merasa perempuan paling bahagia di dunia usai beberapa hari lalu bertukar kabar lewat SMS. Aku merindukan tatapan matanya yang hangat, yang membuatku serasa mencair. Aku merindukan pelukannya yang sehangat susu coklat. Aku merindukan kehadirannya yang bagaikan tetesan air yang membasahi wajah di musim panas yang kersang.

Al bagiku bagai anak kunci yang tak bisa berpisah dengan rumah kunci. Al bagiku adalah lelaki yang membuat hari – hari kelabuku berubah menjadi cerah ceria dengan bebungaan yang tumbuh di kaki – kakiku. Al bagiku adalah air terjun yang membuat ketertakjubanku berubah menjadi seruan riang dan gembira kala melompat ke dalamnya.

Aku begitu mabuk pada lelaki ini, pada lelaki yang membuatku tertawa terus dalam hari – hari penuh air mata. Aku merindukannya. Sangat …..

0 comments: