
Mentari baru saja hendak beranjak ke “pengungsiannya” sejak dengan garang bersinar sejak pagi tadi. Panasnya sudah sedikit bersahabat. Layar komputer jinjingku mencatat pukul 7. 42 p.m. pada sebuah 31 Januari 2009, tapi karena musim panas maka tak aneh melihat mentari masih bertengger di langit hingga waktu sepetang ini.
Ditemani dengan irisan mangga, potongan strawberry segar, dan sebotol air, aku sibuk mengecek surat elektronik dan berbagai macam kepentingan dunia maya sejak beberapa jam lalu. Hingga tiba – tiba aku tersentak dan mengingatkan diri bahwa aku belum menulis apapun di blog-ku. Tersadar bahwa aku lupa mendokumentasikan euforia rasa senangku yang sempat datang.
Canberra hari ini lumayan tak begitu panas seperti kemarin yang sempat menyentuh 39 derajat Celsius dan membuatku kelelahan dan kepanasan plus hampir dehidrasi. Tapi aku bersyukur karena bagaimanapun aku masih punya kondisi yang baik, masih bisa ‘bersembunyi’ di perpustakaan hingga sedikit teduh, masih bisa belanja dan menikmati apapun yang Tuhan berikan dalam hidup, masih punya makanan dan bahan logistik yang cukup dan tempat tidur yang super empuk dan tuan rumah yang tidak maniso. Aku bersyukur untuk semua keadaan ini, bersyukur untuk apapun yang Tuhan berikan dan aku bersyukur karena aku tidak mengalami gangguan pernafasan ataupun jantung seperti yang kadang – kadang kualami di Manokwari.
Hari ini adalah akhir pekan yang kunikmati dengan berjalan – jalan ke Civic dan menjelajahi Canberra centre mencari beberapa item barang yang kuinginkan plus mencari pasokan buah segar untuk kudapan, karena aku tak bisa mengudap camilan penuh gula dan cokelat. Tapi tetap saja aku memberi kesempatan pada diriku untuk sebuah kue coklat bertabur kelapa plus cake untuk sarapan. Aku juga memberi hadiah pada diriku atas seminggu bertahan dan beradaptasi dengan Canbee, tak lupa juga belanja kebutuhan untuk perlengkapan kamar seperti hanger pakaian, tas makan siang dan beberapa perlengkapan makan. Betapa bahagia menemukan 4 gelas mug keramik bergambar kekupu warna – warni dan juga seperangkat mangkuk melamin bergambar hutan. Sebuah hadiah untuk diriku, walau sempat berpeluh mengangkat jinjingan itu ke platform bis 7 menuju Woden Interchange. Aku juga sempat memberikan diriku hadiah yang sedikit mahal yaitu hasil SALE dompet kulit di sebuah butik; sebuah dompet bermerk dabn juga beberapa perangkat kalung dan anting - anting.
Saat bertukar kabar di dunia Maya, aku sempat mendapat kabar dari beberapa teman lama di Papua; mulai dari yang masih liburan, yang sudah keluar dari tempat kerja, yang sedang sibuk mengeluh akan panas, hingga yang sekedar menanyakan kabar. Benar – benar bukti bahwa aku belum dilupakan. Juga mengecek surat – surat elektronik dari para seniorku di Manokwari ataupun pesannya Olive yang protes karena aku tak mengangkat telponnya kemarin malam.
Aku bukannya tak mengangkat telpon, tapi karena kemarin subuh aku baru tertidur pukul 4 pagi dan harus bangun jam 7 pagi lewat, membuatku kelelahan luar biasa, hingga pulang dari kampus pukul 4 sore lewat dan dilanjutkan dengan belanja hingga pukul 6 sore kurang, aku langsung kelelahan dan tertidur.
Guess what? Aku baru bangun pukul 9 pagi ini dan mengecek daftar panggilan tak terjawab yang cukup banyak di ponselku. Jadi pagi ini aku menikmati mandi sejam lebih dan sibuk mencoba shampoo baru yang baru kubeli bermerk Herbal Essence yang labelnya ‘untuk rambut keriting’ …. Aku suka aromanya yang sedikit lavender tapi sayangnya rambutku sedikit kering hehehe jadi terpaksa kupakai lagi conditioner dan serum rambut, kalo tidak rambutku akan membandel dan benar – benar kering.
Hari ini benar – benar perjalanan yang melelahkan tapi aku menikmatinya, karena bagaimanapun aku masih hidup dan merasakan semua kesempatan untuk hidup ini. Aku suka langit biru yang selalu menyambutku, dan bunyi kemerisik dedaunan Reg Gum alias Eucalyptus di depan rumah ataupun sekedar suara kucing yang mengeong. That’s life and Thanx Jesus for let me be in!
0 comments:
Post a Comment