Search This Blog

Loading...

Tuesday, 20 January 2009

Jangan Ragu Memberi

JANGAN RAGU MEMBERI

Pada suatu siang, di sebuah pastori, bel tamu berbunyi. Padre Antonio, yang sebetulnya juga adalah pastor tamu di pastori itu, yang menggantikan tugas pastor setempat yang sedang cuti, segera membukakan pintu. Seorang lelaki paruh baya berdiri di muka pintu ingin bertemy dengan pastor.

Setelah dipersilahkan duduk, laki – laki itu memperkenalkan jati dirinya dan mengungkapkan maksud kedatangannya. Rupanya ia adalah seorang yang sedang dalam perjalanan dan terpaksa mampir ke pastori karena ia memerlukan pakaian. Ia bertanya siapa tahu pastor mempunyai pakaian bekas untuknya. Sebuah permintaan yang sederhana. Apalagi laki – laki itu tidak datang untuk meminta sejumlah uang, tetapi hanya mau meminta pakaian.

Namun sejenak Padre Antonio berpikir. Sebagai sama – sama seorang tamu, Ia juga tidak membawa banyak pakaian. Ia hanya membawa 4 helai baju. Dari ke empat baju itu, 1 helai sedang ia kenakan, 1 helai sedang dicuci. Ia masih mempunyai 2 helai baju. Hanya saja problem untuknya sekarang adalah dari 2 helai yang masih ada di lemari, yang mana yang hendak ia berikan: baju yang sudah agak lama atau baju yang masih lumayan baru dan merupakan baju favoritnya?

Akhirnya padre Antonio masuk ke kamarnya. Setelah beberapa saat, ia muncul lagi dengan membawa sebuah bungkusan. Laki – laki itu menerimanya dengan gembira dan mohon diri. Bungkusan itu berisikan baju favoritnya.

Tidak berapa lama, bel tamu pastori kembali berbunyi. Kali ini yang datang sepasang suami istri. Padre pernah berjumpa dengan pasutri ini sepulang kebaktian pada hari minggu kemarin.

“Hallo, Padre Antonio. Selamat sore!” sapa mereka.

“Hallo juga. Apa kabar?” balas Padre Antonio. “Masuklah. Dari mana dan mau ke mana anda ini?” lanjutnya.

“Dari rumah dan memang mau ke sini. Kami hanya ingin sekedar menyampaikan sesuatu untuk padre,” jawabnya seraya menyerahkan sebuah bungkusan.”

“Bungkusan apa ini?” tanya padre keheranan.

“Boleh dibuka sekarang!” jawab mereka seraya tersenyum.

Padre Antonio membuka bungkusan itu. Dan di dalamnya ia menemukan … 2 helai baju baru.

***

(Sumber: Ide Antonio DS. Dikutip tanpa pengubahan dari “65 Cerita tentang Kebahagiaan” oleh Rahkito Jati Omi. Penerbit Yayasan pustaka Nusatama, hal 30 - 31)

Sapu catatan:

Kadang Tuhan ingin melihat sampai sejauh mana kesungguhan kita untuk melayani DIA sehingga kadang ia menguji kita lewat hal – hal kecil. Bila kita telah belajar mengelola berkat – berkatnya dalam hal kecil, maka Ia tak ragu melimpahi kita dengan banyak anugerah besar.

0 comments: